Kuliah Pagi

Aqil8

Pagi-pagi sudah ada yang mengetuk pintu.

Ternyata yang datang salah satu sopir kantor istri saya. Anak Betawi yang pakai nama Jawa, Susanto. Sebelum saya sempat bertanya, dia sudah berkata sambil mengulurkan tangan, “Ini, Pak, kunci kantor. Kemarin saya pinjam sama Bu Fina.”

Setelah saya terima kunci tersebut, dia bertanya, “Lagi ngapain, Pak?”

Saya jawab, “Lagi makan!”.

Lalu, sambil ngeloyor, dia nyeletuk, “Ooo, sarapan kali gini ari mah!”

Saya tertegun. Memang sarapan itu bukan makan ya? tanya saya dalam hati. (Mau tanya dia, orangnya sudah hilang!).

Pikir punya pikir, benar juga omongan anak itu!

Makan pagi, makan siang, makan sore, makan malam, semua sama-sama makan. Tapi, khusus untuk makan pagi, kita ‘sepakat’ (?) menyebutnya “sarapan”. Setidaknya, itulah istilah yang digunakan orang Betawi. Kalau orang Sunda, istilahnya “sasarap”.

Peristiwa kecil ini membuat saya merenung.

Bahasa melahirkan istilah-istilah. Dan istilah adalah kata pilihan, yang harus diucapkan dan atau ditulis pada tempatnya yang benar. Bila tidak, pendengar dan atau pembaca akan merasakan kejanggalan, dan mereka bisa protes seperti protes atau koreksi Susanto terhadap saya.

Terimakasih untuk kuliah pagimu, sobat!

Sebuah ‘sarapan’ yang cukup bergizi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: