Bila Benar…

Bila yang kita kendarai adalah Sunnatullah

dan jalannya adalah Sunnah Rasul;

maka yang menyimpang pasti terlentang

yang menghadang pasti tergilas

dan yang ogah-ogahan pasti tertinggal!

Tapi mengapa kini justru kita yang jatuh

terlentang?

tiada orang yang terlindas!

bahkan alih-alih ada yang tertinggal

justru kita malah tak pernah mulai melangkah?

Mengapa?

Bukankah dulu kita gunakan metodologi?

Bukankah dulu kita pelajari sitematika, analitika

dan objektivita?

Bukankah secara teori kita sudah jagoan dan juara?

Tapi mengapa di tataran kerja kita tidak menghasilkan apa-apa?

Mengapa?

Mungkinkah dulu kita terlalu asyik dilambung indahnya dalil-dalil ilmiah

sehingga akal kita terjerembab di fatamorgana khayal

dan mata kita terbutakan angan-angan

serta telinga kita tak pernah terusik oleh seruan yang meminta segera terjaga?

Kita melaju dalam deru semangat babi buta!

Seolah perwujudan ilmu Allah adalah benar-benar kita…

Ge-er-isme sudah menjadi ruh budaya kita!

Nyatanya separuh abad habis sudah

Arang habis besi binasa!

Bandar Harapan sudah porak poranda

Lembah Harapan ditelan gempa

Gerbang Harapan tak kunjung terbuka

Harapan tinggal harapan!

Aku tidak tahu!

Mungkin kalian punya pisau bedah yang berbeda

Ayo segera gunakan

bila memang itu ada…

Jangan lagi hanya mengutuk idealisme

Sekarang kita adalah korban dari sebuah idealisme

yang dibungkus oleh kertas emas bermerek ilmu Allah!

Jangan lagi mengutuk Plato

Kita semua – sekarang – tak ada bedanya dengan murid-murid Plato.

Jangan lagi mengejek materialisme

Karena kita selama ini tak pernah lebih dari robot benda

yang memandang ilmu Allah terlalu murah untuk dibeli dengan recehan kita

apalagi mau ditukar nyawa!

Ayo, kalian yang masih punya semangat menggelora!

Gunakan pisau bedah itu

untuk membedah kesombongan yang tersisa!

Selagi diberi kesempatan

jauhkan segala umpatan!

Sang perintis – sesalah dan sekeliru apa pun

Dia telah amat sangat berjasa

membuka wawasan

memetakan jalan

tinggal terserah kita!

Mau melanjutkan

Atau terlongong-longong dalam kebingungan

Seperti serombongan turis di negeri asing

yang ditinggalkan oleh pemandunya…

Begitu kalau salah memilih imam

Yang seharusnya mengimamkan ilmu

malah menuhankan guru!

Ayo sekarang giliran kalian bicara

Tapi jangan asal bicara – dengan memamah sabda-sabda lama

Karena dalil-dalil ‘ilmiah’ kalian sudah basi

semua! ∆

***Bekasi, Rabu, 10 Oktober 2012.

Comments
2 Responses to “Bila Benar…”
  1. asep sofyan says:

    lanjutkan…!

  2. Tiki Taka says:

    Setuju bang..kita harus mulai dr apa yg sudah kita punya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: