Suara Rakyat Adalah Suara Teror

Hong-kong-protests-28-sept-01-horizontal-gallery

Pemimpin sejati adalah ilmu.
Tapi ilmu tidak bisa dipisahkan dari orangnya (ilmuwan).

Para anggota dewan dipilih sebagai wakil rakyat karena dianggap berilmu, atau setidaknya punya ilmu lebih tinggi dari rakyat.

Rakyat (dari “raiyyatun”), harfiah berarti “gembalaan”, yang bila tidak dipimpin penggembala (ra’in) bisa berbuat sesuka hati. Lihatlah ketika mereka berdemo. Bila tak ada polisi, mereka bisa menimbulkan kekacauan dan kerusakan di mana-mana.

Suara (kehendak; kekuasaan; power) rakyat adalah kata lain untuk teror.

Coba berikan satu truk beras kepada rakyat dan suruh mereka berbagi secara adil. Mereka akan berebutan, saling desak, saling sikut, saling injak, saling baku hantam!

Hal seperti ini sudah sering terjadi ketika orang-orang kaya hendak membagikan zakat fitrah!

Dalam demokrasi dikatakan bahwa “suara rakyat adalah suara Tuhan” hanya karena suara terbanyak menjadi penentu kemenangan, yg tidak bisa dibantah alias seolah-olah suara Tuhan.

Tapi kenyataannya suara rakyat itu bisa dibeli dan atau dirampok oleh orang-orang kaya yang pintar dan culas, dan rakus kekuasaan.

Dengan demikian, pemilik uang dan atau perampok suara rakyat itulah yang sebenarnya menggantikan peran Tuhan di bumi ini.

Di belakang layar, di hadapan para pengikut, mereka mendabik dada seraya mengatakan seperti yang dikatakan Fir’aun dulu, “Ana rabbukumul-‘a’la,” (akulah Tuhan kalian yang mahatinggi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: