Tangis Di Ujung Ramadhan

Di ujung Ramadhan aku hanyut dalam perulangan ironi

Gelombang pemudik berbalik

Bagai laron diterbangkan angin kemelaratan

Berhamburan menyerbu pusat-pusat api perbudakan

 

Woi…!

Siapakah yang telah melahap habis

Oleh-oleh Ramadhan itu

Sehingga aku harus mengais-ngais dan menangis begini

Di timbunan sampah lebaran yang bertebaran tak keruan?

 

Woi…!

Kalian yang berpesta darah dan keringat rakyat

Sudah puaskah menimbun al-mã’un dan tambah kuatkah kalian

Untuk membuka babak baru pemerasan dan penindasan?

 

Woi…!  Para pengkhotbah!

Sampai kapan kalian akan berhenti menari

Di atas kemalangan umat sendiri?

Sampai kapan akan kalian biarkan

Umat berpusing dalam lingkaran setan?

Sampai kapan kalian hanya menonton dan bernyanyi

Sampai kapan larut melawak bersama kaum selebriti

Menyaksikan umat bagai laron membakar diri?

 

Woi…!

Katanya Islam itu tinggi

Tapi kenapa kita terpuruk dan hina begini?

Apa yang salah?

Siapa yang salah?

Ayo jawab

Hai pengkhotbah dan penceramah!

 

Di ujung Ramadhan aku hanyut dalam perulangan ironi

Gelombang pemudik berbalik

Bagai laron diterbangkan angin kemelaratan

Berhamburan menyerbu pusat-pusat api perbudakan

 

Terngiang seruan Sang Rasul ketika mengatakan:

Sungguh kalian itu seperti laron

Selalu kuteriaki agar kembali mengikuti jejak langkah para Nabi

Tapi selalu saja kalian berlari merubung api!

 

Bekasi, 22:16/ 7-8-2013

Comments
2 Responses to “Tangis Di Ujung Ramadhan”
  1. Sri Wantiyah says:

    Ijin copas Pak,trimakasih

  2. Ahmad Haes says:

    Silakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: