Ibadah Haji Dan Foto Selfie

Haji n selfie

Ponsel membuat perjalanan haji jadi terasa lebih aman, tapi juga menggoda para calon haji untuk terus terkait dengan media sosial, yang tentu mengganggu kekhusyukan mereka beribadah.
Para insinyur Saudi Arabia telah menata ulang sistem lalu-lintas masjid untuk mengurangi tabrakan antar-rombongan.
Kubah-kubah bergerak, payung-payung raksasa untuk menaungi jama’ah haji dari Madinah telah dibuat.
Secara teknologi rancangan arsitektur di masjid-masjid Makkah dan Madinah semua menjanjikan pengalaman yang lebih aman dan nyaman bagi sekitar 2 juta muslim ta’at yang tumpah di Saudi Araria.
Tapi ada hal yang memprihatinkan bagi para tokoh agama sehubungan dengan merebaknya penggunaan smartphone di tengah jama’ah yang membludak itu. Para jama’ah, terutama yang muda, tak menyia-nyiakan kesempatan berfoto sambil mencium batu hitam (hajar aswad) di sudut Ka’bah, atau jual tampang dengan latar belakang berbagai tempat suci.
“Belakangan ini, tak ubahnya badai, demam selfie telah mendorong jama’ah haji dan para pengunjung mendatangi dua masjid suci. Ini menyedihkan bagi para ahli agama yang mencela perilaku keturis-turisan (touristy behaviour) itu.” Demikian antara lain website Arab News menulis dalam sebuah artikel.
Seorang guru agama dari Riyadh, Zahra Mohammad, mengatakan bahwa mengambil foto-foto selfie kemudian menyiarkannya lewat media sosial, berdampak merusak nilai kekhidmatan dan penyerahan diri yang diharapkan tumbuh selama beribadah haji.
“Berfoto dan bervideo selfie bertentangan dengan doa Rasulullah,” kata Syaikh Assim al-Hakîm, yang menganggap bahwa memoto rangkaian upacara haji bertentangan dengan inti ibadah haji yang diharapkan bebas dari tindakan “membangga-banggakan atau pamer.”
Syaikh Abdur-Razzaq al-Badr mengeluh bahwa kebijakan pemerintah Saudi Arabia membolehkan jama’ah haji membawa ponsel demi kepentingan menghadapi situasi darurat telah disalah-gunakan.
“Hal itu membuat seolah-olah ibadah haji adalah semata-mata untuk berfoto, bukan untuk beribadah. Dan ketika mereka pulang, mereka mengatakan, “Lihat! Ini saya di Arafah, ini saya di Muzdalifah,” katanya kepada Arab News.
Hubungan media sosial dengan ibadah haji memang menjadi bahan perdebatan di kalangan tokoh agama. Di lain pihak, para perencana sosial dan insinyur diimbau untuk menambahkan unsur-unsur perlindungan dan kesenangan dalam ibadah yang beberapa kali menimbulkan bencana tubrukan masal ini. Banyak juga terjadi kecelakaan karena kepanasan dan kekerasan kelompok-kelompok ekstrim.

*Copyright © 2014, Los Angeles Times

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: