Shaum adalah Imsak!

Shaum Adalah Imsãk

 

 

Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba. Kita akan melakukan shaum! Yang biasa kita terjemahkan sebagai puasa. Secara gurauan sering saya katakan bahwa puasa itu sama dengan pause dalam bahasa Inggris yang berarti short interval or stop (berhenti sebentar). Tapi bila kita periksa ‘kamus ‘ lain, puasa (shaum) adalah imsãk(un) yang artinya bertahan. Jelssnya, imsãk I (إمساك) adalah masdar dari kata kerja amsaka (menahan), kebalikan dari kata kerja arsala ( ارسل, melepas). Imsãk  di sini bukan “waktu imsak” dalam pengertian  kita selama ini, yaitu ‘batas waktu makan sahur”.

Jadi, sekali lagi, inti dari ‘puasa’ itu adalah menahan atau bertahan. Atau menurut sebuah hadi (belum saya periksa) inti dari puasa adalah sabar, dan arti sabar  (صبر) di sini adalah “teguh bertahan”. Yaitu teguh bertahan dengan ajaran Allah. Bukan teguh bertahan (ngotot) dengan segala hal yang kita suka.

Secara ritual, menurut Rukun Islam bikinan para ulama (boleh dipertanyakan!), puasa menempati ut urutan keempat (setelah syahadat, shalat, zakat). Bila kita kaji lebih jauh, dalam konteks Dinul-Islam sebagai sebuah organisasi, ritual syahadat adlah semacam pengukuhan (semacam rekruitmen) diri menjadi anggota organisasi. Dan shalat, yang 5 waktu khususnya, sebagai kelanjutannya, adalah sebuah sarana untuk memantapkan diri dalam visi dan missi Dinul-Islam. Dengan kata lain, melalui shalat 5 waktu terutama, setiap Muslim harus membina diri agar megnuasai apa itu ‘visi danmissi’  Dinul-Islam; yang semua tercantum dlam Al-Qurãn, yang menjadi bacaaan utama shalat.

Selanjutnya, setelah shalat, adalah  zakat, yang pada satu sisi merupakan upaya “pembersihan diri dari ajaran bathil”  dengan menanamkan ajaran haq, dan pada satu sisi yang lain, adalah upaya para Muslim untuk menghidupkan organisasi (dengan menghimpun dana).

Selanjutnya, ini yang sedang kita bahas!, adalah shaum (puasa); sebagai sarana pembinaan kesabaran; yaitu pembinaanketanggguhan diri dalam bertahan dan atau mempertahankan (= memperjuangkan) tegaknya ajaran Allah.

Satu sisi,puasa adalah ‘ujian diri’ yang benar-benar ampuh untuk mngetes ketangguhan seseorang. Dulu saya puny adik yang cenderung preman, jago berantem dan jago macam-macam. Tapi begitu tiba waktu Ramadhan, dia adalah orang yang paling tidak mampu melawannafsu makan dan minum! Dekarang, saya juga punya teman yang dikenal sebagai preman, yang sangat ditakuti orang. Tapi begitu diharuskan berpuasa, dia adalah orang yang paling tak sanggup menahan haus dan lapar. Dia berpuasa, tapi bila hari sudah siang, dia harus melawan haus dan lapar dengan cara berendam di bak mandi!

Itulah salah satu contoh bahwa inti dari puasa adalah menahan dan atau bertahan. Lucunya, bila banyak jagoan tak mampu berpuasa, banyak pula anak kecil yang menolak berpuasa setengah hari, dan ngotot ingin berpuasa sampai maghrib! Inilah salah satu contoh bahwa dalam bertahan itu yang penting adalah peran mental,bukan (hanya) fisik.

Dengan kata lain, ketangguhan yang hendak dibentuk, antara lain. Melalui puasa, terutama adalah ketangguhan mental kita. Agar kita menjadi pejuang yang konsisten (istiqamah) bertahan (berjuang) menegakkan visi yang kita yakini dan missi yang kita emban.

Sekian dulu.

Selamat berimsãk!

 

Bekasi, Medio Mei 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: