Mereka Tak Tahu Penyebab Kematian Putri Kami

29 Nopember 2011 jam 10.45 istri saya melahirkan bayi kami,  Salma Fitya Irchami, dalam keadaan sudah tak bernyawa. Di bawah ini adalah catatan yang ditulis istri saya, Safina Irchami Chusaeri.

Aku begitu gembira dan bangga ketika ternyata aku bisa hamil, setelah menunggu selama sekitar 7 tahun. Tapi setelah kukandung selama sekitar 8 bulan, sang bayi meninggal dalam kandungan...

Aku sibuk bersiap menanti

Terbayang wajah bidadari kecilku

ketika dinyatakan jenis kelaminmu

Perempuan…

Harapan besar kami…kelak!

Kepatuhan mutlak diharapkan mewujud dalam dirimu

Seorang perempuan yang patuh terhadap Allah dan Rasulnya

Seperti patuhnya alam semesta di dunia

 ***

Harapan besar ku panjatkan seiring semakin besarnya janin yang tumbuh dalam rahimku. Hati berbunga membayangkan hari2 yang akan kita lalui. Begitu ceria merasakan saat2 itu semakin hari semakin dekat. Tapi anakku, ketetapan Allah berkata lain. Harapku tidak mewujud dalam dirimu. Kau terhenti tepat satu bulan setelah semua doaku kutuang lewat catatan ini.

RSCM, 29 Nopember 2011 jam 10.45 adalah hari terakhir kau berada dalam rahimku. Setelah sehari sebelumnya kau di USG dan dinyatakan positif IUDF (Intra Uterin Fetal Death). Bagiku, harapanku hancur bersama keluarnya dirimu tanpa suara tangis. Kau pergi membawa cita dan cintaku. Luka batin yang akan selalu terbuka.

Salma, untuk pertama kalinya aku melihatmu. Tiba2 saja hilang sudah rasa sakit akibat kontraksi buatan. Rasa sakit yang ku rasa selama hampir 18 jam. Kau… ibarat hadiah terindah buatku. Hadiah yang hanya boleh aku lihat dan sentuh sebentar. Hanya sebentar…tapi begitu kuat melekat. Salma, kau cantik, tinggi dan begitu menggemaskan nak. Wajahmu, seperti suamiku. Terutama hidung dan bibirmu. Dalam diam ku sentuh keningmu. Berharap… kau dapat merasakan kehadiranku. “Anakku!…oh anakku”…!!! Kucium pipimu…Lembut…dan Kucium sekali lagi…

“Tidurlah sayang…tidurlah”.

***

Aku selalu berpikir mengapa ini semua terjadi? Apa yang salah pada diriku? Mengapa dia terhenti? Semakin aku berpikir dan bertanya semakin sulit ku menemukan jawabnya. Pada dokter yang membantu proses kelahiranpun  tak tahu penyebabnya. Bahkan setelah pengambilan sedikit plasenta dan tali pusat yang diteliti di laboratorium Patalogi Anatomi RSCM hasilnya nihil. Tidak ada yang salah pada plasenta. Semua normal. Dokter menjelaskan IUFD bisa disebabkan oleh 3 faktor, yakni Ibu, Bayi dan Plasenta. IUFD bisa terjadi jika ibu memiliki penyakit darah tinggi, diabetes, plasenta previa, perdarahan, pernah terjatuh…dan semua itu, Alhamdulillah tidak terjadi pada diriku. Begitupun dengan salmaku. Tampak normal. Tak ada kelainan maupun cacat bawaan. Dia tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia kehamilanku. Satu-satunya yang tidak biasa adalah letak tali pusat pada plasenta. Tali pusat yang menghubungkan salmaku dengan plasentanya agak berbeda dari yang lain. Tali pusat itu menempel dipinggir plasenta. Tidak berada ditengah2. Terpilin-pilin seperti kabel telephone, tapi tidak bersimpul mati. Salah seorang dokter dalam tim mengatakan, ini penyebab berkurangnya nutrisi dan oksigen yang masuk. Tapi diagnosis itu disangkal oleh rekannya, menurut dia, itu bukan penyebab IUFD karena tidak terjadi pendarahan pada diriku.

Catatan para dokter kandungan di RSCM, hampir 50-60% penyebab IUFD tidak diketahui. Kasusku termasuk yang tidak diketahui. Dan mereka menginginkan, jika terjadi kehamilan berikutnya, aku masuk dalam pengawasan mereka. Segala hal yang berhubungan dengan kehamilanku akan mereka observasi agar tidak terjadi IUFD lagi. Yang pasti, bagiku, semua yang berjalan di muka bumi ini selalu berdasar dengan Sunnatullah lil Alam. Selalu ada sebab dan akibat. Tidak ada yang paling tahu dan maha hebat kecuali Allah. Dan tidak ada satu makhluk pun yang sanggup menghindar dari ketetapan Allah…

***

For my beloved baby

Salma Fitya Irchami

Senang sekali mengingat kebersamaan kita

Hal terindah yang pernah terjadi dalam hidupku

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal

Comments
25 Responses to “Mereka Tak Tahu Penyebab Kematian Putri Kami”
  1. reza says:

    saya terharu bang/mba..hiks..kubaca ini menetes air mata, tapi semangat tetap terjaga..Allah Kariem..

  2. ummuahmad says:

    Assalamu’alaykum…
    Salam kenal mba….

    Semoga ummi-nya salma diberi kesabaran, dan digantikan yang lebih baik. Amin…

    Saya jg pernah mba, 3x bayi meninggal, 2x IUFD, n yg satunya meninggal beberapa jam setelah lahir. Sampai tes mcm2 mba… Kalo tes torch itu ibaratnya tes wajib buat saya pas prakonsepsi atau paling ga awal hamil, pernah tes coomb, tes enzim G6PD, tes B2GP1, tes ANA, tes ACA, tes tromboelastograf, n tes agregasi trombosit. Awalnya saya dicurigai APS krn suspect lupus, tp alhamdulillah negatif, yg lain2 itu jg negatif, tp kata dokter dari test coomb yg positif ada penyakit autoimun (yg sampai saat ini belum ke-deteksi). Dari tes terakhir saya baru tahu kalau saya hiperagregasi trombosit (cukup tinggi mba, diatas 80 %). Sekedar sharing mba….Biasanya dokter obsgin yg menangani akan menganjurkan beberapa skrining? Apalagi jika IUFD berulang. Saya jg selama hamil kondisi saya n bayi baik, IUFD-nya begitu tiba2…sampai DsoGnya jg “ga habis pikir”. Yah, qadarallah…. kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Mungkin anak-kita dikasih umur segitu. Semoga mbak-e baik2 saja yah, n mendapat momongan yg sehat, slamet… jd anak shollih sholihah, amin…

  3. Ahmad Haes says:

    Wa ‘alaikumusyalam….

    Salam kenal juga bunda…

    Tentunya yang saya alami tak sebanding dengan yang bunda rasakan. Satu kali saja sungguh berat. Subhanallah…bunda begitu sabar dan tabah menjalani semua itu. Terima kasih sharingnya ya…salah satu dokter RSCM juga membicarakan kemungkinan penyakit autoimun (lupus) itu. Tapi sampai sekarang mereka belum menganjurkan untuk test ini itu. Mereka baru akan melakukan jika terjadi kehamilan berikutnya bun…semoga saja, itu semua tidak terjadi lagi. Tapi seperti pesan suami, bahwa persiapkanlah diri terhadap segala sesuatu hal. Apakah itu hal yang baik ataupun buruk…yang tentunya baik dan buruk menurut ukuran kita. Karena semua hal buruk yang kita anggap musibah itu, pada dasarnya ujian baik dari Allah. Kita cuma bisa memasrahkan hidup kita kepada Allah yah bun…

    Salam
    Bunda Salma

  4. irma says:

    Mba Fina,

    Saya turut berduka cita atas kehilangan buah hati tercinta, saya juga mengalami hal yang sama ketika janin saya berumur 4 bulan, dan jawaban atas pertanyaan saya tentang kenapa akhirnya saya kehilangan calon bayi saya baru saya ketahui 1 bulan yang lalu setelah hampir 2,5 tahun kejadian itu.

    Dokter saya bilang ternyata dari hasil test darah saya diketahui bahwa saya mengalami hiper auto immune, dan sekarang saya sedang dalam masa normalisasi auto immune saya, dengan mengkonsumsi vitamin2 dan obat herbal. Dan saya harus melakukan cek darah lagi setelah saya mengkonsumsi vitamin2 dan obat herbal tersebut setelah 3 bulan.

    Semoga usaha saya ini berjalan dengan baik, dan jika Mba Fina mau mencoba untuk berkonsultasi dengan dokter tersebut, saya bisa berikan informasinya.

    Irma

  5. Ahmad Haes says:

    Terimakasih, Mba Irma.
    Ternyata memang saya tidak sendirin ya. Alhamdulillah, saya jadi terhibur.
    Soal auto immune sbg salah satu penyebab, memang disebutkan juga oleh para dokter di rscm. Hal itulah yg sampai sekarang membebani pikiran saya, karena takut harapan untuk hamil berikutnya menjadi sia2. Tapi wallahu a’lam. Kita tentunya tak boleh berputus asa.

  6. fatma says:

    salam…bunda salma….saya jg mengalami hal yang sama…kakak Muhammad Abdul Halim meninggal dalam kandungan di uisa 37 week…masih misteri penyebabnya…..saya masih nangis bl ingat si kakak…smg bukan karena tidak ikhlas atas taqdir ini, smg slalu diberi bahu yang kuat dan hati yg lembut untuk menguak hikmah atas peristiwa ini…….6 bln kemudian subhanallah saya hamil lagi namun 11week flek dan dinyatakan blighted ovum oleh 3 dsog yg saya kunjungi dan hrs kuret…….saran dsog untuk menunda hamil hingga 1 thn dan bnyak mengkonsumsi buah dan sayur , dokter lainnya menyarankan tes ACA dan lupus coangulant……apapun pasrah kepada Allah atas semua taqdirNya……bunda hari ini apa kabarnya ?😀

  7. Ahmad Haes says:

    Bunda Salma: Salam kembali… Semoga kita bisa menerima denga ikhlas segala yang telah ditetapkan Allah.

  8. Bunda Dilla dan Farras says:

    Assalamualaikum wr.wb
    salam kenal bunda…saya turut berduka cita atas kehilangannya. saya juga pernah mengalami hal yg sama. Buah hati pertama kami meninggal saat usia kehamilan 21 mgg. Jujur saya sempat shock dan sangat terpuruk, kami sudah menantikan kehamilan ini selama 1 tahun usia pernikahan kami. dokter yang menangani saya menganjurkan saya untuk pemeriksaan laboratorium lengkap. Alhamdulillah semua hasilnya normal. sampai saat ini saya masih tidak mengetahui kenapa bayi kami bisa meninggal. Dokter menganjurkan saya untuk istirahat 6 bulan dulu sebelum berencana untuk hamil lagi. Alhamduliilah menginjak bukan ke 6 saya dinyatakan hamil lagi. Sekarang putri kami sudah menginjak usia 3 tahun dan adiknya sudah berusia 9 bulan. Kehamilan setelah IUFD sangat membuat saya was was dan memutuskan untuk berhenti sementara dari pekerjaan saya. Tapi alhamduillah semuanya lancar walaupun di kehamilan kedua dan ketiga saya di diagnosis terkena keracunan kehamilan atau pre eklampsia dan harus operasi sesar 2 kali. Tapi semua itu tidak berarti setelah saya menimang buah hati kami. Semoga bunda segera di berikan buah hati yang sehat dan tidak kurang suatu apa pun..amin ya robbal alamin.

  9. Ahmad Haes says:

    Wa’alaikumussalam…terima kasih bunda Dilla dan Farras. Semoga kelak kita dipertemukan oleh buah hati kita nanti….

  10. liana says:

    Bunda yg sabar yaaa…saya baru 1 mnggu mengalami iufd…ini adalah kehamikan ke 5 saya…setelah saya mnikah selama 6 tahun…saya abortus 2 x,iufd 3x…sampai skrng saya blum tahu penyebab na…krena bayi saya sehat2 saja…Memang rasana sakit…lebih sakit dri apapun rasa sakit….Saya hanya berdoa dan mnangis…..dan brusaha untuk tetap tegar mnjlani in smua…Mari kita brsama sma berdoa yg terbaik utk kta smua….Amiin…

  11. Ahmad Haes says:

    Aamiin. Semoga semua berakhir bahagia nanti.

  12. Mega Sukma says:

    Sedih sekali baca tulisan ini..
    mengingatkanku pada anakku Mahesa Sukma Abinaya yang di vonis IUFD saat usai kandunganku 29 minggu.

    Gak pernah terbayang sebelumnya.
    Semoga kelak jadi penuntun orang tuamu nak..
    We love you

  13. Ahmad Haes says:

    Al-hamdu lillah, sekitar 4 tahun kemudian, kami mendapatkan ‘pengganti’ berupa bayi lelaki yang sehat dan tampan, yg lahir pada 8 Februari 2015. Best wishes for you and your familiy. Salam dari kami yang sedang bahagia dengan kehadiran putra kami. …

    Ãqil Mujîbur-Rahmãn

    Setelah mengalami pukulan batin karena bayinya terdahulu (2011) wafat di dalam kandungan, akhirnya Allah memberikan hiburan besar bagi istri saya, dengan kelahiran bayi keduanya…
    Al-marhumah saya beri nama Salmah Fitya Irhamy, dan adiknya kini saya beri nama Aqil Mujibur-Rahman (عاقل مجيب الرحمان).
    Kata pertama, Aqil(un) artinya orang yang berakal atau orang yang menggunakan akalnya, cerdas, pintar, tanggap, dsb.). Kata kedua, mujib(un), berarti penjawab, pengabul, penyambut, dsb. Kata terakhir, Ar-Rahman, adalah salah satu sifat Allah, Sang Pengajar Al-Quran.
    Seperti kata Rasulullah, bahwa nama adalah doa; maka saya melalui nama ini berdoa (berharap; bercita-cita) agar putra kami ini menjadi manusia yang cerdas dan mau menggunakan akalnya (kecerdasannya) untuk membuatnya menjadi penyambut da’wah Allah, yang menawarkan Al-Quran, sebagai ilmu yang berkemampuan menciptakan kehidupan hasanah (baik) di dunia hingga akhirat. …
    Semoga Allah mengabulkan harapan kami. Dan semoga semua teman, sahabat, saudara seiman mengaminkan, serta kelak ikut membantu mewujudkan harapan tersebut; dengan bersama-sama membangun lingkungan yang kondusif (mendukung; cocok) bagi terciptanya generasi yang diridhai Allah.
    ***
    Ada peristiwa kecil yang tak terlupakan beberapa bulan sebelum Aqil mengisi rahim ibunya. …
    Istri saya tak bisa melupakan putrinya yang wafat dalam kandungan tersebut. Saya sering melihatnya termangu-mangu dan kadang menangis tiba-tiba, sambil memanggil, “Salmah, Salmah…!”
    Suatu hari, mungkin setahun yang lalu, saya semobil dengan seorang ibu yang membawa anak lelaki kira-kira berusia 3-4 tahun. Anak itu tampan dan cerdas. Ia terus mengajak ibunya berbicara, sehingga si ibu tampak agak kewalahan, tapi jelas tampak bangga dengan kepintaran putranya.
    Entah mengapa, dalam batin, saya berdoa agar istri saya bisa berbahagia seperti ibu itu. Mempunyai anak yang tampan/cantik dan pintar. Dan saya merasa doa itu akan dikabulkan Allah.
    Saya bukan tipe orang yang suka ‘mendikte’ Allah. Bagi saya, doa subjektif demikian tidaklah penting. Saya punya anak atau tidak, itu hak prerogatif Allah. Saya selalu katakan pada diri saya dan teman-teman, apa yang menjadi hak Allah, biarlah menjadi hak Allah. Apa yang menjadi hak kita, Allah pasti akan memberikannya.
    Tapi, saya sangat ingin agar istri saya tidak bersedih karena kehilangan putrinya tersebut.
    Akhirnya, doa saya (dan istri saya) memang dikabulkan Allah, dengan lahirnya putra kami ini: AQIL MUJIBUR-RAHMAN.
    Terimakasih, Ya Allah. Bantulah kami agar mampu membimbingnya menjadi salah satu hambaMu yang baik.
    ***

    Silakan baca juga tulisan ini:
    https://ahmadhaes.wordpress.com/2015/07/12/aqil-terlambat-dikhitan/

  14. Apa yg anda alami, saya alami juga beberapa hari yg lalu..putra kami ahmad imam khambali harus kmbali ke pada Rob-nya lantaran tali pusat terplintir yg mnyebabkan dia iufd. Semoga putra kita bisa menjadi sahabt di surga-Nya.aamiin..

  15. Ahmad Haes says:

    Aamiin!

  16. kevin roseliny says:

    Ass.. Bunda salam kenal.. Sy turut berduka cita, sgt terharu membaca tulisan bunda. Sy baru mengalami IUFD kehamilan ke 2, kehamilan 1 abortus usia 8 w n kuret. Tgl 22 agustus 2015 lalu pukul 14.00 anak laki-laki sy “Muhammad Nicco” lahir tepat usia 9 bln lbh 3 hari (berdasarkan hari terakhir mens 19nov14) tetapi berdasarkan USG 39 w). TB : 3,5 kg / BB : 51cm. Dia terlahir tanpa tangisan, dan utk pertama x n terakhir x sy melihatnya,sy hny sempat menggendong bbrp dtk n hny memegang pipinya yang chubby, tnp sempat mencium n mengucap kata” lainnya. Dokter lgsg mengambilnya. Di saat sy melihat wajahnya yang kaku, bibirnya membiru sy hny bs terdiam, dada sy sesak trsa tak bs utk bernapas. Stiap hari sy teringat, air mata rasanya menetes dg sendirinya. Begitu berat Allah memberikan cobaan kpd sy, sy sangat down n sy berpikir ingin mati krn tdk sanggup hrs hidup tnp anak sy. Sy setiap hari pergi k makam. Mgkn org lain menggangap sy gila. Sy berusaha Ikhlas, sabar n tawakal kpd Allah.. Sy mmg begitu mencintai anak sy melebihi dr sy sdri. Tapi trnyt Allah lbh mencintainya, manusia hny bs berencana, Allah yang berkehendak. Saat ini sy berusaha utk menghadapi kenyataan ini. Stlh sy membaca bbrp koment bunda” d atas td, trnyt sy tdk sdri mengalami ini. Saat ini, anak” kita menunggu d surga, semoga kita bs melewati semua ujian dr Allah. Amien.

  17. Ahmad Haes says:

    Amin ya Rabbal-‘Aalamiin!

  18. Eko Firmansah says:

    Pak Ahmad Haes, saya mau tanya:
    1. Apakah Al qur’an yang ada sekarang sesuai dengan yang diterima oleh Rosul? Bagaimana cara membuktikan itu benar?
    2. Mohon penjelasan tentang beberapa ayat al qur’an tentang pernikahan lain agama. Mengapa di dalam al qur’an dilarang menikah beda agama?

  19. Ahmad Haes says:

    1. Mushhaf (buku) Al-Quran ditulis oleh satu tim pencatat dan penghafal Al-Quran, di masa para penghafal Al-Quran masih banyak yg hidup.
    2. Menikah adalah salah satu ‘taktik’ da’wah, demi mempertahankan, menyebarkan dan membesarkan Islam lewat keturunan. Hal ini juga diyakini dan dipraktikkan oleh agama2 lain, khususnya kristen. Tapi mereka melakukan yang sebaliknya. Mereka membolehkan (bahkan mengharuskan?) utk menikah dengan pasangan dr agama lain, demi kepentingan penyebaran dan membesarkan Kristen.

  20. 1. Bagaimana dengan kejadian upaya penambahan dan pengurangan ayat di dalam al qur’an di masa pemerintahan Ali bin Abi Tholib? Apakah benar yang sekarang ini ada tidak terkait dengan kejadian tersebut?

    2. Apakah memang ayat tersebut dari Alloh? Jika benar, mungkinkah Alloh sesederhana itu untuk dapat mempertahankan agama Nya dan apakah tidak mungkin ayat (taktik dakwah) ini ditambahkan sewaktu kejadian di masa pemerintahan khalifah Ali?

  21. Ahmad Haes says:

    1. Pada masa Utsman Al-Quran standar sudah disebarkan ke 5 propinsi, dan itu tak pernah mengalami perubahan.
    2. Nikah hanya salah satu cara, dan itu bukan soal sederhana.

  22. titis says:

    Assalamualaikum
    sedih dan buat saya nangis karena saya pun mengalaminya menjelang HPL nya. H-1 masih periksa dan masih ada denyutnya. besok paginya ketika saya mengira itu tanda kelahiran ternyata di USG sudah meninggal
    apakah sekarang sudah diberikan kepercayaan lagi?

  23. Ahmad Haes says:

    Al-hamdu lillah, sekarang kami sudah mendapatkan seorang putra. (Sekarang sudah berusia 10 bulan). Bagaimana dg anda?

  24. aleea says:

    Assalamualaikum..
    Sahabat2 sekalian saya pun mengalami 2x IUFD (6 bulan dan 7 bulan) + 1x BO + 1x abortus..
    Alhamdulillah dr 5x hamil di kehamilan ke 4 daya berhasil mempertahankan nya hingga putra sya lahir sempurna normal sehat inshaAllah semoga di panjangkan umurnya.. amin..

    Tapi saya masih sangat menginginkan memiliki momongan lagi..
    Sahabat2 sekalian bolehkah saya tahu dokter SPOG atau Fetomaternal yang bagus dimana?
    Dan selain Test lab torch, ACA , ddmer, tyroid.. apakah ada test lain yg harus saya lakukan.. sebab sya pun baru mengetahui mengenai lupus or autoimune..

    Dan adakah cara atau doa agar cepat ikhlas akan kehilangan buah hati tercinta.. sebab sya masih suka sedih..

    Terimaksih sebelumnya atas infonya.. semoga berkenan membalas dan menjawab pertanyaan say

  25. aleea says:

    Assalamualaikum..
    Sahabat2 sekalian saya pun mengalami 2x IUFD (6 bulan dan 7 bulan) + 1x BO + 1x abortus..
    Alhamdulillah dr 5x hamil di kehamilan ke 4 daya berhasil mempertahankan nya hingga putra sya lahir sempurna normal sehat inshaAllah semoga di panjangkan umurnya.. amin..

    Tapi saya masih sangat menginginkan memiliki momongan lagi..
    Sahabat2 sekalian bolehkah saya tahu dokter SPOG atau Fetomaternal yang bagus dimana?
    Dan selain Test lab torch, ACA , ddmer, tyroid.. apakah ada test lain yg harus saya lakukan.. sebab sya pun baru mengetahui mengenai lupus or autoimune..

    Dan adakah cara atau doa agar cepat ikhlas akan kehilangan buah hati tercinta.. sebab sya masih suka sedih..

    Terimaksih sebelumnya atas infonya.. semoga berkenan membalas dan menjawab pertanyaan saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: