Suriah dan Rintihan Amerika

Robert Reich - Chancelor Univ of California Berkeley

Robert Reich

September 07, 2013 “Information Clearing HouseSementara semua mata menatap Suriah dan reaksi AS, kenyataan ekonomi kebanyakan warga Amerika sekarat.

Lebih dari empat tahun setelah resesi ekonomi secara resmi dinyatakan berakhir, 11, 5 juta orang Amerika menganggur, banyak dari mereka menganggur bertahun-tahun. Hampir 4 juta berhenti mencari pekerjaan sama sekali. Bila mereka masih aktif mencari pekerjaan, pengangguran 7, 3 persen saat ini bisa meningkat menjadi 9, 5 persen.

Peran warga yang bekerja atau mencari kerja hampir mencapai titik terendah dalam 30 tahun ini. Tingkat pengangguran dari kalangan putus SMA mencapai 11 persen; yang berkulit hitam malah ada 12,6 persen.

Gaji kaum menengah pun terus turun, seiring inflasi. Penghasilan mereka, kecuali yang tertinggi yang hanya 1 persen, semua di bawah keadaan ketika awal perbaikan ekonomi di tahun 2009.

Masyarakat yang baik akan menyediakan pekerjaan – bahkan walau pemerintah harus membelanjakan uang untuk jalan, jembatan, pelabuhan, pipa saluran, taman dan sekolah.

Masyarakat yang baik akan meningkatkan upah minimum, memperluas pajak penghasilan (sebuah subsidi gaji), dan penyediakan kupon makanan serta membantu penyediaan perumahan, sehingga tak ada keluarga yang bekerja sepenuh hari yang harus hidup dalam kemelaratan.

Kita bisa menjamin terbentuknya masyarakat yang baik pada taraf minimal.

Para penasihat defisit kedua partai tak ingin anda tahu hal ini, tapi defisit pemerintah sebagai proporsi dari keseluruhan ekonomi menciut dengan cepat:  Terlacak hanya 4 persen di akhir September, ketika tahun fiskal berakhir. Pihak non-partai seperti Congressional Budget Office, meramalkan angka hanya 3.4 persen pada permulaan tahun fiskal tanggal 1 Oktober.

Dengan mempertimbangkan hal ini, pikirkan rasio rata-rata defisit terhadap GDP selama lebih 30 tahun lalu telah mencapai 3,3 persen. Jadi, defisit itu benar-benar merupakan masalah yang telanjang. (Kami masih melihat bakal terjadi defisit mulai 10 tahun dari sekarang karena para orang tua membutuhkan pemerawatan kesehatan).

Belum lagi kenyataan sekarang ini, selagi perhatian tercurah ke Suriah, lebih dari satu dari lima anak-anak Amerika mengalami kelaparan, seperti tercatat dalam data baru dari Departemen Pertanian AS. Dalam keadaan begini, bantuan makanan untuk kaum miskin malah dikurangi. Partai Republik, akan menghilangkan jatah 800.000  orang yang kini menerima bantuan tapi hanya bisa makan sekadar makan.
Bahkan bila Demokrat mencegah pemotongan sadis ini, kupon bantuan makanan masih akan dikurangi pada bulan September, ketika ketetapan yang dibuat tahun 2009 berakhir.

Selagi perhatian tercurah ke Suriah, bantuan-bantuan pemerintah untuk sekolah-sekolah termiskin digunting. Guru-guru masih harus mengajar. Kelas-kelas menjadi lebih padat dari sebelumnya. Sekolah-sekolah terpencil akan lebih kekeringan bantuan setelah tanggal 1 Oktober.

Selagi perhatian tercurah ke Suriah, perumahan murah lenyap. Voucer-voucer untuk bantuah perumahan sudah dipotong $854 juta tahun ini, dengan hasil setengah dari semua pejabat perumahan rakyat berhenti mengeluarkan voucer baru, meski persetase rumahtangga yang sangat butuh bantuan telah bertambah 19 persen sejak tahun 2009. Pemotongan yang dijadualkan berlaku mula 1 Oktober bahkan lebih kejam lagi.

Selagi perhatian tercurah ke Suriah, orang Amerika yang kaya malah semakin kaya. Penghasilan setahun dari seorang terkaya Amerika bisa untuk membiayai semua warga tak berumah dalam setahun. (Kalkulasi ini berdasar pada kenyataan musim dingin lalu, ketika lebih dari 633.000 warga tak berumah, dan harga kontrak rumah dengan 1 kamar adalah $558 per bulan).

Tapi kita tidak sedang membahas satu pun tentang hal tersebut. Kita tidak sedang berdebat tentang apa yang terjadi pada bangsa kita. Kita tidak sedang menciptakan pekerjaan bagi mereka yang sudah lama menganggur. Kita tidak sedang menaikkan upah minimum, mengembangkan IETC, atau menyediakan kupon makanan untuk memberi makan anak-anak miskin, atau berusaha terus untuk mengeluarkan warga Amerika dari kemiskinan. Kita tidak sedang memperbaiki sekolah-sekolah terburuk atau menyediakan perumahan murah untuk mengeluarkan keluarga-keluarga melarat dari jalanan.

Kita tidak sedang mereformasi undang-undang pajak atau memperbaiki sekolah atau sistem imigrasi kita yang brutal (hewani). Kita tidak sedang menggambarkan jurang pemisah yang semakin lebar di antara golongan sedikit yang di atas, yang semakin hari semakin membaik, dan golongan banyak di bawah yang sedang tenggelam. Kita tidak sedang menerima banyak uang dari politik.

Kita lumpuh di rumah – selagi kita memalingkan perhatian terhadap kemungkinan bencana di luar negeri. Ini adalah tragedi terbesar zaman kita.▲

 

ROBERT B. REICH: Rektor University of Calofornia di Berkeley, pernah menjabat Secretary of Labor di masa pemerintahan Clinton. Majalah Time menyebutnya sebagai salah satu sekretaris kabinet terbaik abad 20. Ia menulis 13 buku, termasuk buku laris berjudul Aftershock dan The Work of Nations. Buku terbarunya, Beyond Outrage, kini sedang beredar di pasar. Ia juga merupakan editor pendiri majalah American Prospect dan ketua dari Common Cause. Film barunya, Inequality for All, akan beredar 27 September.

(Sumber: Information Clearing House)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: