KERUDUNG MUBAZIR

jilbab modis2

Saya sudah bertemu dengannya 3 atau mungkin 4 kali.
Cewek cantik berkulit putih yang sangat seksi. Saya bisa melihat buah dadanya yang montok, seluruh lekuk tubuhnya dari atas ke bawah. Wow, semua sempurna untuk membangkitkan nafsu lelaki! Hanya saja saya tak bisa melihat rambutnya, karena dia berkerudung.

Kali ini saya benar-benar ingin mengajaknya bicara. Saya kuatir setelah ini saya tak akan bertemu lagi dengannya di angkot ini.

Kebetulan penumpang angkot turun satu demi satu. Hanya saya dan dia yang tersisa, dan kebetulan pula kami berhadapan. Wow!

“Dik, kita sudah sering ketemu ya?” saya mulai membuka percakapan.
“E-eh, iya…. Mas!” jawabnya sambil tertawa manis sekali.

“Eh, maaf, kamu sudah lama pakai kerudung?” tanya saya.

“Oh! Saya,…. Saya sudah berkerung sejak TK,” jawabnya sambil memegang ujung kerudungnya yang terjuntai di dada.

“Sejak TK?” saya terperanjat. “Saya kira…”

“Kenapa, Mas?”
“Saya kira kamu belum lama berkerudung.”

“Memang kenapa, Mas?”

“Engga apa-apa, sih. Saya salut saja sama cewek-cewek yang mendadak mau berkerudung. Tapi… ”

“Tapi kenapa, Mas?”

“Ya itu tadi… Saya kira kamu belum lama berkerudung.”

“Lho, memang Mas bisa tahu gimana yang lama dan gimana yang baru?”
“Engga terlalu pasti juga, sih… Tapi, saya pikir, kalau yang baru itu kan baru sedang berusaha, baru sedang belajar…”

“Terus….?”

“Yaa, kalau baru sedang belajar, tentunya mereka masih melakukan tawar-manawar dengan diri sendiri, sehingga yaa masih berkompromi dengan gaya lama, yang mungkin masih suka disebut seksi dan sebagainya begitu…”

“Terus… ?”

“Yaa ternyata saya salah. Ternyata kamu sudah berkerudung sejak TK, haha!”

“Jadi…”

“Begini lohh, adik cantik… Kalau kamu berkerudung, pakaianmu tidak boleh terlalu ketat… Nanti…. eh, … kerudungnya jadi percuma kan?”

Si cantik seksi tersipu malu. Selanjutnya saya mengira dia akan marah. Tapi ternyata tidak. Senyumnya malah berubah jadi tawa, yang saya tak tahu apa artinya.

Tapi, kemudian dia berkata lirih, “I-iyya juga ya…”

Angkot berhenti di depan sebuah mal. Kami turun di tempat yang sama. Saya melompat keluar duluan, tanpa menolehnya lagi.

Entah mengapa hati saya merasa lega. Seperti baru terlepas dari beban yang saya tanggung setelah bertemu dengannya dalam 3 atau 4 kali itu.

Ya Allah si cantik seksi itu adalah saudara saya seiman!
Semoga dia bisa menjalankan perintahMu secara lebih baik lagi.

Aamiin…! *

Advertisements
Comments
One Response to “KERUDUNG MUBAZIR”
  1. seperti org yg bernafsu melihat daging:
    Daging Segar tidak dibungkus, hmmm orang itu sangat bernafsu melihat daging segar tersebut
    Daging Segar dibungkus rapi dan sesuai standar, hmmm orang itu tetap juga bernafsu karena bau lezatnya si daging segar…

    Bagaimana Jika itu adalah daging busuk atau basi? kemungkinan orang itu tdk berminat …

    Padanan kata:
    Daging segar: gadis
    Daging Basi: nenek
    tidak dibungkus: telanjang
    dibungkus rapi: memakai baju sopan…

    ->>>>>Sering dilupakan, padahal juga mengandung masalah adalah mata yg tidak beriman dan sdg dikuasai nafsu birahi yg tdk pada tempatnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: