Paradigma Baru Pembelajaran Bahasa Arab (3)

Metode Yang Paling Unggul

 

Sistem penentuan makna secara gramatikal dalam Bahasa Arab,  sejauh ini, adalah metode yang  paling unggul. Sistem tersebut tidak membatasi pembicara untuk hanya menggunakan satu susunan khusus. Anda bisa menyusun satu kata kerja dan dua kata benda dengan enam cara berbeda. Setiap perubahan susunan, tidak mengubah pengertian harfiahnya.

Manfaat dari cara ini adalah bahwa kita bisa menambahkan penekanan pada bagian-bagian pesan, dengan cara mengubah susunan kata. Pendengar mungkin sudah memahami bahwa sebuah tindakan terjadi dan siapa pelaku tindakan tersebut. Masalahnya mungkin pada objeknya. Maka anda bisa menyusun kalimat dengan menempatkan objeknya di depan. Juga akan tetap mengusung makna yang sama seandainya anda meletakkan kata kerja di depan. Ada kelenturan dalam penyusunan kata-kata, karena tidak harus berurutan, dan tidak dibutuhkan kata-kata khusus. Metode ini, yang merupakan metode tercanggih, adalah metode yang akan saya perkenalkan melalui catatan ini.

Bersama dengan catatan ini, ada tiga video yang saya ingin agar anda menontonnya. Saya ingin membekali anda dengan bahan bacaan berupa catatan ini, dengan tujuan memberi anda paparan pertama, dan kemudian dihidangkan latihan sebenarnya dengan menyaksikan saya meliput pokok-pokok bahasan. Kita akan menjalankan sistem ini seperti mengupas bawang. Setiap lapisan kulit yang dikelupas menampakkan bagian demi bagian dari sistem ini. Untuk bisa menjalankan secara jitu, saya perlu memberikan penjelasan secara seksama. Saya akan menuangkan rincian tertentu secara hati-hati ke dalam video yang menyertai catatan ini.

Masih ingat skenario hipotetis yang saya hidangkan di atas, yaitu tentang 5 kata yang bisa mengusung sebelas, dua belas dan tiga belas makna tambahan? Sistem ini akan memberi anda tambahan sebelas, dua belas dan tiga belas makna tersebut. Itu semua adalah makna-makna yang baru melintas dalam pikiran mereka yang belajar di universitas-universitas Barat selama lebih dari setahun.

Kosakata dan dasar tata bahasa yang diajarkan di berbagai universitas adalah seperti alat. Semua diperlukan, tapi sistem yang akan saya paparkan adalah lebih jauh dari itu. Ini benar-benar merupakan poros yang membuat Bahasa Arab menjadi unik dan unggul. Mempelajari sistem ini adalah seperti mempelajari ketrampilan-ketrampilan seorang perajin ulung. Seorang perajin membutuhkan alat-alat, tapi cobalah berikan alat-alat yang sama kepada kepada sembarang orang, alat-alat itu akan menjadi hampir tak berguna.

Bayangkan betapa anda akan termotivasi untuk maju dalam studi anda ketika anda mengetahui semua ini, dan semua akan jelas terlihat bagaimana dan mengapa Bahasa Arab menjadi bahasa yang sangat unggul.

Cara Terbaik Belajar Bahasa Arab

 

Bila anda ingin merasakan daya tarik dan momentum, dan akhirnya menyelesaikan proses studi Bahasa Arab anda, sehingga anda bisa memahami dan mengagumi mu’jizat Al-Qurãn, bila anda ingin berdiri dalam shalat seraya mengerti dan tersentuh oleh ayat-ayat yang anda baca sebagaimana orang-orang Arab dulu tersentuh, walaupun mereka belum masuk Islam, sehingga shalat harian anda menjadi hari yang sangat menyenangkan, maka caranya bukanlah dengan belajar dari sederhana ke rumit, tapi mulailah bermain dengan yang rumit.

Sepintas, cara ini seperti bertentangan dengan kata hati, tapi sebenarnya tidak. Perasaan itu timbul karena kita hidup di dunia yang menuntut kita untuk jadi over specialized (sangat memaksa untuk jadi spesialis; menyebabkan kita jadi katak dalam tempurung), dan segalanya memang sangat rumit. Kita tidak bisa benar-benar melihat gambar besar tentang apa pun. Sekali bisa melihat gambar besar, kita malah jadi tak berdaya. Tapi bila anda sudah menguasai sistemnya, semua detail yang telah anda pelajari akan berjatuhan, masing-masing mencari tempat sendiri, dan itu akan benar-benar memotivasi anda untuk terus maju. Sebuah lampu pijar menyala, dan muncullah kilasan waktu yang membuat anda berseru, “Aha!”

Hal itu terjadi berulang-ulang, dan setiap kali hal itu terjadi, anda menjadi lebih bergairah.

 

Mendongkrak Prinsip 80/20

Dasar metode ini adalah prinsip 80/20, yang akan saya jelaskan secara singkat. Ini adalah kiat belajar para sarjana selama berabad-abad. Ini adalah ‘nyali’ dari para jenius yang menakjubkan, yang diperankan para ahli bahasa di abad pertengahan.[1] Mereka mampu menukik ke inti Bahas Arab, sehingga mampu mengungkap poros dan tema intinya. Inilah yang harus diajarkan sejak awal. Setelah itu, anda bisa mengajarkan detail-detailnya secara bertahap.

Ada banyak manfaat yang jelas dari penggunaan metode ini. Pertama, (kegiatan belajar) jadi jauh lebih menarik, karena anda sejak awal sekali sudah dihadapkan dengan segi-segi yang membuat Bahasa Arab jadi bahasa sangat unggul, dan anda tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil. Kedua, ini merupakan metode ‘pengisian segera’, sehingga pada hari-hari permulaan hasil usaha sudah sangat terasa. Selanjutnya, setiap minggu kemajuan demi kemajuan menjadi lebih mudah, dan hasil pun bertambah. Semua detail baru yang dihidangkan kemudian memunculkan momen-momen ‘penerimaan wahyu’ dan mendorong anda untuk lebih maju lagi. Hasil akhirnya, anda bisa belajar 1600% lebih cepat.

Prinsip 80/20

Mungkin anda sering mendengar tentang prinsip 80/20. Saya katakan kepada anda bahwa mengetahui sesuatu dan benar-benar mendongkel sesuatu adalah dua hal berbeda. Karena itu, jangan remehkan apa yang akan saya paparkan ini, karena ini benar-benar sangat penting.

Prinsip 80/20 menyatakan bahwa terdapat ketimpangan besar di antara:

–          masukan dan keluaran

–          sebab dan akibat

–          usaha dan hasil

Maksudnya, bila anda melakukan lima jam usaha, ini bukan berarti bahwa anda pasti akan menerima hasil-hasil senilai lima jam. Itu sangat jarang terjadi.

Biasanya, bila anda lakukan sejumlah usaha, anda akan menerima hasil jauh lebih sedikit dari usaha anda (bisa jadi hanya senilai usaha satu jam), karena anda tidak menggunakan waktu anda untuk hal-hal yang sangat produktif. Atau, anda mendapatkan hasil-hasil yang hebat, lebih banyak dari yang anda impikan, karena anda melakukan hal-hal yang benar dan anda fokus pada segi-segi yang paling luas jangkauannya. Anda fokuskan tenaga dan perhatian pada hal-hal yang sangat produktif.

Prinsip ini berlaku di mana saja dalam kehidupan. Orang bilang, 80% kebahagiaan anda datang dari 20% teman. (Atau) dari pakaian yang anda kenakan. Buka lemari anda, dan perhatikan pakaian-pakaian yang anda kenakan. Anda akan dapati bahwa 20% dari pakaian anda mengisi 80% waktu anda. Orang juga bilang bahwa 20% karpet mengalami 80% penggunaan dan kerusakan. Bila anda perhatikan gedung-gedung perkantoran, orang-orang di sana mengungkapkan dan memutuskan untuk menggali prinsip ini. Mereka mempunyai karpet-karpet. Bila merek ingin mengganti karpet, mereka tidak mengganti semua.

Prinsip ini berlaku dalam kekayaan, bisnis, pendidikan, dan kerja hari demi hari. Bila anda menjalankan sebuah bisnis, anda akan dapati bahwa 20% pelanggan memberi anda 80% keuntungan. Prinsip ini berlaku di mana-mana, dan Bahasa Arab juga tidak terkecuali.

Bahasa Arab mempunyai poros atau tema inti yang harus diajarkan paling dulu. Apa porosnya? Porosnya adalah kira-kira 20% dari peraturan-peraturan yang terdapat dalam tiga ilmu Bahasa Arab.

Ilmu-ilmu tersebut adalah ilmu Sharaf, nahwu, dan balãghah.

–          Ilmu sharaf adalah ilmu yang membahas kata kerja dan dan penggabungan huruf-huruf mati, memberinya harakat dengan menggunakan pola-pola khusus. Huruf-huruf mati diberi harakat; harakat-harakat menghasilkan suara dan pembagian waktu. Harakat-harkat itu juga menandai jenis kelamin, jumlah, dan orang yang menjadi pelaku kata kerja, sehingga anda bisa tahu bahwa yang berbuat adalah pria atau wanita, dan anda bisa dengan tepat menghubungkan kata kerja dengan keterangan kata kerja.

–          Ilmu nahwu membahas susunan kalimat dan cara membedakan peran-peran kata benda dalam kalimat; memilah mana yang jadi pelaku pekerjaan, dan mana yang jadi sasaran kerja.

–          Ilmu yang ketiga adalah balaghah. Ini merupakan ilmu tingkat tinggi, yang mengajar anda seni menghidangkan ucapan (tulisan) yang jitu dan berpengaruh (terhadap pendengar/pembaca). Lewat ilmu ini anda mengetahui pola pikir (mindset), kadar mental, keinginan, kekecewaan dan kepedihan lawan bicara, sehingga anda akan berbicara sesuai keperluan.

Bila anda berhasil menembus 3 ilmu itu, anda akan tahu tentang peraturan-peraturan yang lebih penting dari apa pun. Peraturan-peraturan itulah yang menjangkau seluas-luasnya penerapan. Ini adalah dasar-dasar bahasa, dan anda akan melihat kehadirannya dalam setiap kalimat.

Tapi 20% dari bahasa yang meliput seluas-luasnya penerapan ini tak akan ditemukan dalam buku-buku teks tingkat dasar. Sebagian darinya, ada di permulaan, sebagian lain ada di tengah, dan sebagian lain lagi ada di ujung. Anda butuh seseorang untuk mengambilkan semua segi itu, memilahnya dari keseluruhan, dan menggabungkannya bersama, lalu menghidangkan kepada anda sebagai sebuah sistem.


[1] Pada Abad Pertengahan, sejak abad ke-7 Masehi, kaum muslimin mulai berekpansi ke Eropa.

Comments
2 Responses to “Paradigma Baru Pembelajaran Bahasa Arab (3)”
  1. busan says:

    Assalaikum Pak Husein, seperti disampaikan pada pertemuan kita hari selasa kemarin (1 mei) berikut ini saya translatenya, mohon dikoreksi kalau ada yang salah,

    Terjemahan booklet “80 % of Qur’anic Words” yang dihimpun oleh Dr. AbdulAzeez Abdul raheem.
    Atas Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.

    Segala puji Kepada Allah, dan mudah-mudahan damai serta berkah Allah atas Nabi-NYA, Muhammad. Allah berkata secara jelas didalam buku-NYA “(inilah) sebuah buku (Qur’an), yang telah Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah yang mana mereka dapat merenungi ayat-ayatnya, dan orang-orang yang mengerti dapat mengingatnya” (38:29”. Jika kita tidak mengerti buku tersebut, bagaimana kita dapat merenungi ayat-ayatnya. Nabi dari Allah, Muhammad, SAW, berkata “yang terbaik diantara kalian adalah siapa yang telah mempelajari Qur’an dan mengajarkannya” (Bukhari).
    Booklet ini disusun untuk memberikan paling sedikit beberpa bantuan untuk memenuhi tujuan yang disebutkan diatas. Perlu diingat hal-hal berikut (selain yang ada pada daftar pada bagian belakang) dikala mempelajari booklet ini:
    1. Jika satu kata memiliki lebih dari satu arti, tanda titik koma (;) ditempatkan diantara dua arti kata tersebut. Untuk kata yang memiliki arti yang sama diberi tanda koma (,). Sebagai contoh (mata; musim semi ‘ain yak nun) dan (diatas, naik ‘ain lam yak).
    2. Pada huruf terakhir dari kata-kata yang ada pada booklet ini tidak memiliki harakat (fathah tanwin, kasrah tanwin dan domma tanwin), menunjukkan bahwa tiap harakat dapat dipasangkan padanya bergantung atas konteksnya dimana kata tersebut digunakan. Jika terdapat alif lam sebelum sebuah kata, maka tanwin tidak digunakan.
    3. Pada bagian kiri bawah halaman, menunjukkan jumlah berapa kali kata-kata tersbut terjadi didalam Qur’an. Pada bagian kanan halaman menunjukkan persen (%) dari jumlah kata-kata tersebut didalam Qur’an yang telah anda pelajari sejauh inii, jika anda telah mengingat arti kata sampai dengan halaman tersebut.
    4. Hampir pada setiap kasus, kata-kata disusun secara alphabet untuk kemudahan pencarian.
    5. Bentuk-bentuk kata mutsanna dan muannas digunakan secara berpasangan pada Qur’an. Oleh karenanya, bentuk-bentuk ini mungkin kurang ditekankan pada tahap-tahap permulaan.
    6. Tanda bintang (*) ditempatkan disebelah kata kerja kata kerja tertentu. Semua bentuk-bentuk kata kerja yang demikian disajikan secara terinci pada booklet terpisah “Some important Verbs Used in the Holy Qur’an”.
    7. Hampir setiap jenis kata kerja, contoh-contoh dari ma’ruf (bentuk aktif) disajikan pada baris pertama, sedangkan bentuk-bentuk majhul (bentuk pasif) pada bagian akhir.
    8. Seperti pada setiap bahasa, beberapa kata kerja dan kata benda dari tindakan selalu diikuti dengan preposisi. Sebagai contoh, percaya pada, amana bi. Akan tetapi, pada beberapa kasus, satu perubahan pada preposisi dapat mengubah arti juga. Seperti contoh get (memperoleh), get in (masuk), get at (menyentuh), get by (lulus), get off (lolos dari bahaya), dll. Daftar dari beberapa kata kerja penting bersama dengan perubahan preposisi tersedia di halaman 34.
    Penghargaan (tdk ditranslate)
    Atas nama Allah
    Jika anda menguasai daftar-datar kata ini, anda perlu tahu hanya 2 dari 9 pada setiap baris di Qur’an.
    (berdasarkan rata-rata statistik atas mushaf qur’an tertentu yang berisi 600 halaman, dengan setiap halaman memiliki 15 baris).
    1. Kata-kata yang diberikan pada booklet ini berjumlah 80.6% (64.282) dari total kata-kata (kira-kira 77.800) dari Qur’an.
    2. Daftar kata pada enam halaman pertama yang paling sering terjadi. Beberapa darinya terjadi dalam bentuk kombinasi dengan yang lainnya. Mereka merupakan bagian yang sangat besar 41.5% (32.263) dari total kata.
    3. Angka disebelah kata benda (halaman 7 – 14) atau kata kerja (halaman 15 – 23) menunjukkan berapa kali kata benda atau kata kerja tersebut (dalam berbagai bentuk variasinya) terjadi di Qur’an.
    4. Untuk setiap kata kerja, bentuk lampau, bentuk tidak sempurna, bentuk perintah, bentuk partisipel aktif, dan bentuk kata benda verbal disediakan. Diasumsikan bahwa berdasarkan informasi ini, anda dapat mereproduksi seluruh table kata kerja. Table contoh diberikan pada akhir dari booklet ini.
    5. Untuk tiap-tiap kata, diberikan arti yang paling umum. Beberapa kata bisa memiliki arti yang lain juga, bergantung pada konteksnya. Akan tetapi, kata-kata yang demikian jumlahnya sedikit.
    Singkatan-singkatan.
    Mg mudzakkar fg muannats br.pl jamak taksir
    Sg mufrad dl mutsanna pl jamak
    Sb sesorang st sesuatu ss seseoramg atau sesuatu.

  2. Ahmad Haes says:

    Terimakasih. Saya sudah copy-paste di komputer saya. Ini pasti membantu dlm kegiatan belajar kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: