Kiat Mempelajari Bahasa Arab 4

Fonologi Bahasa Arab

Tulisan ini membahas fonologi Bahasa Arab (FBA) yang berkaitan erat dengan morfologi (ilmu sharf). Topik ini dikenal sebagai pengurangan gugus konsonan (cluster reduction), yang merupakan sejumlah rumus untuk mengurangi kesulitan pengejaan karena tanda berhenti yang muncul beruntun dalam suku kata yang sama. Dengan kata lain, mengeja dua huruf dalam satu deretan, yang keduanya bertanda sukun, adalah sebuah masalah. Untuk mengatasi masalah itu, maka dibutuhkan rumus atau peraturan untuk mengubah kedua huruf tersebut menjadi suku kata.

Rumusan tersebut berdampak ketika membaca naskah  tanpa harakat (tulisan Arab gundul). Bahkan ada sejumlah tulisan berharakat yang tidak menerapkan rumusan ini, dan pembaca dibiarkan untuk menerapkannya sendiri. Lebih jauh, rumusan ini memainkan peran penting dalam morfologi huruf lemah (tasrif huruf ilat).

Pendahuluan

Bahasa Arab Klasik (BAK) mencakup jenis-jenis suku kata di bawah ini. Huruf K berarti konsonan (huruf mati), huruf V= vokal (huruf hidup; harakat), dan VK = vokal panjang.

  Suku kata

Contoh

1

Konsonan Vokal (KV)

اَ

2

Konsonan Vokal Panjang (KVP)

ها

3

KVK

إِنْ

4

KVKK

ضَرْبْ

5

KVVK

قالْ

6

KVVKK

جانّ

Contoh tiga pertama adalah jenis suku kata yang banyak ditemui dalam BAK.Sedangkan tiga berikutnya sangat jarang, karena keduanya muncul dalam bentuk dua huruf yang sama-sama bertanda sukun. Dalam istilah yang resmi pertemuan dua huruf bersukun ini disebut sebagai ijtimã’us-sãkinain(i)/اجتماع الساكنين. Secara khusus, suku kata jenis 4 dan 5 hanya boleh berlaku pada waktu berhenti membaca atau waqaf(un)/وقف dan harus diterapkan peraturan-peraturan khusus untuk mengubahnya ke dalam suku kata jenis 1,2 atau 3 bila muncul di tempat lain.

Selanjutnya naskah ini membahas peraturan-peraturan tersebut. Suku kata jenis 6, mekipun jarang, dibolehkan muncul di manapun, karena mempunyai fokal panjang yang diikuti pasangan huruf yang memudahkan pengejaan.

Definisi

اجتماع الساكنين

ijtimã’us-sãkinain(i) adalah pertemuan dua huruf yang sama-sama bertanda sukun.

Pendeknya, suku kata jenis 4 dan 5 terdapat dalam BAK. Penyebabnya terjadinya banyak, termasuk morfologi (tasrif) kata kerja. Bila terjadinya bukan karena waqaf/ وقف , harus ada peraturan untuk mengubah huruf-huruf dan harakat untuk membentuk suku kata yang pas.

Pengurangan gugus konsonan

Dua konsonan

Rumus
Bila dua kosonan tak berharakat muncul berdampingan, huruf pertama diberi tanda kasrah/ كسرة.

Dalam banyak kasus, dua konsonan tak berharakat muncul berdampingan hanya di seberang batas kata. Dengan kata lain, huruf akhir kata pertama berharakat sukun, dan huruf pertama kata berikutnya juga berharakat sukun.

Ini terjadi pada kata kerja tertentu seperti qul/ قُلْ (kata perintah), atau partikel seperti min/ مِنْ , dan kata benda yang tidak bisa ditasrif seperti man/ مَنْ Selain itu, hal itu bisa terjadi karena tanwïn pada huruf akhir kata pertama, yang sebenarnya tanwin ini tidak lain dari sebuan nûn sãkinah/ نون ساكنة alias nun bersukun.

Di satu pihak, huruf akhir kata pertama bersukun. Di lain pihak huruf pertama kata kedua juga bersukun. Ini terjadi pada banyak kata kata perintah (misalnya istaqbil/ اسْتقبل), juga beberapa kata benda seperti ism(un)/ اسْم dan ibn(un)/ ابْن . Tapi kasus terbanyak adalah ketika kata kedua diberi awalan kata sandang al.

Peraturan untuk kasus tersebut adalah penambahan kasrah pada huruf akhir kata pertama. Namun itu tidak berlaku untuk semua.

  • pada kata min/ مِن harakat yang ditambahkan adalah fathah/فتحة
  • untuk kata ganti jamak laki-laki harakatnya adalah dhammah/ضمة

Perhatikan contoh-contoh di bawah ini.

Solusi

Masalah

قُلِ الْعفو

قُلْ الْعفو

بلِ دّارك

بلْ دّارك

مَنِ اتّقى

مَنْ اتّقى

غلامِ نِاسْمه

غلامٍ اسْمه

مِنَ الشيطان

مِنْ الشيطان

همُ الفائزون

همْ الْفائزون

أنتمُ الأْعلون

أنتمْ الأْعلون

عليكمُ الْيوم

عليكمْ الْيوم

Fokal panjang bertemu konsonan

Rumus
Bila konsonan tak berharakat bertemu fokal pasnjang, fokal panjangnya dibuang.

Kasus tersebut sebenarnya tidak menghalangi bacaan. Tapi untuk meringankan ucapan, maka fokal panjang dibuang. Perhatikan contoh di bawah ini.

 

Solusi

Masalah

قُلْ

قُوْلْ

بِعْ

بِيْعْ

خَفْ

خَافْ

Bila gugus konsonan muncul di seberang batas kata, fokal panjang dibuang hanya untuk memudahkan pengucapan

ادعُـ[ـوا] الرّحمان

ادعُوْا الرّحمان

Pertemuan diftong-konsonan

Rumus
Bila konsonan tak berharakat medngikuti sebuah diftong, diftongnya diberi harkat yang sesuai.

Kasus ini biasa terjadi pada kata kerja, jarang terjadi pada kata benda dan partikel.

Untuk memudahkan pengucapan, diftong diberi harakat yang sesuai. Yang sesuai dengan wawu adalah dhammah, yang sesuai dengan yã’ adalah kasrah.

Solusi

Masalah

ترَيِنّ

ترَيْنّ

رأَوُا الْعذاب

رأَوْا الْعذاب

Latihan

  1. Kenali kasus-kasus yang telah dibahas, dan terapkan solusinya.
  2. Perhatikan jenis kasusnya
  3. Terapkan solusi untuk kemudahan pengucapannya

  1. كادَتْ الجُيوشُ تَشْتَبِكُ مُجازِفةً مُقْتَحِمةً بِأَسْلِحَتِهِمْ الغَفِيْرة وفُرْسانِهِمْ الضّلِيْعة.

  2. مِنْ التُّجّارِ مَنْ اسْتَرَقَ وقالَ خُذْ المَبيعَ وسَلِّمْ البَقِيّة.

  3. قَالُوْا ابْنُوْا الصَّوْمَعةَ فَآوُوْا إليها تَعْصِمْكُمْ مِنْ سَحائِبَ حامِلةٍ الرّعْدَ والبَرْق.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: