Bisakah Memahami Al-Qurãn Dengan Bantuan Sebuah Buku?

How to apparoach AlQuran4

How to apparoach AlQuranBuku ini, katanya sih, ditulis untuk menjembatani jurang pemisah antara para Muslim dengan Al-Qurãn. Di dalamnya ditulis tentang apa itu Al-Qurãn dan tanggung-jawab Muslim terhadapnya. Dihidangkan juga hasil studi tentang dampak Al-Qurãn terhadap para Muslim generasi pertama, dan berbagai usaha untuk menjawab mengapa pada masa sekarang Al-Qurãn tidak mempunyai dampak yang sama.
Buku ini membahasa bagaimana banyak Muslim masa kini melakukan pendekatan terhadap Al-Qurãn. Selanjutnya dibahas pula bagamana cara melakukan pendekatan yang layak, dan disebutkan pula tentang ajaran-ajaran utama Al-Qurãn. Karya ini juga menawarkan diskusi yang panjang tentang tafsir-tafsir yang pantas dirujuk.
Menurut seorang pengamat, “Buku ini akan bermanfaat untuk semua Muslim, para muallaf, dan mereka yang sudah menjadi Muslim selama bertahun-tahun. Ketika saya membacanya, saya menemukan uraian-uraian yang mengandung argumen-argumen dan tafsir-tafsir yang memuaskan, yang membuat saya sangat tersentuh.” (kalamullah.com)
Begitulah. Buku-buku semacam ini telah dan akan terus ditulis oleh orang-orang yang tentu prihatin dengan kenyataan kaum Muslim yang berjarak sedemikian jauh dari Al-Qurãn. Buku-buku seperti ini ditulis berdasar niat untuk membantu memberikan petunjuk dan atau bimbingan ‘praktis’ bagi masyarakat umum, terutama yang suka membaca buku. (Yang tidak suka membaca tentu tak akan tersentuh oleh niat baik ini).
Tentu baik sekali melahirkan buku-buku seperti ini. Namun satu hal yang kurang disadari oleh para penulis buku seperti ini adalah kenyataan bahwa Al-Qurãn bukanlah sebuah buku yang bisa dipelajari secara otodidak (tanpa guru).
Sebagaimana cara penurunan-(pengajaran)-nya yang pertama dari Jibril kepada Nabi Muhammad, Al-Qurãn diajarkan secara manqûl. Yaitu ‘dipindahkan’ secara berantai melalui proses pengajaran langsung, yang melibatkan pertemuan antara guru dengan murid, yang memungkinkan terjadinya interaksi dan dialog langsung, sehingga pemahaman bisa terarah dan terbangun tahap demi tahap. Semakin lama, semakin mantap.
Lalu, tidak bisakah peran guru digantikan dengan sebuah buku?
Untuk satu segi, sesuai peran buku sebagai perekam (penyimpan) ilmu, tentu ada peran guru yang bisa digantikan buku. Tapi kebutuhan untuk berdialog dan berdiskusi secara luas tidak bisa dipenuhi oleh buku. Selain itu, buku tentu saja hanya sebuah benda pasif, yang tidak bisa menegur ketika pembaca keliru atau salah paham. Buku juga tidak bisa memaksa pembaca untuk menjalankan disiplin tertentu, karena ketika orang membaca buku ia tetap dalam keadaan ‘bebas’ untuk berbuat sesuka hati; termasuk untuk mengabaikan petunjuk-petunjuk teknis yang sebenarnya merupakan prasyarat yang akan menjamin keberhasilan dalam mempelajarinya.
Hal penting yang juga harus disadari oleh peminat studi Al-Qurãn adalah kenyataan bahwa untuk memahami Al-Qurãn diperlukan pemahaman berbagai ilmu lain; di antaranya – yang mendasar – adalah ilmu-ilmu bahasa sperti ilmu sharf, ilmu nahwu, ilmu balaghah dan lain-lain.
Semua keperluan itu akan relatif terpenuhi bila mempelajari Al-Qurãn dilakukan dengan bimbingan seorang guru. Dan guru yang dimaksud di sini tentu adalah guru yang di dalam Al-Qurãn disebut sebagai ahlu-dzikri alias ahli Al-Qurãn itu sendiri, atau setidaknya orang yang terbukti aktif melakukan studi Al-Qurãn tanpa henti.
Jadi, buku-buku seperti ini tak ada gunanya?
Bukan tidak ada gunanya. Tapi kurang berhasil guna bila hanya dipelajari secara otodidak.
Satu hal yang harus digaris bawahi oleh para peminat Al-Qurãn adalah bahwa kitab ini diajarkan bukan semata-mata untuk dipahami, tapi juga untuk menghasilkan pertemuan antar-individu, untuk melakukan ta’arruf (saling kenal) dengan sesama, yang selanjutnya diharapkan bisa terbangun sebuah komunitas berdasar sebuah ‘paham’ (ajaran) yang sama. 
*Bekasi, 9;59, 17-4-2014.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: