Buku Perlajaran Bahasa Arab Di Perpustakaan Saya (2)

Jurmiyah42. Terjemahan Al-Ãjurûmiyyah

Terus-terang bin jujur apa adanya, saya kurang memahami apa yang diajarkan Pak Abdullah, dan sama sekali tidak mengerti buku teksnya yang tertulis dalam bahasa Arab itu. Dan soal menghafalnya, sampai detik ini saya baru bisa hafal satu bab (= paragaraf) saja, ditambah dengan tidak lancar pula.

Bahasa Arab masih asing bagi saya! Tapi saya penasaran… Bila Pak Abdullah bisa, kenapa saya harus ga bisa?

“Sebenarnya, kalau mau mencari, buku ini ada terjemahannya,” kata Pak Abdullah suatu hari.

Maka, saya tentu saja mencari. Dan, tak butuh waktu lama, saya menemukan buku berjudul Ilmu Nahwu/Terjemahan Matan Ajurumiyah dan ‘mrithy berikut Penjelasannya, hasil jerih-payah H. Moch. Anwar, yang diterbitkan Penerbit Sinar Baru Bandung, tahun 1985. Padahal penerjemah menyelesaikan nahkahnya sejak tanggal 20 September tahun 1981. Maklumlah, menerbitkan buku macam ini kan tidak mudah ya?

Saya membeli buku ini pada tanggal 14 Februari tahun 1986.

Tapi, duh bodohnya saya!

Terjemahan ini ternyata tidak cukup membantu.

Saya masih dalam kebingungan tentang apa yang dinamakan ilmu nahwu! (Padahal, Pak Anwar tentu sudah berusaha keras untuk menerjemahkan ya?).

Di mana letak kesalahannya?

Lama sekali pertanyaan itu tak terjawab.

Baru belakangan, mungkin baru sekitar 3 tahun lalu (!), saya tahu letak kesalahannya. Intinya adalah bahwa tatabahasa bahasa Arab sama sekali berbeda dengan tatabahasa bahasa Indonesia, juga dengan grammar bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain. Dan perbedaan itu, rupanya, tidak bisa dijembatani oleh buku-buku terjemahan, karena para penerjemah hanya menerjemahkan begitu saja (harfiah) dari naskah aslinya. Setelah selanjutnya saya membeli belasan buku pelajaran bahasa Arab yang ditulis orang Indonesia, saya semakin tahu bahwa mereka kurang (atau tidak) menyadari perbedaan itu. Sebagai contoh, dalam ilmu nahwu ada istilah-istilah inti seperti, marfu, manshub, majrur, dan majzum, yang tidak ada padanannya dalam tatabahasa kita; dan sampai saat ini belum saya temukan sebuah pun buku karya bangsa kita yang mampu menjelaskan secara sederhana dan gamblang tentang keempat istilah itu.

Paramasastra Arab3. Untuk yang menguasai bahasa Inggris

Jadi, buku terjemahan Al-Ãjurûmiyyah  itu saya abaikan. Sampai kemudian, tanggal 28 Oktober l987, di sebuah toko di Blok M, Jakarta, saya menemukan buku karya Kasim Soeliman berjudul Paramasastra Arab. Buku ini, terbitan C.V. Prakarsa Belia (Jakarta), terbit pertama kali tahun 1981. Saya membeli cetakan kedua, yang terbit tahun 1985. Malangnya, ternyata sang Pak Kasim Soeleiman menulis buku ini, “terutama ditujukan bagi mereka yang menguasai bahasa Inggeris, …” sama seperti buku beliau terdahulu, Bahasa Dan Tata Bahasa Arab I/II.

Saya tentu terhenyak dan agak mangkel. Maklum, bahasa Inggris saya masih terlalu jauh untuk dikatakan “menguasai”. Tapi, saya paksakan juga untuk mempelajari buku ini, dan hasilnya adalah saya tetap belum tahu apa-apa tentang bahasa Arab. Namun melalui buku inilah saya tahu bahwa dalam grammar bahasa Arab ternyata adalah istilah-istilah construct phrase, diptotes, jussif, subjunctif, accusatif, dan lain-lain yang tidak saya pahami. Waktu itu saya lantas saja berpikir bahwa bahasa Arab rupanya sepadan dengan bahasa Inggris!

Meskipun demikian, mungkin karena saya agak ngotot, ada jugalah bagian dari buku ini yang nempel di otak. Melalui buku inilah, antara lain, saya untuk pertama kalinya mengetahui berbagai pola kata sifat dalam bahasa Arab. Selain itu, saya juga jadi tahu bahwa banyak kata kerja bahasa Arab mempunyai perangkai-perangkai tertentu, yang berupa partikel-partikel dari huruf jarr, yang membuat satu kata kerja mempunyai beberapa makna yang berbeda dibandingkan bila berdiri sendiri. Misalnya, atã (أتى) berarti datang, tapi atã ’alãsy-syay’a (أتى على الشيء) berarti menyelesaikan, dan atã bi-kadza (أتى بكذا) berarti membawa, sedangkan atã bisy-syay’(i) (أتى بالشيء) berarti memberikan sesuatu kepada seseorang…

Seperti pelajaran-pelajaran bahasa Arab secara umum, buku ini memuat pelajaran ilmu nahwu yang disusul dengan ilmu sharaf. Padahal, seharusnya ilmu sharaf yang didahulukan, karena merupakan landasan untuk memahami ilmu nahwu. Tapi agaknya ilmu sharaf sudah terlanjur dikenal sebagai ilmu yang membikin sakit saraf (gila) karena rumitnya, sehingga menjadi seolah haram untuk dihidangkan lebih dulu. (Belakangan, saya berhasil menemukan cara belajar ilmu sharaf yang mudah dan menyenangkan, karena tak perlu dihafal dan dikaji secara teoritis. Al-hamdu lillah.).

 

Advertisements
Comments
4 Responses to “Buku Perlajaran Bahasa Arab Di Perpustakaan Saya (2)”
  1. Desrizal says:

    Assalamu’alaikum WW.

    Saya berharap tip praktis dari Bang AH utk bisa memacu semangat saya mempelajari bahasa Arab. Terusterang mmg sangat rumit bagi saya. Saya sdh beli DVD juga utk belajar bahasa Arab dgn mudah. Yg ada saya tambah pusing. He he he.

    Makasih sebelumnya Bang!

    Wassalamualaikum WW.

  2. Ahmad Haes says:

    1. Untuk apa anda belajar b. Arab?
    2. Buku dan video apa yang anda gunakan?
    3. Apa yg anda rasa sulit dlm mempelajari b. Arab?

    Bila anda sudah menjawab pertanyaan2 saya tsb., mungkin saya bisa memberikan sedikit saran.

  3. Desrizal says:

    Makasih Bang AH. Maaf terlambat saya meresponnya.

    Jawaban saya sbb;
    1. Saya ingin belajar. Bahasa Arab sbg jembatan utk bisa mempelajarai bahasa Alquran walau sebenarnya, terus terang saja, yg saya inginkan adalah langsung bisa mempelajari tatabahasa al-quran.

    2. Buku pelajaran bahasa Arab yg pernah saya baca hanya satu dua itupun yg judulnya cara mudah dan cepat berbahasa Arab. Dan video yg pernah saya beli adalah krn tergiiur promo lewat facebook yg judulnya 8 jam bisa menterjemah al-quran dengan metide granada sistem 4 langkah karya solihin bunyamin ahmad Lc

    3. Yang terasa sulit, harus saya akuii, adalah karena semangat saya yg mgkn belum sungguh2 shg setiap mau mulai maka dlm pikiran lgsg terlintas “koq rumit banget ya?”
    Terutama dlm mengingat jenis2 kata dgn iregular2 (pengecualian2nya) itu.
    Jadi kesulitan saya lbh berat ke maslah motivasi. Dan motivasi tsb skrg mulai meningkat lagi sjk menemukan blog bang AH ini.

    Demikian bang AH. Saya berharap dgn mengikuti tulisan2 bang AH di blog ini suatu saat saya bisa bertemu bang AH lgsg.

    Wassalamualaikum WW.

  4. Ahmad Haes says:

    1. Niat anda sudah benar.
    2. Buku-buku pelajaran yang beredar di pasaran sekarang, yang umumnya menggunakan label “mudah”, “cepat” dsb., adalah trik penerbit spy buku mereka laris. Begitu juga yang menggunakan video. Kita berterimakasih untuk usaha mereka, tapi bahasa iklan mereka kadang berlebihan. Tidak sesuai kenyataan.
    3. Belajar bahasa Arab dan/atau belajar bahasa Al-Qurãn, bagaimana pun harus ada bimbingan guru, paling tidak pada tahap awal. Dan yang dibutuhkan adalah guru yang mampu mengajarkan metode yang praktis, bukan teoritis, sehingga untuk selanjutnya kita bisa berlatih sendiri berdasar medote praktis tsb.
    4. Saya senang sekali bila bisa bertemu langsung dengan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: