E M O S I

Katanya manusia itu makhluk kimiawi
Yang secara fisik digerakkan biolistrik
Tapi secara ruhani penggeraknya adalah emosi
alias perasaan
yang lambat laun menjadi kebiasaan

Lantas ke mana perginya sang otak?
O, dia tetap bekerja seperti biasa
Memasok ilmu dari proses belajar
Melalui nasihat orangtua
dan guru, buku, atau televisi dan lainnya juga
Tapi informasi yang ditampung otak
diolah oleh sang rasa untuk diputuskan
boleh berfungsi atau tidak

Walau kata Nabi “ilmu adalah imam bagi amal”
Alias pemandu bagi setiap tindakan
Ilmu akan hanya jadi hiasan pikiran
bila fungsinya dilumpuhkan perasaan
Dan sebaliknya, bila perasaan menyatakan “asyaddu hubban”
Alias cinta ga ketulungan
Maka ilmu akan berperan seperti yang diharapkan
Yaitu menghidupkan pikiran, menajamkan ucapan,
memastikan tindakan ilmiah yang berkelanjutan

Manusia adalah makhluk emosi
Demikian kajian psikologi
Dan emosi kebanyakan timbul karena fisik bereaksi
atas rangsangan yang datang dari luar
Seperti api, ia berkobar bila ada bahan bakar
Tapi emosi kadang salah bereaksi
Suka menyala tanpa alasan yang benar!

Sarana emosi adalah mata
Yang kadang tak boleh dipercaya
“Seeing isn’t believing”
Penglihatan bisa menjadi tipuan
Mata sering menghidangkan fatamorgana!

Sarana emosi juga telinga
Yang sering menipu manusia
Segala soal masuk tanpa saringan
Hal-hal kecil membuat orang uring-uringan

Emosi adalah sang juru tafsir
Lekas bereaksi tapi sering tergelincir
Emosi adalah sisi rawan setiap diri
Tak jarang menebar bencana setiap hari

Emosi ibarat binatang jalang
Sangat enerjik dan selalu lekas menerjang
Bila tak terpimpin, ia akan terus ikut arus
Yang ujungnya nerakalah tempatnya terjerumus

Tapi di dalam emosi juga terwadahi cinta
Yang bisa menyelamatkan dunia

Untuk itu emosi membutuhkan ilmu yang benar
Tapi emosi adalah makhluk manja yang malas belajar
Maka ia butuh pendidik yang sabar
Yang membawa ilmu yang benar
Dengan metode yang benar
Dengan niat yang benar
Untuk mencapai tujuan yang benar
Agar manusia bebas dari onar

Emosi adalah aku
Adalah kamu
Adalah kita
Semua makhluk fana
Emosi adalah hawa
Seperti udara
Panas
Dingin
Sejuk
Emosi adalah hidup
Tapi masalahnya,
bukan emosi yang menjadi nilai hidup!

*Bekasi, 23/1/2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: