Apa itu PIPB?

Karena Goblok Maka Go Blog!

akuBeberapa teman saya dan bahkan istri saya sudah punya blog dan web. Kalau berkumpul, mereka selalu ramai bicara tentang blog dan ngeblog, sampai pernah saya katakan kepada mereka bahwa mereka sudah pada goblog semua!

Mereka tertawa karena mengerti bahwa yang saya maksud bukan “goblok” tapi ‘go public’ melalui blog (go-blog). Dan itulah yang belum saya lakukan.

Maka, mulailah saya membacai blog-blog mereka dengan istrikupanduan istri saya. Tiba-tiba, saya tersentak dengan penyerangan Israel ke Gaza, yang sampai hari itu, 16 Januari, jumlah korban mereka sudah di atas seribu orang, militer dan kebanyakan sipil, yang mencakup ibu-ibu dan anak-anak. Tapi yang tak kalah membuat saya terpana dan bingung adalah sikap para penguasa negara-negara Arab, yang membiarkan saudara sebangsa dan seagama dibantai musuh yang sangat biadab itu.

Kenapa mereka hanya menonton?

Tapi, hal itu juga terjadi pada diri saya.

Kebiadaban Israel hanya bisa jadi tontonan?

Saya merasa dibanting tangan yang tak kelihatan (invisible hand) ke sebuah sudut yang memaksa saya jadi ‘penonton yang baik’.

Sungguh menyakitkan.

Tapi apa boleh buat?

Apa yang bisa diperbuat?

Saya akhirnya memejamkan mata dan menulikan telinga, walau hati tidak bisa saya bikin mati.

Pikiran saya akhirnya berkata, “Kita – umat Islam, harus berbuat sesuatu untuk masa depan yang lebih baik. Kita sudah terlalu lama jadi umat yang bodoh.

Meski mungkin kedengaran naif, itulah yang – akhirnya! – mendorong saya membuat dan mengisi blog ini.

Sesuatu yang besar – kebiadaban Yahudi dan kebodohan umat Islam – hanya mendorong saya mengaktifkan sebuah blog?

Wah, saya benar-benar orang goblok yang go-blog!

Astagfirullah!

Ampuuuuun, ya Allah!

————————————————————————————-

monyet-lucu

Tapi saya mau bikin blog macam apa?

Al-hamdu lillah!

Pertanyaan itu saya temukan jawabannya dengan cepat.

Saya mau bikin blog berbau politik dan Islami!

Simaklah obrolan di bawah ini!

APA ITU PARTAI ISLAM PARA BLOGRRR?

Tanya: Wah, agak aneh juga tuh PIPB alias “Partai Islam Para Blogrrr”. Maksudnya apa?

Jawab: Pertama, blogerr itu plesetan dari blogger. Kedua, ini adalah partai Islam, untuk orang Islam (muslim) yang suka nge-blog dan sudah go-blog atau yang suka nge-web dan punya web atau situs di internet.

T: Untuk para blogger dan webber saja?

J: ya! Tapi mereka tidak dilarang mengajak yang bukan blogger dan webber untuk bergabung.

T: O, kalau begitu PIPB hanya mau menjadikan mereka sebagai juru kampanye terselubung?

J: Tidak terselubung. Mereka boleh berkampanye secara suka-rela melalui dunia maya.

T: Sebenarnya apa sih yang mau ditawarkan kepada mereka?

J: Persatuan, persahabatan, persaudaraan dan kerja sama antar sesama muslim.

T: Wah, rasanya itu basi deh!

J: Anda keliru! Itu klasik, bukan basi. Sesuatu yang klasik artinya sesuatu yang tidak pernah basi. Kalau itu anda anggap basi, berarti anda hidup dalam keadaan sebaliknya.

T: Kenapa hanya hanya muslim?

J: Karena penghuni terbanyak negara kepulauan ini adalah muslim. Kalau selama ini bangsa kita menemukan banyak masalah, kena banyak musibah, letak kesalahannya mungkin pada mereka, atau tepatnya beban tanggung jawabnya, beban moralnya, mau tak mau harus ditanggung oleh mereka.

T: Tapi, bukankah sudah ada partai-partai Islam? Apakah anda menganggap mereka gagal?

J: Ya partai-partai Islam itu biarkan saja bekerja menurut cara mereka. Toh dilarang juga mereka tak akan berhenti. Bisa-bisa malah ngamuk kan? Ha ha!

T: Saya bertanya: “Apakah anda mengganggap mereka gagal?”

J: Gagal bersatu; itu kan kenyataan sejak dulu. Sejak negara ini berdiri. Dan, kalau gagal bersatu, apa mereka bisa jadi kuat?

T: Karena itu, anda punya obsesi untuk mempersatukan mereka?

J: Tidak. Untuk apa memelihara obsesi atau ambisi mempersatukan mereka? Walau tidak boleh diremehkan, mereka kan hanya orang-orang elite! Padahal kekuatan Islam itu justru pada umat awam, pada rakyat. Sebab, elite itu sedikit, sedangkan rakyat itu banyak. Kalau para elite sibuk sendiri-sendiri, mengejar obsesi dan ambisi sendiri-sendiri, umat yang awam tentunya harus bangkit dari keterpurukan, belajar mengurusi diri sendiri.

T: Tapi, bukankah umat awam itu membutuhkan para elite untuk memimpin mereka bangkit dari keterpurukan?

J: Ya, tapi bukan elite politik, atau elite agama yang asyik berpolitik. Umat awam itu hanya membutuhkan para elite muslim yang hanif.

T: Misalnya seperti apa?

J: Elite itu kan artinya a group of people who are the richest, mos powerful, best educated etc people in society, and who do not want others to share the advantages of their position. (Sekelompok orang dalam masyarakat yang berstatus paling kaya, sangat berkuasa, berpendidikan terbaik, dan mereka tidak mau berbagi posisi dengan kalangan lain). Begitu menurut sebuah kamus. Nah, kalau yang dimaksud elite itu seperti itu, yaa, mereka memang tidak merasa harus peduli pada umat awam atau rakyat jelata. Sebaliknya, umat awam juga tidak membutuhkan mereka.

T: Tadi anda menyebut “para elite muslim yang hanif”. Gambaran anda tentang mereka itu seperti apa?

J: Kira-kira seperti para sahabat Nabi Muhammad lah!

T: Wow! Begitu ya? Dan anda, maksud saya PIPB mempunyai orang-orang seperti itu?

J: Belum sih! Tapi kalau yang mendekati mereka, yang berusaha menjadi seperti mereka, yaa sudah ada lah!

T: Jadi, mereka itulah orang-orang elitenya PIPB ya?

J: Ya. Tapi elite dalam kehanifan ya! Elite dalam hasrat dan semangat untuk menikuti keteladanan Rasulullah.

T: Sekali lagi, PIPB sudah mempunyai orang-orang seperti itu?

J: Insya-Allah!

T: Dan mereka dengan PIPB hanya akan mengurusi umat Islam?

J: Ya!

T: Kenapa?

J: Karena mengurusi mereka saja pun sudah cukup merepotkan. Dan, sebaliknya, kalau mereka sudah terurus, pastilah bangsa kita ini bisa mencapai tujuan seperti yang tertulis dalam UUD itu.

T: Tapi, apa iya PIPB mampu mengurusi mereka?

J: Yaa kita coba saja. Lagi pula, sebenarnya PIPB bukan mau mengurusi mereka. Cuma mengajak mereka bergabung, lalu kita sama-sama mengurusi diri, mengurusi umat, mengurusi bangsa, dan ikut mengurusi dunia, kalau bisa.

T: O, begitu ya? Tapi, apa iya partai macam PIPB ini bisa jalan?

J: Blog ini adalah tanda bahwaPIPB sudah jalan, dan kita akan jalan terus, sampai berhasil atau sama sekali memang tidak bisa berjalan.

T: Saya curiga. Jangan-jangan sebenarnya anda ingin membuat partai politik tapi tidak punya duit!

J: Seandainya sekarang saya punya duit, saya tidak akan bikin partai politik! Saya tetap akan bikin Partai Islam Para Bogrr ini!

T: Bisa anda gambarkan lebih lanjut PIPB itu sebernanya partai apa?

J: Ini partai luar biasa! Mengapa? Sebab, PIPB tidak akan dan tidak perlu ikut pemilu. Dengan begitu, partai apa pun yang mau ikut pemilu tidak perlu merasa tersaingi atau terancam oleh PIPB.

T: Tapi, partai yang tidak berniat ikut pemilu apa bisa disebut partai? Bukankah partai-partai memang dibikin justru untuk ikut pemilu? Untuk ikut proses dan prosedur demokrasi?

J: Kan sudah banyak orang bilang bahwa selama ini kita cuma menjalankan demokrasi formalitas, bukan demokrasi hakiki. Untuk menampilkan dan meramaikan formalitas itulah (sebenarnya!) partai-partai kita dibikin.

T: Maksud anda mereka yang bikin partai-partai itu hanya menunggangi demokrasi? J: Ya. Kalau tidak salah!

T: Sayang, saya tidak tahu anda salah atau benar. Tapi, sebaliknya, apakah PIPB bukan hanya partai-partaian, alias partai mainan, partai bohongan?

J: Memang, bila dilihat dari sudut pandang demokrasi formalitas tadi, PIPB seperti partai main-main atau bohongan. Tapi PIPB ini sebenarnya muncul seiring dengan merebaknya kekhawatiran kalau-kalau demokrasi itu sendiri sudah diambang kehancuran.

T: Lho, kok anda ngomong begitu?

J: Sebenarnya itu bukan saya yang ngomong! Saya membaca dan mendengar bahwa sistem demokrasi sudah terbukti berulang-ulang sebagai “bukan jawaban” yang tepat untuk mencapai tujuan hakiki kemnusiaan. Bahkan demokrasi juga sebenarnya tidak mampu menegakkan dan atau memperjuangkan tegaknya hak asasi manusia (HAM).

Jadi, menurut yang Anda baca dan dengar, demokrasi bukan jawaban yang tepat untuk mencapai tujuan hakiki kemanusiaan? Menurut Anda, di mana letak kelemahan demokrasi?

Seperti biasa. Sesuatu yang dianggap hebat, kelemahannya justru terletak pada kehebatannya sendiri!

Wah, pernyataan yang sangat menarik! Coba jelaskan apa yang Anda maksud!

Kehebatan demokrasi itu kan jelas terletak pada dalil bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat untuk rakyat. Dalam kenyataan, yang “dari rakyat” itu apa? Suara! Ya, suara. Dan suara ini berarti kekuasaan. Suara rakyat diberikan kepada wakil mereka. Wakil mereka lalu menyerahkan kepada para eksekutor dalam bentuk mandat (tugas; komando; perintah), dan selanjutnya kaum eksekutif (pemerintah) menghadapkan kekuasaan itu kepada siapa? Kepada rakyat kan? Jadi, dengan sistem demokrasi, rakyat itu ibarat memberikan senjata kepada para wakil mereka (legislatif), yang kemudian oleh kaum eksekutif senjata itu ditodongkan, dan kadang malah ditembakkan secara langsung kepada rakyat sendiri. Jadi senjata makan tuan kan?

Wah, Anda keterlaluan! Terlalu sinis!

Apa yang keterlaluan?Apa yang terlalu sinis? Kita sudah mencoba demokrasi berkali-kali. Mulai dari demokrasi liberal, demokrasi terpimpin di masa Sukarno; kemudian demokrasi terkendali di zaman Suharto; lalu demokrasi liberal lagi di era reformasi. Hasilnya bagi rakyat apa? Kekuasaan yang mereka amanatkan kepada para wakil dan mandataris itu toh malah dihadapkan kepada rakyat sendiri! Buktinya? Rakyat tetap sulit mendapatkan hak-hak mereka. Mereka yang oleh demokrasi diagung-agungkan sebagai pemilik kekuasaan itu, kenyataannya malah lebih sering menjadi korban kekuasaan.

Itu kan karena para penguasanya yang korup, bukan karena sistemnya yang salah!

Kalau memang sistemnya tidak salah, kenapa sistem itu tidak bisa mencegah penguasa melakukan korupsi?

Korupsi itu kan soal moral manusianya yang bejat, bukan soal sistem pemerintahannya!

Tidak juga. Tidak benar begitu. Saya selalu ingat kata-kata Nurcholis Madjid yang menegaskan bahwa demokrasi tidak bisa menjamin terpilihnya pemimpin yang baik. Malah dia bilang, kurang-lebih, bila dengan demokrasi yang terpilih jadi pemimpin itu adalah tuyul atau setan gundul, maka kita harus bersedia dipimpin oleh tuyul atau setan gundul.

Hm, ya, ya! Serem juga ya?

Apa yang seram?

Itu tadi; kalau pemimpin kita tuyul atau setan gundul…

Itu kan bahasa kiasan. Yang dimaksud tuyul itu kan ’setan’ yang suka menguras tabungan orang itu! Jadi, bayangkan kalau anda punya pemimpin yang kerjanya menguras tabungan rakyat!

Tabungan rakyat? Rakyat kita yang miskin-miskin, punya tabungan apa? Utang?

Wah, anda ini bodoh atau berlagak tidak pintar? Tabungan rakyat itu adalah kekayaan alam yang diberikan Allah kepada kita, dan anak-cucu kita. Kalau itu semua dikuasai tuyul, apa yang tersisa untuk generasi mendatang?

Waduh, jadi tambah serem!

Ha ha!

Tapi, kalau begitu, lantas penggantinya apa?

Nah, itu pertanyaan bagus!

[Bersambung]

Comments
46 Responses to “Apa itu PIPB?”
  1. Pedy says:

    Salam Kenal, semoga sukses dengan blog-nya!🙂

  2. ahmadhaes says:

    Ahlan wa sahlan! Al-hamdu lillah. Terimakasih. Sukses adalah milik mereka yang mau hidup dengan agama Allah! Semoga kita menjadi bagian dari mereka!

  3. Fahrul says:

    semoga PIPB bermanfaat untuk tegaknya Islam

  4. Ahmad Haes says:

    Amin! dan terimakasih atas kunjungan anda. Nanti saya balas berkunjung ya? (Eh, sudah punya blog belum?).

  5. nigweilia says:

    Hi All

    Just a quick hello!

    This seems to be a really nice community site you have got here.

    Be seeing you round shortly!

    Best Regards, nigweilia [url=http://thongpie.com/technology/mobile-phones/automatic-cashback-phone-incentives/2009/06/15/][img]http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/smile.gif[/img][/url]

  6. maman says:

    semoga kita kembali memahami alquran dalam konteks ilmu bukan konteks kekuasaan atau pengaruh

  7. andi says:

    mdh2an blog ini bisa membawa pencerahan dan penyadaran bagi yang membutuhkannya.

    ayo terus berjuang….semata2 karena Allah.

  8. ahmad haes says:

    Ya, semata-mata lillahi ta’ala! Aamiin!

  9. andi says:

    pak ahmad,

    kalo bisa disediakan ruang utk donlod artikel yang sudah berformat pdf. kalo gak diupload ke tempat lain.

  10. Ahmad Haes says:

    Ya, insyaAllah, nanti. Skr saya masih belum sempat.

  11. innortupt says:

    Hi Everybody

    Words like global warming are generally too scientific to participate in – but, earthquakes and mass death should not be another disregarded statistic. Hundreds of thousads are dead and homeless

    [b]Please help the victims to Haiti & Chile[/b]
    http://www.google.com/relief/haitiearthquake/

  12. Deden says:

    salam kenal.. semoga sukses

  13. Ahmad Haes says:

    Salam kenal kembali. Terimakasih!

  14. iswardono.jogja says:

    ass. turut berbangga atas ide pipb,ikut dukung deh… jogja. wass

  15. Ahmad Haes says:

    Matur nuwun sanget Mas utk kunjungan dan dukungannya!

  16. iswrdono says:

    kira-kira bisa gak dituliskan tarjamaah khusus versi quran menerangkan quran dI BLOG ini? paling tidak surat2 pendek

  17. Ahmad Haes says:

    Masukan bagus. InsyaAllah nanti; kalau saya mampu mengerjakannya.

  18. santoso says:

    maju terus pantang mundur.,……. karena kita semua hamya diperankan untuk melakukan peran oleh yang maha agung………..

  19. Ahmad Haes says:

    Setuju! Terimakasih utk dukungan anda!

  20. Fitrah Nur says:

    Trus dalam rattill demi terwujudnya DINUL ISLAM, semoga sukses

  21. Ahmad Haes says:

    InsyaAllah. Amin!

  22. Anton saputra says:

    Salam kenal.. Numpang brhrp,Smga hdp kt smua selamat smpi ‘tujuan’. Sukses ya pak blog nya..sy sgt sng..

  23. Ahmad Haes says:

    Salam kenal kembali. Terimakasih utk doanya. Soal harapan, mari berharap kpd Allah dan ajaranNya.

  24. verawati says:

    Kenapa setiap saya baca tulisan2 bang husen sejak pertama kali dulu, selalu saja ada rasa haru dan sedih karena setiap kata yang tertulis bagitu menyentuh dan tak jarang membuat saya menangis. saya minta izin mencopy paragraf “takwa dalam pembuktian” ya bang?..saya mau share lewat FB. kadang2 saya malu sama abang yang telah banyak berbuat. tapi saya?…semoga Allah mengampuni saya.

  25. Ahmad Haes says:

    1. Jangan berlebihan, Neng! Saya belum apa2 kok; 2. Silakan kopi apa pun yang kamu suka dari blog ini; 3. Allah pasti mengampuni kesalahan orang2 yang selalu berusaha memperbaiki diri.

  26. Arief Rachman says:

    Sambungannya Kapan Bang, ditunggu.
    kalau saya mau sharing secara pribadi lewat mana Bang,

    Wassalam
    ariefr46@gmail.com

  27. Ahmad Haes says:

    1. Sabar ya. 2. Lewat e-mail boleh.

  28. I just added your blog site to my blogroll, I pray you would give some thought to doing the same.

  29. harta sujarwo says:

    mendengar istilah PARTAI, tadinya saya alergi dan pesimis dengan partai2 yg sdh ada. Tapi setelah diselami, ternyata cuma pinjam istilah yg visi dan misinya benar2 beda dengan partai2 fomal. Malah merupakan terobosan spektakuler dalam arti mengerahkan segenap potensi da’wah untuk penegakan Dinul Islam. Sehingga Da’wah yg dilakukan melalui pendekatan yg tepat sesuai tantangan zaman yakni masyarakat yg sdg keranjingan dan kesasar di dunia maya diharapkan menemukan kebenaran di dunia maya juga.

  30. harta sujarwo says:

    Oleh karena saya juga memperoleh manfaat dari nyasar di dunia maya, akhirnya ketemu kebenaran2 yg belum saya ketahui. Tidak mungkin kebenaran2 itu bisa sampai ke hati sanubari kita tanpa dendangan dimensi malaikat yg ruang lingkupnya 600 asfek kehidupan. dunia maya salah satunya. selalu ada kebenaran yg belum kita ketahui. maju terus menerobos ruang dan waktu tanpa merusak batas2nya

  31. Sam Inda says:

    I certainly didn’t realize that. Learnt something new right now! Thanks for that.

  32. Benk-2 says:

    Slam knal mas bro

  33. Ahmad Haes says:

    Salam kenal kembali. Semoga rahmat Allah bersama anda dan keluarga, selalu.

  34. Ali Imran says:

    salam kenal tuk semua…

  35. SYAEFUN says:

    Salam Kenal smua… semoga DINUL ISLAM SATU2NYA PENATAAN HIDUP BERUJUD DI PERSADA INDONESIA

  36. gundul says:

    Wah… mas Ahmad bisa aja, izin share lagi dech😀

  37. Ahmad Haes says:

    Silakan, silakan; dengan senang hati.😀

  38. URIKSS says:

    SALAM KENAL JUGA DARI SAYA

  39. Defi yanto says:

    met siank bang,gimana cara gabung nya?trim’s

  40. Ahmad Haes says:

    Untuk sementara ikuti saja dulu blog ini. Terimakasih.

  41. syafei gunawan says:

    assalamualaikum WW. salam kenal utk pak ahmad dan pengunjung sekalian. semoga madinatul munawwarah nya segera terwujud. terima kaih banyak.

  42. pepe hapidin says:

    saya ingin tau no hp pa ahmad haes gimana caranya

  43. Ahmad Haes says:

    Mohon maaf sebesar-besarnya, saya belum siap melayani obrolan lewat telepon, karena sekarang pun sudah ada bbrp org yg agak mengganggu kegiatan saya, dg mengajak saya mengobrol lewat telepon. Bila ada yg ingin diobrolkan, silakan melaui email saja: ahmadhaes@yahoo.com
    Sekali lagi, mohon maaf dan harap maklum.

  44. aneuk aceh says:

    tulisan yg bermanfa’at..

  45. kang encep says:

    Alhamdu lillahi, akhirnya saya menemukan blog yang kontennya berbeda dari jutaan blog yang sudah ada. Dengan ini saya menyampaikan salam silaturahim kepada Kang Ahmad Haes. Wassalam.

  46. Ahmad Haes says:

    Wa ‘alaikumus-salaam wr wb. Semoga Allah selalu memberkahi anda dan keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: