Fatamorgana Kok Jadi Pernikahan? (Kasus Kekeliruan Penerjemahan)

wildwest

Bukan baru sekali saya menemukan keganjilan penerjemahan pada teks (subtitle) film, khususnya yang berbahasa Inggris. Keganjilan-keganjilan itu, karena aneh dan lucunya, kadang bisa melekat lama dalam ingatan. Tahun 1980-an, misalnya, saya masih ingat adegan satu film. Di situ digambarkan tokoh dalam film tersebut mengajak temannya berkunjung ke rumah kakeknya. Ketika sampai di sana, ternyata sang kakek kedapatan sudah mati dalam keadaan duduk di atas kursi. Sang tokoh tentu sedih, dan kesedihan itu tampak pada wajahnya. Pada saat itulah temannya berucap, “Oh, I am sorry!”, dan kemudian di layar terbaca kalimat terjemahannya, “Oh, maafkan saya!”

Sekilas, secara harfiah, terjemahan itu tidak salah. Tapi bila kita perhatikan kaitan (konteks) kalimat yang diucapkan sang teman dengan peristiwanya, terjemahan itu jelas tidak ‘nyambung’. Jelas teman sang tokoh di atas mengucapkan kalimat “Oh, I am sorry” dalam kaitan kejadian yang disaksikannya, yaitu kematian kakek sang tokoh. Lantas, mengapa ia harus minta maaf? Kesalahan apa yang telah dilakukannya? Tidak. Dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Kalimat “Oh, I am sorry” diucapkannya sebagai tanda simpati. Jadi, terjemahan yang benar (kontekstual) adalah, “Oh, saya turut berduka cita!”

Baru-baru ini saya hampir terpingkal-pingkal karena kasus yang sama, penerjemahan yang tidak nyambung. Karena ingin bernostalgia dengan menonton film koboi (cowboy), saya membeli sebuah DVD berjudul Wild Wild West. Pendek cerita, di situ ada adegan dua jagoan yang dikerjai musuh mereka. Keduanya ditinggalkan di gurun pasir. Setelah berjalan cukup lama, mereka menemukan rel kereta, dan kemudian sebuah kereta api kecil yang ternyata merupakan milik salah satu di antara mereka berdua. Sambil memukuli dinding kereta api dengan tangannya, sang pemilik kereta api berkata, “This is not a mirage!”

Tebak, apa terjemahan yang muncul di layar?

“Ini bukan pernikahan!”

Saya terpana. Bagaimana bisa mirage (fatamorgana) diterjemahkan menjadi pernikahan (marriage)?

Saya percaya sang penerjemah pastilah orang yang mahir berbahasa Inggris. Tapi mengapa bisa melakukan kekeliruan yang begitu parah? Apakah ia menerjemahkan dari teks yang mengandung kesalahan ketik (mirage diketik marriage)? Tapi bila benar demikian, apakah sang penerjemah tidak menonton filmnya? Kalau pun benar dia tidak (sempat) menonton dulu filmnya sebelum menerjemahkan, apakah dia juga tidak (sempat) membaca ulang hasil penerjemahannya untuk mengetahui, setidaknya, kesesuaian hasil terjemahan dengan urutan jalan ceritanya? Atau, pekerjaan-pekerjaan tersebut terlalu menyita waktu sang penerjemah yang super sibuk?

Jelas ada kesalahan sikap yang tidak bisa dianggap remeh. Memang kasus-kasus seperti ini bisa menjadi cerita yang menghibur karena kelucuan dan kekonyolannya. Tapi juga ada bahaya di sana. Lebih-lebih bila sang penerjemah yang tidak teliti itu, misalnya, terlibat dalam penerjemahan naskah-naskah penting dan bahkan ‘suci’ seperti Al-Qurãn. Ya, tentu anda masih ingat kasus protes MMI (Majlis Mujahidin Indonesia) atas terjemahan Al-Qurãn versi Departemen Agama (sekarang Kementrian Agama). Menurut MMI, dalam terjemahan versi Depag itu terdapat ribuan kesalahan, yang bahkan ditenggarai bisa menimbulkan terorisme!

Tapi, subtitle film-film yang beredar di pasar kita, agaknya, tidak selalu dikerjakan oleh manusia. Saya menemukan sebuah film berjudul Tracker yang rupanya diproduksi di New Zealand, dan subtitle ‘bahasa Indonesia’-nya dikerjakan oleh mesin penerjemah (mungkin Google). Maka di layar pun muncul kalimat-kalimat Indonesia yang ‘sungsang sumbel’. Aneh, tak keruan, dan lucu. Untuk penerjemah kata, ada kata cock yang seharusnya diartikan kokang, karena kaitannya dengan senapan, malah diterjemahkan menjadi ayam. Jadi, saya membaca sebuah kalimat berbunyi: kalau kau ayam senjatamu… (Seharusnya: Kalau kau kokang senjatamu…).

Wah, pokoknya ‘seru’ dech!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: