Kelompok Belajar Bahasa Arab Khusus Ibu-Ibu

Kelompok Bljr Bhs Arab - kontrakan9 Di perumahan yang kami tinggali ada sebuah mushalla kecil yang entah sudah berapa lama terlantar. Tidak digunakan untuk shalat berjamaah maupun untuk acara pengajian. Belakangan malah dimanfaatkan salah satu warga untuk tempat santai dan tidur beberapa anak lelaki yang menjadi tamu mereka. Yang agak menyedihkan, mereka menggantung pakaian, menaruh kasur dan bantal di berbagai sudut, menciptakan pemadangan yang kurang sedap. Lama saya berpikir untuk memanfaatkan mushalla tersebut, tapi tidak menemukan gagasan yang bisa dilaksanakan. ‘Kebetulan’ saya suka menyetel CD pelajaran bahasa Arab. Dan ‘kebeulan’ pula tetangga sebelah menaruh perhatian, karena suaminya – katanya – sedang kuliah dan butuh materi pelajaran bahasa Arab. ‘Kebetulan’ lagi, dia adalah seorang pengajar “Iqra”. Singkat cerita, saya memberinya flashdisk berisi pelajaran percakapan bahasa Arab, sekaligus meminjaminya radio yang bisa meneyetel flashdisk. Entah berapa lama kemudian, saya menanyakan perkembangan penguasaan bahasa Arabnya, dan dia tampak ‘gelagapan’, tak bisa menjawab dengan jelas. Akhirnya, saya menawarinya belajar bahasa Arab. Tapi bukan bahasa percakapan, kata saya. Kita akan belajar bahasa Arab untuk memahami Al-Quran! Wah, boleh tuh!  Mau, mau, mau! katanya. Oke, kata saya. Kita akan memulainya dari belajar ilmu sharaf. Apa itu ilmu sharaf? tanyanya. Pokoknya lihat saja nanti, jawab saya. Kelompok Bljr Bhs Arab - kontrakan12 Waktu belajar pun disepakati. Kemudian, Ia pun mengajak 2 temannya. Dengan demikian, belajar pertama berlangsung dengan 3 peserta. Selanjutnya menejadi 4… Tempatnya di mushalla tersebut di atas. Tanpa saya sadari keinginan ( = doa) saya untuk memanfaatkan mushalla sudah terwujud. Al-hamdu lillah… ! Dan, kemudian, ia bercerita bahwa ada teman-temannya yang lain, 5 orang guru “Iqra”, ingin pula ikut belajar. Boleh, boleh, boleh! kata saya. Tapi mereka baru bisa bergabung setelah lebaran. Oke, gpp. Ternyata asyik juga mengajar ibu-ibu ini. Karena mereka guru, saya mengajar cukup mudah. Selain itu, metode pengajaran ilmu sharaf yang saya gunakan memang mudah diikuti dengan cepat. Tak peduli pesertanya baru pertama kali diperkenalkan dengan yang mereka sebut “bahasa Arab”. Dan karena ibu-ibu ini adalah guru, saya berharap mereka nanti ikut menyebarkan ilmu ini kepada murid-murid mereka. Jangan puas dengan hanya mengajarkan cara membaca Al-Quran! Ajarkan juga bahasanya. Supaya murid-murid anda bisa mengenal Al-Quran secara langsung! Mari kita lepaskan ketergantungan mereka terhadap guru. Bimbinglah agar mereka hanya bergantung kepada Allah, dengan mengamalkan ilmuNya (Al-Quran). Aamiin! Kelompok Bljr Bhs Arab - kontrakan11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: