Surat An-Nisa Di Gerbang Harvard

Universitas ini didirikan pada 8 September 1636 dan merupakan perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat. Awalnya bernama New College, dan dinamakan ulang menjadi Harvard College pada 13 Maret 1639 untuk menghormati penyumbang terbesarnya, John Harvard, seorang mantan mahasiswa Universitas Cambridge. Rujukan terawal yang memanggil Harvard sebagai “universitas” dan bukan “college” terjadi pada tahun 1780. Universitas Harvard adalah salah satu universitas paling bergengsi di dunia dan mempunyai pendapatan terbesar di antara … Continue reading

Orang Sunda Pemakan Rumput

  Isteri saya bercerita tentang bagusnya makanan mentah berupa sayuran dan buah, yang dia baca dari internet. Katanya, ada sebuah keluarga di Rusia yang yang berpenyakit, dari ayah, ibu sampai anak. Dan mereka baru sembuh dari asma, tiroid, dan diabetes setelah ganti menu makan dari  tepung, daging, dan susu menjadi sayuran dan buah mentah. Saya … Continue reading

Allah Menyukai Amal Kecil Yang Rutin

Pagi ini saya hampir menangis karena sedih dan maran kepada istri saya. Kenapa? Kemarin, saya bangga karena dalam belanjaannya istri saya menyertakan sekantong plastik ikan cue (pindang) tongkol yang sudah dipotong-potong. Ikan itu, saya pikir, sengaja dibeli untuk makanan kucing. Memang benar sih, tapi … Saya biasa menghancurkan ikan itu dan mencampurnya dengan nasi, supaya … Continue reading

Snouck Hurgronje Dan Agus Salim

Snouck Hurgronje seorang orientalis(t). Titik? Tidak. Penyebutan nama ini bisa menjadi awal dari pengungkapan episode sejarah dunia yang panjang dan rumit. Orientalis, harfiah, berarti “orang yang ahli tentang ketimuran”. Tapi, karena mereka lahir seiring maraknya imperialisme dan kolonialisme, yang mewakili penjajahan bangsa-bangsa Eropa (dan Amerika) yang beragama Kristen terhadap bangsa-bangsa Timur, khususnya yang beragama Islam, … Continue reading

Terklepek-klepek

Sedang asyik sarapan, tak sengaja saya mendengar pembawa acara teve mengucapkan istilah “terklepek-klepek”. Dalam hati saya tertawa geli. Ini pastilah istilah baru yang terlontar begitu saja dari si pembawa acara, Maudi Kusnaedi, yang kini sudah kelihatan tua. (Saya ‘mengenalnya’ ketika dia bermain dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan, tahun l190an). Bukan main lucu dan mengenai … Continue reading

Kuliah Pagi

Pagi-pagi sudah ada yang mengetuk pintu. Ternyata yang datang salah satu sopir kantor istri saya. Anak Betawi yang pakai nama Jawa, Susanto. Sebelum saya sempat bertanya, dia sudah berkata sambil mengulurkan tangan, “Ini, Pak, kunci kantor. Kemarin saya pinjam sama Bu Fina.” Setelah saya terima kunci tersebut, dia bertanya, “Lagi ngapain, Pak?” Saya jawab, “Lagi … Continue reading

Aqil Terlambat Dikhitan

Kemarin, Sabtu 11 Juli 2015, Secara tak terduga, Aqil harus dikhitan. Saya baru tahu sehari sebelumnya dari istri saya, yang telah mengontak orang di Rumah Khitan di Bekasi. Dan karena Sabtu pagi itu ada tugas mengajar sharaf kepada ibu-ibu komplek, saya tak ingat hal itu. Jadilah secara ‘mendadak’, saya mengantar Aqil dan emaknya ke tempat … Continue reading

Ãqil Mujîbur-Rahmãn (Putra Kami)

Setelah mengalami pukulan batin karena bayinya terdahulu (2011) wafat di dalam kandungan, akhirnya Allah memberikan hiburan besar bagi istri saya, dengan kelahiran bayi keduanya… Al-marhumah saya beri nama Salmah Fitya Irhamy, dan adiknya kini saya beri nama Aqil Mujibur-Rahman (عاقل مجيب الرحمان). Kata pertama, Aqil(un) artinya orang yang berakal atau orang yang menggunakan akalnya, cerdas, … Continue reading

Keajaiban Burung Bangkai

Burung nasar atau burung bangkai, berpesta dengan daging busuk, dan bila bagian dari daging mangsanya tersembunyi di bagian yang sulit dipecahkan oleh paruh mereka, burung nasar pun memanfaatkan lubang-lubang tubuh mangsanya, kadang mereka memakan kotoran! Bagaimana burung ini bisa mencerna makanan yang bila dimakan hewan-hewan lain justru mematikan? Para peneliti memeriksa DNA usus nasar untuk … Continue reading

Sakitku dan Halusinasi

  Kemarin sore, demi menenangkan istriku dan kawan-kawan dekatku yang sangat peduli padaku, aku terpaksa pergi ke dokter. Seorang dokter lelaki tua memeriksaku. Di pembaringan, ketika aku tertelentang, ia menempelkan stetoskopnya di jantung, paru-paru dan perutku.Setelah itu ia menyuruhku duduk, lalu menempelkan stetoskopnya di leher, bahu, dan punggung bagian atas. Kemudian di tangan bagian atas … Continue reading