Terjemahan Al-Qurãn Bukan Al-Qurãn

Di bawah ini adalah terjemahan harfiah dari Kata Pengantar untuk sebuah buku kecil yang terbit di Malaysia dan beredar juga di beberpa toko di Indonesia, khususnya Jakarta: Buku kecil di tangan anda ini bukan Al-Qurãn, karena Al-Qurãn (tertulis) dalam bahasa Arab, terpelihara seperti dijanjikan Allah SWT, sejak 14 abad lalu. “Al-Qurãn tidak bisa diterjemahkan. Itulah … Continue reading

Terorisme Melumpuhkan Islam (1)

Dulu umat Islam  ditakuti karena kekuatan militernya dan kehebatan prajuritnya. Mereka juga dihormati karena kejantanan, kejujuran, keadilan, dan keshalihan akhlak. Karena kepribadian mereka Islam menjadi unggul tak tertandingi (Ya’lu wa lã yu’la ‘alaihi). Dan Islam memperoleh ‘citra’ demikian itu bukan karena terorisme! Terorisme merugikan korban langsungnya, mempermalukan umat Islam, mengancam NKRI, dan melumpuhkan Islam itu … Continue reading

Jadikan Otak Untuk Berpikir, Bukan Untuk Menimbun Fakta

Saya termangu membaca potongan kisah Einstein (Yahudi) dan Henry Ford (orang Amerika yang benci Yahudi?), yang sama mengajarkan kepada kita agar otak tidak (hanya) digunakan untuk menimbun fakta (menghafal) tadi (terutama) untuk berpikir. Ketika ditanya ada berapa kaki dalam 1 mil, Einstein menjawab “tidak tahu”, tapi ia mengatakan bisa mengetahuinya dalam 2 menit melalui buku … Continue reading

OKB Dan OKL

Seorang teman curhat tentang tetangga barunya, yang disebutnya OKB (orang kaya baru). Kenapa? Katanya tetangganya itu adalah orang yang sudah lama dikenalnya, walau selama ini tidak berteman akrab. Masalahnya? Ya, dia itu kan dulunya ‘orang susah’, tapi sekarang sudah punya rumah dua lantai dan mobil dua-ratusan juta. Lha iya, terus masalahnya apa? Masalahnya, gayanya itu … Continue reading

Iblis Itu Punya Target Yang Jelas, Juga Sangat Sabar Dan Tekun

  Ya. Iblis (disebut setan ketika sedang aktif) itu sangat sabar dan tekun, bahkan tak keberatan untuk berkompromi, demi mencapai tujuan hakiki mereka. Bila manusia sering mengatakan “banyak jalan menuju Roma”, iblis juga yakin bahwa jalan untuk mencapai target itu banyak sekali. Lalu apa tujuan utama atau tujuan puncak (ultimate goal) iblis? Kafir dan musyrik … Continue reading

Persepsi, O Persepsi!

Luka hati itu sebenarnya hanya persepsi, atau malah ilusi; karena hati yang batin itu sebenarnya tidak bisa dilukai, kecuali oleh diri sendiri. Karena itu, semakin matang kepribadian seseorang, semakin jarang (atau malah tidak lagi) merasakan sakit hati. Contoh sederhana, misalnya, ketika orangtua ditampar atau ditendang wajahnya oleh bayinya, kenapa mereka tak marah atau sakit hati? … Continue reading

Demokrasi Tanpa Partai, Mungkinkah?

CATATAN: Naskah ini saya tulis pada bulan Juni 1998. Pernah saya kirim ke sebuah koran, dan dikembalikan dengan catatan bahwa naskah ini terlalu panjang. Tapi setelah diringkas dan saya kirimkan lagi, ternyata koran tersebut tidak memuatnya. Saya jadi bertanya-tanya dalam hati: bukankah koran tersebut sering memuat sebuah judul tulisan secara bersambung, 3 sampai 4 kali … Continue reading

Al-Qurãn Itu Bukan Sebuah Buku

Bila anda menyebut Al-Quran sambil membayangkan sebentuk buku, bayangan anda salah! Allah tidak menurunkan Al-Quran dalam bentuk buku. Dengan demikian, kata al-kitab(u) yang terdapat di dalam Al-Quran juga tak layak diterjemahkan sebagai buku. Perhatikan, misalnya, surat Al-Baqarah ayat 183. Di situ ada kata kerja pasif kutiba, yang oleh Depag diartikan diwajibkan (bukan dibukukan). Surat Al-An’ãm … Continue reading

Bersatu Bukan Melebur Tapi Menjalankan Satu Program Atau Menggarap Satu Projek Secara Bersama-Sama

Sekarang ini, bila ada orang berkampanye tentang persatuan, maka yang dimaksud adalah mengajak pihak-pihak lain untuk bergabung ke dalam partainya, atau agamanya, atau sektenya. Setiap pendiri partai, ingin partainya membesar. Begitu juga para pemimpin agama dan sekte-sekte-(madzhab-madzhab)-nya. Tak ada partai yang didirikan untuk dimerjer. Tak ada agama dan atau sekte yang diajarkan untuk mengajak orang … Continue reading

Manusia Masa Kini, Makhluk Berceloteh

  Manusia sekarang adalah manusia wacana alias tukang ngobrol, atau kasarnya manusia tukang ngoceh, ngaco belo, berceloteh, cuap-cuap, dan entah apa lagi istilahnya. Jangan disalahkan (walau boleh dipertanyakan); karena sarananya memang ada dan semakin banyak variasinya. Dulu orang bertutur hanya dengan mulut, kemudian dengan alat tulis. Lalu ditemukan radio, telepon, televisi, komputer, handphone dengan berbagai … Continue reading