Bagaimana Rasulullah Mempersatukan Umat?

 

Ini sebuah tulisan dari islamonline.net:

 

Para Muslim harus:

1.      Patuh pada agama mereka

2.      Menancapkan ajaran agama di dalam hati

3.      Mencari pengetahuan dan ilmu (sains)

4.      Membenci ketidak-adilan

5.      Menyadari bahwa kejayaan dan keunggulan mereka adalah karena kedekatan mereka dengan Allah, karena mencari ridha dan sorga Allah,

6.      Memandang remeh kesenangan dunia, dan

7.      Mencangkok’ moto-moto hidup mereka dari iman mereka.

Dalam hal ini, kita akan mengutip fatwa dari almarhum Syaikh Ahmad Asy-Syarbasi, guru besar akidah dan filsafat Universitas Al-Azhar, yang mengatakan hal-hal berikut ini:

Bila saya jawab dengan satu kalimat, saya akan mengatakan: Muhammad saw menghimpun dan mempersatukan bangsanya karena beliau adalah Stempel dari para Nabi dan pemimpin dari para Rasul yang diutus Allah. Beliau adalah pemimpin dari semua orang yang berjuang atas nama Allah, dan beliau dikirim sebagai rahmat bagi kemanusiaan dan didukung oleh pengawasan Allah Yang Mahakuasa.

Jelasnya, saya akan katakan secara singkat bahwa Nabi yang mulia mampu mewujudkan persatuan dan solidaritas karena berbagai sebab dan cara, mulai dari kekuatan pribadi beliau, ketulusan dan kesetiaan beliau pada da’wahnya, juga kebencian beliau pada tuhan-tuhan palsu yang merajalela pada masa itu; dan lebih-lebih lagi, beliau menanamkan dalam hati umatnya sebuah kredo (syahadat; sumpah) yang mengungguli kepercayaan-kepercayaan murahan terhadap segala berhala.

Beliau menerangi hati umatnya dengan cahaya iman terhadap Sang Pencipta Agung yang memiliki jagat raya dan bumi. Beliau menancapkan iman ini dengan kuat, dalam amal yang berkesinambungan, dalam amal-amal (ritual) yang diwahyukan Allah kepada beliau seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan berbagai amal baik lain.

Selain itu, beliau juga membersihkan jiwa umatnya dari sifat kikir dan kebencian. Beliau tidak memberi ruang untuk kekerasan dan ketidak-adilan, tidak ada ruang untuk kesombongan dan penghinaan. Sebaliknya, beliau mendukung persaudaraan, cinta kesetaraan karena manusia berasal dari satu sumber, dan beliau menegaskan bahwa tidak ada keunggulan bangsa Arab atas bangsa-bangsa lain kecuali (bila bangsa Arab bisa unggul) dalam hal takwa.

Beliau juga mengajarkan bahwa manusia tidak mempunyai kekuasaan dan kekuatan sejati. Bila mereka egois, mereka akan kalah. Sebaliknya, bila mereka bangga pada Pencipta mereka, mereka akan unggul dan makmur. Beliau menegaskan bahwa keunggulan hanyalah hak Allah, rasulNya dan para mu’min. Karena itulah dalam Al-Qurãn kita temukan ayat yang menyatakan, “Berpegang teguhlah kalian pada tali Allah (Al-Qurãn) sehingga menjadi satu jama’ah; jangan malah berpecah-belah…” (surat Ali ‘Imran ayat 103).

Melalui cara-cara seperti itulah, nilai hidup di dunia dengan segala bentuk kesenangannya menjadi kecil di mata mereka.

Selagi orang memandang remeh hal-hal duniawi, kemanusiaannya meningkat, dan dia cenderung menghimpun manusia di bawah atap cinta dan keta’atan. Dia juga membuat mereka menaruh harapan pada Sorga dan kehidupan abada di akhirat. Karena itulah orang-orang yang ingin bersaing harus bekerja bersama, dan berbagai jenis manusia harus bergotong-royong.

Beliau juga mewarnai semangat kepahlawanan dengan agama, dan menyatakan bahwa mencintai tanahair adalah bagian dari iman, dan mempertahankan hak milik adalah sebentuk jihad.

Tali iman mempersatukan semua kelompok dengan solidaritas dan kesamaan tujuan. Mereka tidak bisa menguasai negeri mereka, dan hanya mempertahankan kedaulatan demi mendapat ridha Allah. Untuk itu, mereka harus saling membantu dengan saudara-saudara mereka, karena satu Muslim dengan para Muslim lain adalah ibarat satu bangunan. Baian yang satu dengan bagian-bangian lain saling menguatkan.

Terakhir, Rasulullah saw sukses mempersatukan Umat beliau karena beliau mengubah mereka menjadi bangsa yang taat dan takwa , yang berjuang di masa mereka seolah-olah mereka akan mati besok.

Jadi, agama ini hanya akan tumbuh subur oleh pupuk kesuburan yang digunakan sejak sangat awal.

Sementara itu, bagi mereka yang terpaku di belakang, bila mereka ingin maju, mereka bisa menggunakan jalan lurus yang terbentang di hadapan. (islamonline.net).

Comments
4 Responses to “Bagaimana Rasulullah Mempersatukan Umat?”
  1. Javan Nese says:

    SETELAH SAYA MEMBACA ARTIKEL DIATAS MAKA SAYA MEMBUAT KESIMPULAN SINGKAT BAHWA KALAU UMAT ISLAM INI INGIN BERSATU MAKA HARUS ADA TOKOH ISLAM YANG SANGAT TINGGI KUALITAS KEPRIBADIANNYA YAITU YANG HATINYA BAIK, UCAPANNYA BAIK DAN PERILAKUNYA BAIK. Namun kemudian timbullah pertanyaan: Lalu siapa tokoh tersebut? atau apakah ada tokoh yang seperti itu di jaman sekarang?

  2. Javan Nese says:

    PLUS CARA JITU ATAU SISTEM YANG SEMPURNA YANG DARI TUNTUNAN ALLOH SWT UNTUK MENATA KEHIDUPAN UMMAT/RAKYAT DAN UNTUK MENGELOLA KEKAYAAN ALAM UNTUK SEBESAR BESAR KEMAKMURAN UMMAT/RAKYAT SECARA ADIL DAN MERATA. Demikian kesimpulan saya mohon maaf bila ada kekeliruannya.

  3. Javan Nese says:

    oh ya lupa..salam kenal dari saya mas😀

    huda.

  4. Ahmad Haes says:

    Salam kenal kembali.
    Terimakasih atas dukungan anda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: