Paradigma Baru Pembelajaran Bahasa Arab

Pel bhs Arab

*** Tulisan di bawah ini adalah terjemahan dari naskah berjudul Arabic Accelertion Report yang didownload dari http://www.shariahprogram.ca

“Kiat-kiat” Menguasai Bahasa Arab Klasik

Yang terpegang di tangan anda saat ini hanyalah sebuah kilasan dari 10 tahun pengalaman saya dalam mengajar Bahasa Arab kepada ribuan pelajar baik secara online maupun offline.

Sampai sekarang, informasi ini masih disimpan rapi dan hanya tersedia bagi para pencari ilmu yang telah diterima sebagai murid pada program pembelajaran Bahasa Arab yang sangat sukses di internet. Mereka adalah para pelajar yang sebelum menemukan program saya telah berjibaku untuk belajar Bahasa Arab selama bertahun-tahun dengan menggunakan berbagai metode yang ada di bawah matahari. Seorang saudari, yang akan anda dengar (penuturannya) nanti, harus berkendara selama 22 jam dari Mississippi untuk mengikuti program saya secara langsung, dan ia mengatakan bahwa belajar sehari (bersama saya) hasilnya melebihi setahun penuh belajar di universitas Harvard.

Saya minta anda untuk tidak segera mengesampingkan komentar di atas atau yang terdapat pada jilid (naskah ini), hanya karena secara sepintas pengakuan-pengakuan itu tampak berlebihan dan tidak seluruhnya akurat. Bila saya tidak memverifikasi keakuratan pengakuan mereka melalui apa yang akan saya share (bagikan) kepada anda dalam catatan ini, saya juga tidak akan mempercayai mereka.

Saya akan ajukan kepada anda bahwa strategi yang membuahkan hasil-hasil tersebut melibatkan sifat dasar Bahasa Arab, dan bahwa sepengetahuan saya dalam zaman kita yang kebanyakan orang-orangnya sibuk menangani tugas-tugas sepanjang hari, maka HANYA pendekatan (approach; metode) yang jitu yang akan membawa anda pada tujuan-tujuan anda dengan cara tercepat, termudah dan paling memberi hasil pasti.

Pendekatan tersebut itulah yang akan menarik minat anda dalam mempelajari yang anda butuhkan, untuk menjaga agar anda tetap termotivasi dan penuh semangat, sehingga anda tak akan menyerah.

Pendeknya, ini mungkin akan menjadi naskah yang paling penting yang membahas masalah ini.

Saya sangat menganjurkan agar anda menyetak naskah ini sekarang juga, sediakan waktu 30 menit, duduk santai di kursi kesayangan anda, dan bacalah naskah ini halaman demi halaman. Kemudian, esok harinya, ambil dan baca lagi.

Ini adalah bahan yang biasanya akan saya uraikan selama lebih dari 8 jam, dan saya perkuat dengan banyak contoh serta banyak latihan. Dalam catatan ini, saya menyaring untuk anda inti konsep di balik pendekatan (metode) yang saya ajukan. Tegasnya, saya lebih terpusat untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa metode itu bisa mujarab. Bila saya berhasil mencapai tujuan saya dalam catatan ini, maka tidak sia-sialah anda menggunakan waktu untuk membaca dan mempelajarinya.

Sebagai permulaan, mari kita jelaskan beberapa hal.

Metode yang akan saya hidangkan kepada anda ini bukanlah tentang kata-kata yang sangat sering berulang dalam Al-Qurãn. Seperti bila anda mempelajari daftar kecil sejumlah 300 kata, maka berarti anda menguasai 80% kata-kata dalam Al-Qurãn. Bukan, catatan ini bukan seperti itu. Anda tidak  membutuhkan saya untuk itu.

Saya tegaskan kepada anda bahwa kebanyakan makna dalam Bahasa Arab tidak berasal dari kata-kata. Makna itu muncul dari fokal (harakat), pola-pola dan susunan (tarkîb) secara tata bahasa. Pendeknya, bila anda mampu memahami mekanisme yang mengatur pengangkutan makna-mana “bukan-kata”, dan kemudian dengan segera mengikuti bahan bacaan untuk menghidupkan teori itu pada tahap awal, maka inilah cara anda untuk mencapai daya tarik dan keberhasilan.

Selanjutnya, tidak. Ini bukan anjuran untuk mengajarkan tata bahasa secara menyeluruh. Itu hanya akan melelahkan dan menenggelamkan anda. Metode ini sama sekali berbeda.

Maka, sekali lagi, santai. Matikan handphone. Tutup semua program yang anda stel untuk menyampaikan pesan, atau lebih baik print dokumen ini, lalu masuk ke kamar tidur, agar anda dapat membaca sepenuh konsentrasi tanpa pengalihan-pengalihan.

Setelah selesai, saya akan hidangkan kepada anda 3 video (berisi 2 jam lebih latihan), yang bisa anda saksikan untuk mengembangkan lebih jauh konsep-konsep yang diajarkan.

 

Mengapa saya menulis catatan ini?

 

Saya memutuskan untuk menulis catatan ini karena saya tidak mau lagi berdiri di samping, menyaksikan para pelajar seperti anda berjuang dan menderita ketika berusaha mempelajari bahasa agama sendiri.

Saya merasa terpukul baru-baru ini, ketika mengetahu bahwa enam ratus atau lebih pelajar yang mendaftar dalam kursus saya setiap semester bukanlah hanya para Muslim yang berjuang mempelajari Bahasa Arab dan mencari metode yang lebih baik. Ada ribuan, bila bukan jutaan Muslim di seluruh dunia mengalami kesulitan yang tak seharusnya karena mereka mengambil metode yang salah. Berbulan-bulan, bila bukan bertahun-tahun, hanya mengalami sedikit kemajuan, dan berakhir dengan hanya mengetahui sejumlah kosa kata, beberapa aturan tata bahasa secara acak, dan akhirnya rasa kecewa yang besar, bila bukan keputus-asaan.

Jangan khawatir bila saya menggambarkan keadaan anda, karena dalam catatan ini saya tidak hanya akan menjelaskan alasan-alasan untuk masalah-masalah tersebut, tapi saya akan memberi anda sebuah blueprint (kerangka program) yang bisa segera anda terapkan untuk mengatasi rintangan-rintangan tersebut.

Para pelajar saya mengatakan berulang-ulang betapa dramatisnya percepatan yang mereka rasakan melalui metode ini, yaitu metode dan strategi yang kami terapkan di kelas – betapa mereka dibuat lebih paham dalam beberapa bulan, minggu, hari atau bahkan menit dibandingkan dengan (penggunaan mtode lain) selama bertahun-tahun. Mereka tentu tidak akan sendirian dalam mengalami kemajuan tersebut, dalam mengalami kemajuan memahami kata-kata Al-Qurãn.

Saya menulis laporan ini untuk berbagi metode-metode tersebut dengan anda, sehingga anda pun bisa mengalami sukses yang sama.  InsyaAllah.

Sakitnya Tidak Paham

Selama 10 tahun mengajar Bahasa Arab Klasik kepada orang-orang dewasa berbahasa Inggris, saya dapati banyak pelajar yang berulang-ulang menemui saya dengan membawa kekecewaan-kekecewaan yang sama.

Mereka melakukan shalat dengan (bacaan-bacaan) yang tidak mereka pahami. Mereka berdiri di belakang para imam yang menangis karena tersentuh oleh ayat-ayat Allah, sementara mereka hanya berdiri sambil merasakan kebodohan diri, ternganga dan tak berdaya. Mereka mengikuti kuliah para sarjana Arab, dan tak punya pilihan kecuali menunggu terjemahan. Dan karena beberapa penceramah tidak menerjemahkan setiap syair atau hadis yang mereka kutip, mereka pun merasa terabaikan. Mereka merasa diceraikan dari pemahaman terhadap warisan intrelektual mereka. Mereka merasa dilumpuhkan secara mental dan dibuat frustrasi dengan ketidak-mampuan untuk memahami karya-karya besar para sarjana Muslim sepanjang sejarah kita.

Mungkin anda punya pengalaman yang sama?

Dengan tekad ingin memahami kitabullah, banyak pelajar melakukan berbagai usaha untuk mempelajari Bahasa Arab. Mereka membeli buku-buku dan mulai belajar sendiri. Mereka mengikuti kelas-kelas di masjid setempat. Mereka mendaftarkan diri di berbagai lembaga. Mereka menyewa teman-teman berkebangsaan Arab sebagai pengajar. Dalam setiap usaha mempelajari Bahasa Arab, mereka mengulang pengejaan huruf, mempelajari kata-kata baru, membentuk frasa-frasa sederhana dan mungkin menyentuh beberapa peraturan tatabahasa, tapi hasilnya tak pernah bisa beranjak lebih jauh.

Dalam berbagai kelas Bahasa Arab, mereka memulai dengan membaca setengah lusin buku pelajaran Bahasa Arab untuk anak-anak, tapi mereka tidak tahu bagaimana dengan membaca kisah tentang liburan-liburan di musim panas atau naik pesawat terbang atau pesta akhir tahun anak-anak akan bisa membantu mereka untuk memahami Al-Qurãn. Mereka juga mempelajari tentang huruf-huruf qamariyah dan syamsiyah, tentang kata benda lelaki dan wanita. Mereka mendengar kutipan tentang marfu’, manshub dan majrur tapi tidak memahami arti yang sebenarnya. Mereka melihat jurang pemisah besar di antara diri mereka dan posisi yang ingin mereka tempati untuk memahami Bahasa Arab. Mereka berusaha melompati jurang itu berulang-ulang, tapi hasilnya hanya kegagalan. Mereka penasaran bahwa mereka mungkin harus belajar ke luar negeri, tapi tanggung-jawab mereka di rumah membuat pilihan itu menjadi tak mungkin.

Setelah habis banyak waktu dan usaha, sebagian dari mereka menyerah. Mereka sampai pada kesimpulan untuk tidak lagi mempelajari Bahasa Arab. Terlalu sulit. Bahasa Arab bukanlah untuk mereka.

Memalukan memang. Dan itu membuat saya marah ketika mendengarnya. Karena Bahasa Arab bukanlah bahasa yang sulit. Para Muslim yang tidak berkebangsaan Arab dari seluruh penjuru dunia telah mempelajarinya dan menguasainya selama berabad-abad. Masalahnya bukan pada bahasanya, bukan pula pada para pelajarnya. Masalahnya terletak pada metode pengajaran yang digunakan pada tahun dan abad ini.

(BERSAMBUNG)

Comments
2 Responses to “Paradigma Baru Pembelajaran Bahasa Arab”
  1. Urikss says:

    ijin copas bang

  2. Ahmad Haes says:

    Silakan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: