Evaluasi Hasil Shaum Ramadhan

Bisa dipastikan, hanya sedikit orang yang melakukan evaluasi (penilaian) atas hasil-hasil yang diperolehnya setelah melakukan shaum (puasa) Ramadhan. Kebanyakan, mungkin, karena merasakan beratnya ‘beban kewajiban’ berpuasa, maka tibanya Idul-Fitri dirasakannya sebagai pembebas dirinya dari penderitaan. Setidaknya hal ini terungkap dari seorang anak tetangga, yang suatu hari berteriak setengah menangis kepada ibunya, mengatakan, “Umi, puasa ga … Continue reading

Yuk Laksanakan Nuzulul-Qurãn!

Kita sangat hafal istilah nuzûlul-qurãn dan sering merayakan dan atau ikut dalam perayaan nuzûlul-qurãn.  Tapi ada apa sebenarnya di balik istilah itu? Memahami tiga istilah Sebelum melangkah lebih lanjut, mari kita fokus dulu pada kata nuzûl, yang secara bentuk kata merupakan masdar dari kata kerja nazala-yanzilu yang biasa kita artikan turun. Tapi selain berarti turun, … Continue reading

Lailatul-Qadr(i)

Seperti biasa, mulai tanggal selikur (21) Ramadhan, mereka yang berpuasa banyak yang menunggu dan mengharapkan dapat Lailatul-qadr(i).Ada juga orang-orang yang merasa sudah mendapatkannya dengan ciri-ciri, antara lain, badannya selalu segar, matanya tak tersentuh kantuk, hatinya selalu riang, dan selalu semangat untuk beribadah. Apa pendapat anda? Seperti tahun-tahun yang lalu, saya juga selalu mendapat pertanyaan seperti … Continue reading

Kajian Wahyu Pertama (3): Pragmatisme Isa Bugis

Dalam  rangkaian kuliah yang diberinya judul  “Nuzulul­-Qur’an” (berlangsung di Jakarta, dimulai pada tanggal 22 Sep­tember 1986)[1], dalam kuliah pertamanya, Isa Bugis mengajukan suatu tinjauan  atas peristiwa turunnya wahyu pertama itu, yang disebutnya sebagai “pengkajian pragmatis”. Ia menegaskan bahwa dalam pengkajian pragmatis itu “bahasa itu sendiri  ha­rus dipahami secara kondisional dan proporsional dari  makna­nya yang melambangkan … Continue reading

Dasar Pertimbangan Dalam Da’wah Al-Qurãn

Nuzulul-Qurãn Bila orang bicara nuzulul-qurãn, yang mereka maksud  adalah turunnya ayat-ayat tertentu yang berkaitan dengan keaadaan-keadaan atau peristiwa-peristiwa tertentu. Mereka  mengatakan bahwa nuzulul-qurãn perlu dipelajari karena sangat dibutuhkan untuk menafsirkan Al-Qurãn. Karena itu banyak orang alim yang menekuni bidang itu, di antaranya yang terkenal adalah Ali bin Madini, guru Bukhari, kemudian  Al-Wahidi atau  Abul Hasan … Continue reading