Israel dan AS Melakukan Uji Rudal di Laut Tengah (Namun beritanya simpang-siur tak keruan!)

Suriah - demo

By JODI RUDOREN

September 03, 2013 “
Information Clearing House – “NY Times” – JERUSALEM — Israel dan AS melakukan uji-coba sistem pertahanan udara baru hari Selasa, dengan meluncurkan sebuah rudal dari kedalaman Lautan Tengah, yang menimbulkan kegemparan di Suriah dan Rusia, menambah ketegangan di kawasan tersebut setelah pemerintahan Obama mempertimbangkan untuk melancarkan serangan militer atas Suriah.

Menteri Pertahanan Israel menegaskan dalam suatu pernyataan bahwa uji-coba versi baru dari rudal yang disebut Sparrow (burung gereja) tersebut berjalan sukses, dengan rudal yang mengikuti arah yang direncanakan menuju pantai Israel dan sistem rudal Arrow mendeteksi jalannya. Myriam Nahon, seorang juru bicara Menteri Pertahanan, tak mau menjawab pertanyaan tentang apakah uji-coba tersebut berhubungan dengan situasi di Suriah, dengan mengatakan bahwa uji-coba tersebut dilakukan secara terjadual, dan itu “itu dilakukan kapan saja harus dilakukan.”

Arieh Herzog, mantan ketua program rudal Israel, mengatakan bahwa uji-coba tersebut adalah “bagian dari kegiatan rutin yang dilakukan demi pengembangan sistem pertahanan.”

“Di hari-hari latihan biasa, Rusia tak akan bisa melihatnya,” kata Herzog. “Tapi sekarang mungkin mereka memasang banyak radar untuk memantau kawasan itu, sehingga setiap gerakan atau sesuatu yang terbang menjadi sesuatu yang mereka lihat dan mereka coba tafsirkan. Mungkin mereka pikir itu berkaitan dengan situasi di Suriah, padahal tidak.”

Di halaman Facebooknya, Kementerian Pertahanan Israel  menghidangkan video 33 detik, yang menggambarkan peluncuran rudal tersebut dan menyertakan pernyataan berbunyi: “segala unsur sistem berjalan sebagaimana yang dikehendaki dalam tatanan operasional.”

Media resmi Suriah mengatakan tak ada rudal yang terdeteksi pasukannya. Sementara para pendukung Suriah ramai berkicau lewat Twitter, mengatakan hal itu sebagai isyarat serangan dan ejekan atas pemerintah Suriah, menyebutkan bahwa militer Suriah tak pernah dilaporkan mampu mendeteksi rudal dan pesawat Israel dalam berbagai kejadian beberapa tahun lalu – mulai dari pemboman gudang senjata Suriah sampai penyimpanan senjata nuklur beberapa tahun lalu.

Di Rusia, peluncuran rudal itu pertama kali dilaporkan oleh kantor berita negara RIA Novosti, yang mengumumkan Selasa siang bahwa radar Rusia mendeteksi peluncuran tersebut, yang disebut sebagai dua rudal balistik di Laut Tengah, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Sehubungan berita tersebut, Sergei K. Shoigu, Menteri Pertahanan Rusia, diberitakan melapor kepada Presiden Vladimir V. Putin, kendari berita tanpa konformasi tersebut menimbulkan pertanyaan apakah pemerintah Rusia benar-benar tahu apa yang sedang berlangsung atau tidak?

Laporan-laporan dari Kementrian Pertahanan Rusia mengatakan sejumlah roket telah diluncurkan lebih dari dua jam sebelum beritanya tersebar, namun rudal-rudal tersebut tampak tidak mengenai sasaran apa pun di kawasan konlfik. Ketika rudal-rudal itu dilaporkan meledak di Laut Tengah, kantor berita Interfax mengutip sebuah sumber dari Angkatan Laut Rusia, yang mengatakan bahwa yang dilaporkan itu mungkin hanya eksperimen meterologis.

(Andrew Roth melaporkan dari Moskow, Anne Barnard melaporkan dari Beirut, Lebanon).

© 2013 The New York Times Company

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: