Sapi Merusak Kebun Sayur

Humor Nasruddin Hoja Nasrudidin Hoja bertugas sebagai hakim. Suatu hari seorang tetangganya datang menghadap. “Hoja Effendi, tampaknya sapi anda memasuki kebun sayur kami dan telah menimbulkan kerusakan besar. Bagaimana hukumnya menurut buku hukum yang hitam dan besar itu?” “Hewan tidak bisa berpikir,” sergah Nasruddin. “Pemiliknya tidak bisa dimintai tanggung jawab atas perbuatan naluriah hewan ternaknya. … Continue reading

Kuli Panggul

Suatu hari Hoja berbelanja banyak sekali di pasar Aksehir, sehingga ia membutuhkan seroang kuli panggil untuk membawakan barang-barang belanjaannya. Kuli panggul itu membawa keranjang besar di punggungnya. Hoja memasukkan semua barangnya ke situ. Kemudian ia berjalan pulang dengan membiarkan kuli panggul itu berjalan di belakangnya. Tapi rupanya kuli panggul ini berhati jahat. Ia merasa lebih … Continue reading

Hoja Dan Anak Nakal

Suatu hari Hoja membeli seekor keledai di pasar. Ia membawa keledai itu dengan tali kekangnya, berjalan pulang, percaya penuh bahwa sang keledai ikut berjalan bersamanya di belakang. Dua anak nakal melihat Hoja bersama keledainya. Mereka sepakat untuk melakukan suatu tipuan, untuk mencuri keledai Hoja. Salah seorang di antara mereka diam-diam mengikuti Hoja, melonggarkan tali kekang, … Continue reading

Umur Nasruddin Hoja

Ketika ditanya tentang umurnya, Nasruddin Hoja menjawab, “Empat puluh!” “Tapi Hoja,” bantah yang lain, “sepuluh tahun yang lalu juga kamu mengatakan umurmu empat puluh!” “Begitulah. Aku memang tidak suka mengubah kata-kataku!” jawabnya. *** Senampan Baklava Suatu hari Hoja bersama teman-temannya duduk-duduk di warung kopi. Seorang anak lelaki yang membawa senampan baklava (semacam martabak)  tiba-tiba menarik … Continue reading

Kiamat Nasruddin Hoja

Humor Nasruddin Hoja Sudah lama warga desa Aksehir tidak mengadakan pesta. Suatu hari Nasruddin didatangi sejumlah tetangganya yang berniat mengerjainya supaya mengadakan pesta besar. “Hodja Effendi,” kata mereka, “besok adalah hari kiamat. Karena itu, marilah kita pergi tamasya ke suatu tempat. Di sana kita panggang kambingmu untuk pesta makan kita.” “Tapi kambingku, …” Hoja merasa … Continue reading