Imam Al-Azhar Bertemu Marine Le Pen Untuk ‘Menunjukkan Islam Yang Benar’

Tayeb n Le Pen
 
Ahmed al-Tayeb (Ahmad ath-Thayyib), imam besar Al-Azhar, bertemu dengan pemimpin sayap kanan Marine Le Pen, Selasa (26 Mei) ketika ia berkunjung ke Kairo,  Mesir, untuk membahas sikap permusuhannya terhadap Islam dan Muslim.
Al-Azhar, lembaga tertinggi madzhab Sunni, memanfaatkan pertemuannya dengan pemimpin kanan Prancis, Marine Le Pen, untuk memperlihatkan “wajah Islam yang sebenarnya”.

Imam besar Al-Azhar, Ahmed al-Tayeb, memanfaatkan pertemuan tak terduga itu untuk menegaskan tanggung-jawab Le Pen atas sikap permusuhan partainya terhadap Islam dan Muslim seperti dilaporkan media internasional.

Dalam pertemuan mereka di markas besarnya, Tayeb mendesak presiden National Front itu agar meninjau ulang dan mengoreksi posisinya. Demikian tertulis di website Al-Azhar. Perbincangan mereka sebenarnya lebih seru dari yang diberitakan dalam website. Intinya pemimpin Al-Azhar menekankan agar dilakukan penanggulangan terhadap sikap anti-Islam (Islamophobia) di negara-negara Barat.

Abbas Shoman, wakil sang imam, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa “pernyataan-pernyataan tertentu kadang dihilangkan dalam pemberitaan, dan kami mengoreksinya”.

“Bila ia salah paham terhadap Islam, syaikh Al-Azhar ingin memperlihatkan kepadanya wajah Islam yang sebenarnya,” kata sang wakil pula.

Le Pen mengakui, selama perbincangan, bahwa harus ada pemisahan antara kekerasan atas nama agama dan pengakuan palsu yang mengatas-namakan Islam.

Dan dia juga mengakui “hak Muslim Prqancis untuk menjalankan iman mereka dan mengekspresikannya dengan sepenuh kemerdekaan.

Le Pen, yang tidak mengenakan kerudung dalam pertemuan itu, menulis tweet demikian: “Pertemuan di Kairo dengan pemimpin tertinggi Sunni: kesepakatan kuat tentang perang melawan kekerasan.”

Dia juga menemui paus Kristen Koptik Mesir dalam sebuah pertunjukan solidaritas bersama kaum Kristen yang terancam dengan bangkitnya militansi Islam di Timur Tengah.

Front Nasional, yang memperlihatkan kekuatannya dalam pemilu-pemilu lokal di Prancis, telah mengkampanyekan isyu-isyu panas tentang imigrasi dan integrasi Islam ke dalam masyarakat  Prancis.

Dialog yang dilakukan dengan petinggi Al-Azhar terjadi atas permintaan Le Pen, kata pihak Al-Azhar.

Lembaga berusia seribu tahun itu adalah pusat teologi Islam Sunni, yang merupakan cabang Islam terbesar, dan merupakan pendukung Islam moderat, serta mendorong terjadinya dialog dengan Kristen.

Al-Azhar juga merupakan pengawas dari sejumlah universitas di luar Mesir, menawarkan kursus-kursus bagi ribuan pelajar Islam dari seluruh dunia.

Middle East Online: 29 Mei 2015

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: