Tidak Boleh Berhenti Di Simbol

Kambing berkaosPotong hewan simbol (lambang) dari pemotongan (penaklukan) sifat-sifat hewani. Berbagi daging hewan, yang harganya mahal, tidak terjangkau orang miskin, simbol dari berbagi kemakmuran.
Tidak boleh berhenti di situ. Tidak boleh puas dengan hanya menyembelih hewan dan berbagi dagingnya. Bukankan para mubaligh sering mengulang kalimat bahwa “darah dan daging itu tidak sampai kepada Allah.”
Maksudnya, memang bukan itu yang diharapkan Allah dari penyembelihan hewan.
Itu hanya simbol.
Di balik simbol ada makna hakiki.
Penyembelihan sifat-sifat hewani harus melahirkan akhlaq mulia seutuhnya dari para pelaku qurban.
Pembagian daging, harus diikuti pemerataan kemakmuran yang sebenarnya, yang dilakukan oleh para pengendali sistem ekonomi…
Jangan puas, apalagi bangga, bila baru mementaskan sebuah simbol. Itu hanya ibarat upacara bendera.
Bendera merah-putih berkibar sesaat, lalu diturunkan, dilipat, dan dimasukan ke dalam laci.
Tidak cukup sampai di situ.
Simbol boleh dikibarkan hanya sesaat. Tapi isi dari simbol itu harus terus ‘berkibar’ dalam kesadaran.
Harus menjadi realita yang nikmat.

Jangan berhenti di simbol.

Bila tak ingin jadi pengkhayal.

Bila tak mau jadi penikmat dan pemberi harapan palsu.

Bekasi, 23 Sept. 2015, 16.28 WIB.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: