Rusia “Akan Membantu Suriah” Dalam Menghadapi Serangan Militer, Kata Putin

putin-g20-syria-meeting.si

 

By RT


September 06, 2013 “Information Clearing House – “RT” –  Tuduhan tentang penggunaan senjata kimia di Suriah adalah provokasi para pemberontak untuk memancing serangan asing. Demikian kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan G20.

Tidak ada pendapat 50/50 untuk gagasan serangan militer terhadap Presiden Suriah Bashar Assad, tandas Putin menolak asumsi-asumsi sebelumnya.

Hanya Turki, Kanada, Saudi Arabia dan Prancis yang berhimpun atas desakan AS untuk melakukan intervensi militer atas Suriah, katanya, seraya menambahkan bahwa PM Inggris dalam posisi tidak mendapat dukungan dari warganya.

Rusia, Cina, India, Indonesia, Argentina, Brasil, Afrika Selatan dan Itali adalah di antara ekonomi besar dunia yang jelas menentang serangan tersebut.

Putin mengatakan bangsa-bangsa G20 menghabiskan “seluruh” sore Kamis dengan membahas krisis Suriah, yang diikuti pertemuan bilateral Putin dengan PM Inggris David Cameron, yang berakhir sampai pukul 3 pagi waktu Moskow.

Rusia “akan membantu Suriah” menghadapi serangan militer, tegas Putin ketika menjawab pertanyaan seorang wartawan dalam pertemuan tersebut.

“Akan membantu Suriah? Kami akan bantu. Dan kami telah membantu, kami mengirim senjata, kami bekerja dalam bidang ekonomi, kami berharap untuk memperluas kerjasama kami di bidang kemanusiaan, yang mencakup pengiriman bantuan kemanusiaan untuk mendukung rakyat – kaum sipil – yang telah mendapati diri mereka dalam situasi mengerikan di negeri ini (Suriah),” kata Putin.

Putin mengatakan ia duduk bersama Presiden Barack Obama dalam pertemuan G20 dan berbicara selama sekitar setengah jam dalam “suasana bersahabat”.

Kendati kedua pemimpin tersebut mempertahankan posisi yang berbeda dalam konteks Suriah, Putin mengatakan mereka “mendengar”  dan mengerti satu sama lain.

PM Rusia Sergey Lavrov dan Sekretaris AS John Kerry akan melanjutkan diskusi tentang situasi Suriah “dalam waktu singkat,” kata Putin.

Sementera itu, Presiden Obama mengulangi lagi dalam pidatonya di G20 bahwa pemerintah AS percaya Presiden Bashar Assad ada di balik pasukan yang menggunakan senjata kimia.

Obama berjanji untuk memberikan alasan yang bagus terhadap isu serangan militernya, baik bagi masyarakat internasional maupun rakyat Amerika, dengan mengatakan bahwa banyak bangsa telah “nyaman” dengan pendapat AS.

Sambil mengakui “sejumlah negara” pada pertemuan G20 menekankan bahwa sebuah tindakan militer butuh persetujuan Dewan Keamanan PBB, Obama mengatakan bahwa AS beradai di “kembah” yang mempertanyakan kedayagunaan DK PBB.

“Memastikan kelumpuhan DK PBB dalam isu ini, bila kita serius mempertahankan pelarangan penggunaan senjata kimia, maka respons internasional dibutuhkan, dan itu tak akan datang dari DK PBB,” kata Obama.

‘Sebuah Preseden berbahaya’ 

Kedua presiden menekankan bahwa situasi di Suriah bisa menimbulkan preseden bahaya, tapi keduanya membela alasan masing-masing dengan argumen-argumen yang saling bertentangan.

Obama menekankan “tujuan”-nya dan “pertanggung-jawaban AS untuk menjaga norma-norma internasional dalam melarang penggunaan senjata kimia, denga mengatakan bahwa penegakan norma-norma tersebut dilakukan secara “real” (nyata).

“Bila ada suatu pelanggaran yang kurang ajar atas norma penting ini, dan masyarakat internasional lumpuh serta beku, tidak mau bertindak, maka norma-norma tersebut mulai batal (tak berlaku). Dan bila norma-norma itu tak berlaku, maka norma-norma dan larangan-larangan lain juga mulai tak berlaku, dan itu pasti menyebabkan timbulnya suatu dunia yang lebih berbahaya,” kata Obama. 

Putin, sebaliknya, menekankan bahwa preseden tindakan militer tanpa persetujuan
DK PBB akan berarti bahwa negara-negara kecil tidak lagi aman dari kepentingan-kepentingan negara-negara yang lebih kuat.

 “Negara-negara kecil di dunia modern merasa semakin rawan dan tidak aman. Mereka mulai menangkap kesan bahwa sebuah negara yang lebih berkuasa dapat, setiap saat dan atas keputuasan sendiri, menggunakan kekuatannya terhadap mereka,” kata Putin, mengutip pernyataan sebelumnya dari Presiden Afrika Selatan.

Tindakan itu juga akan membuat semakin sulit meyakinkan Korea Utara untuk menghentikan program nuklir mereka, kata Putin.

Pertemuan para pemimpin negara berekonomi maju itu – G20 – berlangsung di St. Petersburgh, Rusia. Para peserta fokus membahas masalah ekonomi dalam sidang-sidang meja bundar, termasuk soal pengangguran, kurangnya investasi global, dan regulasi finansial internasional. Di sisi lain, percakapan beralih kepada isu penggunaan senjata kimia di Suriah dan kemungkinan tindakan militer AS atas negeri yang sedang dikoyak perang itu.▲

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: