Belajar Berhitung Dan Membaca

Belajar berhitung mulai dari wahid

Belajar membaca mulai dari alif

Belajar berpikir mulai dari membanding-banding

Belajar logika dari memeriksa secara seksama

(Kalau menurut teman ngajiku: mulai dari analitika!)

 

Kemudian, mulailah kita bertanya apa itu Islam?

Lalu, di manakah letak Islam?

Terus, siapakah gerangan pendukung Islam?

 

Otak kritis kita menjawab bahwa Islam itu persis

Seperti dalam gambaran Al-Quran dan Hadis

Perlahan tapi pasti, kita pun tumbuh jadi idealis

Menempatkan Islam di awang-awang

Jauh dari jangkauan tangan

Bahkan akhirnya jauh juga dari angan-angan

Islam hanya bisa hidup di masa lalu

 

Di Timur Tengah Islam dilahirkan

Tapi sekarang Palestina bukan Islam

Irak bukan Islam

Suriah bukan Islam

Afghanistan bukan Islam

Saudi Arabia bukan Islam

Al-A’rabu asyaddu kufran wa nifaqan!

Orang Arab semua kafir dan munafik!

Begitu juga orang Persia

Tak beda pula bangsa Indonesia

 

Sekarang, di sini, malah banyak orang yang senang mengaku belum beriman

Seolah tak sadar bahwa belum beriman berarti masih berkafir!

Yah, mungkin memang itu maunya

Sebab bila masih kafir kan bisa bebas semaunya!

 

Jadi, Islam ada di mana?

Islam bak pesawat yang tak bisa mendarat

Di mana-mana hanya ada manusia keparat!

Ya sudah, mampuslah kita semua

Hidup juga percuma kalau hanya pura-pura

 

*Bekasi, 11 Juli 2014.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: