Ringkasan Aspek-Aspek Ilmu

Catatan:

Tulisan ini merupakan tambahan atau pendamping bagi video-video saya yang membahas metode, sitematika, analitika, dan objektifita Al-Quran.

____

Ilmu adalah rangkaian keterangan yang didukung oleh fakta.

Rangkaian keterangan disusun oleh narasumber; sedangkan faktanya bisa ditunjuk oleh narasumber, juga bisa diberikan atau dicarikan oleh pendukung nara sumber, yang melakukan studi atas rangkaian keterangan belakangan dan di tempat-tempat lain.

METODOLOGI adalah masalah narasumber dengan rangkaian keterangan dan faktanya. Metodologi tidak terpisahkan dari narasumber. Pada dasarnya, semua ilmu nilainya  sangat ditentukan oleh:

  1. Menerangkan tentang apa? Mengajak menusia dari mana, hendak ke mana? (METODE).
  2. Rangkaian keterangannya, tersusun rapi tidak? (SISTEMATIKA).
  3. Rangkaian keterangannya, ada faktanya tidak? (ANALITIKA)
  4. Rangkaian keterangannya, sesuai atau tidak dengan faktanya? (OBJEKTIFITA tahap pertama)
  5. Semua rumusnya bisa diuji atau tidak? (OBJEKTIFITA tahap kedua).

Karena itu, setelah kajian tentang metode, kajian dipusatkan pada sistematika.

SIATEMATIKA adalah kajian khusus tentang rangkaian keterangan (Disusun secara lisan, berupa makalah, buku, dsb). Masalahnya mencakup:

  1. Rangkaian keterangannya, tersusun rapi atau tidak? (Ada pendahuluan, uraian, simpulan).
  2. Rangkaian keterangannya LOGIS atau tidak?
  3. Rangkaian keterangan harus berupa urian yang rapi, jelas dan logis. (Bila tidak demikian, rangkaian keterangan sudah jatuh menjadi wacana yang kacau. Berarti tak layak disebut ilmu).

ANALITIKA adalah kajian khusus tentang PENDATAAN dari keterangan yang sudah teruji rapi dan logis. Masalahnya mencakup:

  1. Segala yang disebut dalam keterangan, harus ada data/faktanya.
  2. Segala rumus harus bisa dilanjutkan dengan percobaan dalam rangka pembuktian.

Terakhir, objektifita adalah kajian berkenaan dengan pencocokan gagasan dengan kenyataan. Jelasnya, OBJEKTIFITA adalah tindakan untuk membuat rangkaian keterangan (gagasan) menjadi KENYATAAN.

Dalam kaitan dengan Al-Quran sebagai ilmu, jelas bagi kita bahwa narasumbernya adalah Allah, dan faktanya adalah semua yang dicipatkan olehNya dan tergantung kepadaNya. Dengan demikian metode Al-Quran tidak terpisahkan (berasal dari) Allah.

Dalam hal sistematika, Al-Quran jelas tersusun secara rapi. Ada pendhuluan (sura Al-Fãtihah), ada uraian (surat-surat panjang), ada simpulan (surat-surat pendek).

Secara analitika Al-Quran mengacu pada data yang ada (alam).

Secara objektifita, Al-Quran telah diwujudkan oleh Rasulullah dan umat semasanya (Sunnah Rasul), dan semua bisa diulang dengan urutan:

  1. Akhlaq pribadi Rasulullah (Kana khuluquhulqur’ana), yang ditetapkan sebagai uswatun hasanah. (Personality building).
  2. Umat yang dibangun Rasulullah (umat Muhammad tahap awal; umat Islam). (Nation/community building).
  3. (Society/state building).

 

A.Husein, Bekasi, 20 Mei, 2016.

Comments
2 Responses to “Ringkasan Aspek-Aspek Ilmu”
  1. Goefron says:

    Mohon informasi tempat belajar nahfu shorof , jadwal dan tempatnya di bekasi , sy berminat untuk belajar

  2. Ahmad Haes says:

    Datanglah dulu ke alamat ini: Pondok Gede Plaza, Blok F No. 9, Bekasi. Waktu bisa diatur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: