Teror Demokrasi Koboy Amerika

US SOLIDERS GUARD BODYSergei Vasilenkov

October 09, 2013 “Information Clearing House –  Berbagai kejadian baru-baru ini di Suriah telah memunculkan bahan bahasan tentang bagaimana AS mempromosikan demokrasi di seluruh dunia. Jelas, sudah ada beberapa negara yang jatuh sebagai korban promosi demokrasi AS. Afghanistan, misalnya, telah menjadi sebuah kekuatan heroin yang berutan kepada kekuatan AS, sementara Libia telah berubah menjadi negara hancur yang mempunyai banyak kekayaan.

Kenyataan hidup “demokratis” Libia

Amerika sangat menyukai demokrasi mereka sendiri dan begitu benci terhadap para diktator (seperti Qaddafi), sehingga selalu merupakan kesenangan bagi mereka untuk mengebom dan menduduki sebuah negara yang di dalamnya mereka bisa menghasilkan uang.

Apakah gerangan nanti hasil dari “proses demokratisasi” Libia?  Sebanyak 12.000 tentara AS diangkut dari pangkalan militer Malta ke Libia. Mereka mendapat perintah untuk mengendalikan pipa-pipa, penyulingan-penyulingan, dan daerah-daerah produksi minyak, kata Peter Beynchli, seorang ahli militer Inggris.

Swis dan Itali juga mengirim tentara mereka ke Libia. Inilah demokrasi Amerika yang sebenarnya: minyak, uang, minyak…

Ini memang bukan penegakan demokrasi, tapi kenyataannya, pendudukan Libia oleh tentara asing untuk mengendalikan sumber-sumber daya alamnya. AS menciptakan pemerintahan boneka di Libia, yang tidak bisa mengontrol produksi minyak secara bebas. Dengan memegang kendali produksi minyak melalui militernya, AS mendapat pasokann minyaka dengan harga murah, yaitu sekitar 25 dolar per barel.

Bangsa Libia jelas akan mengingat ‘diktator’ Qaddafi. Dalam pemerintahannya, Libia menikmati standar hidup tertinggi di antara negara-negara Afrika.

Bangsa Amerika hanya punya satu buruan: memompa minyak Libia, hampir secara gratis. Mereka, tentu saja, akan menyediakan bantuan kemanusiaan untuk bangsa Libia (dari uang Libia sendiri). Itulah demokrasi AS yang tak kenal malu menjarah rakyat Libia. Bagi AS dan NATO, hal itu amat sangat bagus. Mereka menyediakan pasokan minyak secara sangat murah, dengan cara menyuntikkan nilai-nilai omong kosong demokrasi kepada rakyat Libia.

Bangsa Libia sekarang dibiarkan menikmati demokrasi yang sangat mereka butuhkan, yang kini telah diberikan  oleh “orang-orang” baik dari Amerika. Tak ada perubahan posotif yang terjadi. Namun, kendati terlanda kemiskinan, Libia sekarang bisa disebut “negara demokratis yang bebas.”

Menurut berita terbaru dari PBB, perlakuan buruk dan penyiksaan meningkat di penjara-penjara Libia. Sekitar 8.000 orang dipenejarakan setelah konflik dua tahun lalu. Kebanyakan dari mereka dipenjarakan tanpa melalu prosedur yang legal.

Demokrasi Amerika di Afghanistan

Mari kita bicara tentang Afghanistan sekarang. Alasan palsu untuk menduduki negara ini adalah serangan teroris September 2001. Tapi sekarang, setiap orang mengerti bahwa tak ada jejak Afghanistan dalam serangan terhadap dua menara kembar itu.

Ada dua alasan utama untuk serangan AS ke Afghnistan. Dan dua alasan ini satu sama lain saling mendukung.

Pertama, AS butuh menduduki Afghanistan untuk mengendalikan kawasan itu, dan lebih jauh merusak kestabilan di Asia Tengah. Kedua, sangatlah bagus bagi Amerika memiliki “banana republic” (republik pisang), yang berkaitan dengan produksi narkoba, karena semua sampah ini ujung-ujung masuk ke Rusia. Lebih jauh, inilah “bisnis” penuh keuntungan yang bisa mereka kuasai.

Namun, pendudukan Afghanistan juga dilakukan berdasar kebohongan – demi menegakkan demokrasi di Afghanistan, pelenyapan teroris dan perkembangan ekonomi negara. Cukup menarik, perubahan-perubahan besar memang terjadi di Afghanistan selama pendudukan AS. Penghasilan berdasar GDP meningkat 66 persen, yang merupakan prestasi yang hebat. Ini bisa dianggap mukjizat ekonomi, tapi…

Kenaikan GDP itu hanya berdasar penghasilan satu barang, yaitu panen-panen besar candu di Afghnistan. Sejak operasi anti teroris AS di Afghanistan, kadar produksi obat bius di negara itu tumbuh 2,5 kali lipat. Pada masa ini, Afghanistan memasok 93 persen bunga opium, yang digunakan di seluruh dunia untuk memproduksi heroin.

Afghanistan, menurut perkiraan PBB, sekarang menanam opium lebih banyak dari yang digunakan di dunia. Ini dikatakan oleh pejabat PBB bidang pengawasan obat bius, Antonio Mari Costa. Selama pendudukan AS, Afghanistan  tidak lagi mempoduksi opium mentah. Pabrik-pabrik kimia besar dibangun di negara itu, yang menyebabkan Afghanistan mengekspor heroin, bukan lagi opium. Jalur-jalur penyebarannya sejalan dengan negara-negara tempat tersebarnya tentara AS seperti Irak, Kosovo, Jerman, Spanyol, Kirgistan, dan seterusnya.

Demokrasi berdarah

Secara umum, AS adalah negara yang menakjubkan. Pemerintahannya, cabang-cabang eksekutif dan legislatifnya, partai Republik dan Demokratiknya – semua bicara tentang demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia. Namun, sepanjang sejarah, AS telah membasmi bangsa-bangsa lain dan menaklukkan negara-negara yang tidak setuju dengan mentalitas “cowboy” mereka. Seperti dikatakan Senator Hart Benton pada tahun 1846, Amerika ditakdirkan untuk meluas dan menaklukkan.

Sekarang, AS merusak semua bangsa, membunuh para pemimpin mereka dengan dukungan slogan-slogan demokrasi atau HAM. Bangsa Amerika telah memutuskan bahwa mereka adalah bangsa pilihan Tuhan (God’s chosen people), bahwa mereka luarbiasa. Tapi, tak peduli di mana pun bangsa pilihan Tuhan ini tiba, mereka menabur kehancuran, sakit dan airmata. Pertama, mereka melenyapkan jutaan orang Indian di Amerika.

Berapa banyak nyawa yang mereka tumpas di Vietnam, Korea, Afghanistan, Irak, Mesir, Libia, Suriah? Demokrasi tidak bisa berasaskan agresi. Kenyataannya, ini bukan demokrasi tapi “terorisme berbaju kemuliaan.”▲

*Sumber asli: koran Rusia Pravda, diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Information Celaring House.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: