Ide Orisinal Amerika: Memperkenalkan ISIS Kepada Anak-anak Lewat Buku Latihan Mewarnai Gambar

The Huffington Post | Dominique Mosbergen
Propaganda anti ISIS6
Ada gambar seorang lelaki disalib oleh ISIS. Kepalanya yang tertunduk penuh dengan luka; ada gambar tentang keadaan Osama menjelang akhir hidupnya; dan wajah-wajah lima tawanan Thaliban untuk tebusan Sersan Bowe Bergdahl awal tahun lalu. Semua gambar-gambar tersebut dapat kita temukan dalam sebuah buku latihan mewarnai gambar bagi anak-anak.
Minggu lalu, sebuah buku latihan mewarnai yang benar-benar besar, diterbitkan, sebuah penerbit yang berpusat di St. Louis, yang pernah mengobarkan badai api kontroversi beberapa tahun lalu, ketika meluncurkan buku latihan mewarnai bertema 9/11. Mereka memaklumkan bahwa kini mereka mempersembahankan seri buku yang akan meng-update pengetahuan anak-anak tentang teror jihad global.
Tanggal 25 Agustus lalu, dalam sebuah video YouTube, pendiri perusahaan Wayne Bell mengatakan bahwa penerbit tersebut menerbitkan lagi dua buku bertema teror mereka: We Shall Never Forget 9/11: The Kids’ Book Freedom, dan The True Faces of Evil Terror. Kedua buku tersebut, katanya, disertai dengan halaman-halaman tambahan.
Halaman-halaman tambahan tersebut termasuk perkenalan tentang ISIS dan 5 tawanan Guantanamo.
“Buku-buku ini benar-benar menerangkan apa yang terjadi sekarang,” kata Bell dalam video tersebut. “Teroris membunuh ratusan orang, ribuan orang. Hari ini, saat ini, di Irak mereka memenggal anak-anak hanya karena mereka anak-anak orang Kristen… Kami berusaha mendidika negara kami tentang para hewan ini, para menusia hewan ini, manusia pengacau di dunia ini, yang bernama ISIS.”
Para kritikus mengutuk buku-buku tersebut sebagai rasis, propaganda anti-Muslim, bahkan ada netizen yang menyebutnya sebagai bentuk pelecehan terhadap anak-anak. Namun Bell, tentu saja membela buku-buku ini. “Ini bukan tentang penghinaan terhadap Muslim atau iman Islam. Buku-buku ini adalah tentang teror dan sumber asalnya,” tulis Bell melalui email kepada The Huffington Post hari Kamis (4/9) lalu. “Tak ada unsur rasial dalam buku-buku itu. … Kami tidak membahas ras atau agama, kami membahas radikalisme dari semua latar belakang.”
Ditambahkannya pula bahwa buku-buku yang laris itu hanya ditujukan kepada anak-anak yang lebih besar. Dan mereka juga harus didampingi orangtua, pungkasnya.▲

Propaganda anti ISIS1

Propaganda anti ISIS2

Propaganda anti ISIS3

Propaganda anti ISIS5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: