Lailatu-Qadr(I), Titimangsa Fajar Peradaban

(بسم الله الرحمن الرحيم) إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5) Pada hari Kamis, tanggal 26 Mei 2016, malam, sejak Sudara Desrizal Misbah Sutan Sinaro mengundang saya … Continue reading

Evaluasi Hasil Shaum Ramadhan

Bisa dipastikan, hanya sedikit orang yang melakukan evaluasi (penilaian) atas hasil-hasil yang diperolehnya setelah melakukan shaum (puasa) Ramadhan. Kebanyakan, mungkin, karena merasakan beratnya ‘beban kewajiban’ berpuasa, maka tibanya Idul-Fitri dirasakannya sebagai pembebas dirinya dari penderitaan. Setidaknya hal ini terungkap dari seorang anak tetangga, yang suatu hari berteriak setengah menangis kepada ibunya, mengatakan, “Umi, puasa ga … Continue reading

Munajat Ramadhan

Bisa tidak sih jadi umat yang benar-benar damai? Bisa tidak sih ber-Islam benar-benar tulus lillahi ta’ala? Bisa tidak sih mema’afkan ‘ketidaktahuan’ teman Karena kenyataannya kita seiman? Bisa tidak sih memulai shaum Ramadhan Tanpa meributkan hari H-nya? Kalau merasa sama mematuhi Allah Apakah kita selalu yang benar dan teman kita salah? Di mana letak salahnya bila … Continue reading

Simbologi Shaum Ramadhan (video 1)

 

Periodisasi Ramadhan (suara)

http://www.4shared.com/file/h4gUu2LBce/Potensi_AlQuran_122014.html  

Shaum Sebagai Simbol Kepatuhan

Shaum atau shiyãm (puasa) adalah salah satu ‘bahasa’ simbol (lambang) untuk menyatakan: 1.        Kepatuhan dan kepasrahan sepenuh hati terhadap kehendak (ajaran; konsep) Allah, yang dilambangkan antara lain melalui kesabaran menunggu muncul atau tidak munculnya hilãl (bulan sabit tipis). Dalam hal ini, silakan direnungkan mana yang lebih melambangkan kepasrahan ketika menunggu hilãl, dengan menggunakan mata telanjang … Continue reading

Keistimewaan Shaum Ramadhan

Sudah begitu banyak yang membicarakan. Masih adakah yang belum terungkapkan? Sudah aneka macam sudut pandang diterapkan. Masih adakah satu cara pandang unik yang bisa diajukan? Menyadari kedangkalan dan kekurangan ilmu, saya ragu. Tapi, kegelisahan ini memaksa saya melakukan penelusuran, sekuat daya. *** Bila dilihat dari ‘sistematika’ Hadis Jibril, yang membagi Dînul-Islãm ke dalam rangkaian Al-Islãm(u) … Continue reading

Ramadhan, Bulan Al-Qurãn

Sebelum dikenal sebagai bulan shiyãm (puasa), para sahabat Rasulullah mengenal bulan Ramadahan sebagai bulan turunnya (penurunan) Al-Qurãn, petunjuk terakhir dan abadi bagi manusia. Dan, seperti ditegaskan oleh Allah sendiri, shiyãm dengan Al-Qurãn adalah dua hal yang tak terpisahkan: “Wahai para mu’min! Diperintahkan shiyãm atas kalian, sebagaimana dulu diperintahkan terhadap umat (muslim) sebelum kalian. Mudah-mudahan (dengan … Continue reading

Renungan Shaum (3): Ramadhan Dan Keagungan Al-Qurãn

Al-Qurãn dan Ramadhan ibarat dua sejoli. Firman Allah, “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qurãn (pertama kali), sebagai Acuan Hidup bagi manusia, penjelas bagi Acuan itu sendiri, serta pemilah antara Kebenaran dan Kepalsuan.” (2: 185). Al-Qurãn diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul-mahfûzh[1] ke langit terdekat (dari bumi) pada bulan Ramadhan. Dengan demikian, Ramadhan menjadi bulan mulia karena … Continue reading

Renungan Shaum (2): Mengapa Ada Perintah Puasa?

Allah meletakkan rahasia di dalam hukum-hukumNya, menaruh hikmah di dalam peraturan-peraturanNya, dan tujuan-tujuan dalam ciptaanNya. Dalam rahasia, hikmah, dan tujuan itu terdapat hal-hal yang bisa ditangkap akal dan hal-hal lain yang membingungkan manusia.  Tentang puasa, Allah menyatakan, “Hai para mu’min! Diwajibkan bagi kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada kaum mu’min sebelum kalian, agar kalian mencapai … Continue reading