Isa Bugis Sang Pemberontak (?)

Isa Bugis, usia 50an.

Saya menemukan sebuah tulisan cukup menarik, yang ditulis tanggal 3 September, 1998. judulnya:

Isa Bugis Sang Pemberontak

Banyak tafsir Quran beredar tanpa harus menyebabkan penafsirnya dianggap sesat. Isa Bugis tidak masuk ke dalam kelompok ‘orang-orang mujur’ itu. Penafsir Quran yang sempat berkecimpung sebagai Pemuda Masyumi ini sejak awal memperkenalkan tafsirnya sudah diserang para ‘ahli’ dengan sengit. Suatu ketika di Masjid Istiqlal, konon, Prof. Dr. Hamka pun pernah dibuatnya sangat terperanjat, sehingga ketua MUI pertama ini membanting surban di atas lantai.

Tapi siapakah, atau lembaga apakah sebenarnya yang berhak dan berkompeten, alias mumpuni, untuk memvonis bahwa seorang penafsir melahirkan tafsir yang sesat? Apa ukuran yang digunakan? Bagaimana pulakah halnya tafsir-tafsir yang dianggap tidak sesat? Apakah isinya sudah mewakili kebenaran Quran?

Ibarat langit dan bumi

Isa Bugis dan istri (Facebook: 13 Nov 2011)

Pada umumnya orang beranggapan bahwa kebenaran Quran, yang berarti kebenaran Allah, mustahil terwakili oleh manusia. Dalam hal ini mereka menggunakan langit dan bumi sebagai perumpamaan. ‘Kebenaran langit’ yang terkandung dalam Quran tidak mungkin dapat ditampung oleh manusia yang hanya mampu menampung ‘kebenaran bumi’. Komaruddin Hidayat, misalnya, berulang-ulang mengatakan bahwa para nabi menghadapi kesulitan dalam menafsirkan pesan Tuhan yang berbicara dengan bahasa “langit” agar bisa dipahami manusia yang berbicara dengan bahasa “bumi”.(Baca bukunya yang berjudul Memahami Bahasa Agama/Sebuah Kajian Hermeneutik, Paramadina, 1996).

Kalau para nabi saja sudah sulit menafsirkan bahasa Tuhan, bagaimana dengan kita yang “hanya manusia biasa”? Dengan demikian, menafsirkan dalam hal ini menjadi suatu pekerjaan yang aneh,

karena berarti “menjelaskan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan”.

Bila demikian, bukankah semua penafsir adalah orang bingung, alias ‘sesat’?

Faham seperti itu memang timbul dari sikap ‘ekstrim’ dalam memahami keserba-mutlakan Tuhan. Dalam faham ini, Tuhan dan manusia dijadikan dua obyek perbandingan; yang akhirnya otomatis Tuhan tampil sebagai yang amat sangat unggul, dan manusia sebagai yang amat sangat lemah. Penurunan wahyu pun dilihat dengan sudut pandang seperti ini; sehingga tidak perlu heran bila kemudian wahyu menjadi kontraproduktif bagi manusia. Wahyu turun bukan untuk ‘memberdayakan’ manusia, tapi untuk membuat manusia semakin tak berdaya!

Dampak lainnya, karena bahasa Tuhan tidak bisa dikomunikasi­kan, maka sah saja bila ada yang mengatakan bahwa Tuhan tidak mampu berkomunikasi dengan makhluknya! Selanjutnya, sah pula bila ada yang mengatakan bahwa Tuhan itu pada hakikatnya hanya tokoh dongeng. Agama hanyalah mitologi untuk menina-bobo manusia-manusia yang frustrasi atau pesimis dalam menghadapi persaingan hidup.

Isa Bugis, menurut penulis, tampil justru untuk melakukan pemberontakan terhadap faham seperti itu. Baginya, Tuhan itu maha komunikatif, dan Ia menurunkan wahyu untuk memberdayakan manusia. Dengan wahyunya, Tuhan memberikan modal kepada manusia untuk membebaskan diri dari segala jerat Iblis yang membuat manusia tak ubahnya buah-buah catur yang dipermainkan oleh tangan-tangan yang tidak berhak mempermainkannya.

Kekalahan umat Islam

Isa Bugis dan istri, Adian Gade, berfoto di rumahnya bersama keluarga seorang muridnya yang berasal dari Sukabumi.

‘Pemberontakan’ Isa Bugis tergambar dengan jelas dalam diktatnya yang berjudul Menuju Al-Madinatul-Munawwarah; sebuah diktat yang ditulisnya pada awal tahun 1960, yang merupakan ringkasan dari (naskah) buku yang katanya sudah selesai ditulis pada tahun 1958. Dalam diktat itu ia menyebut tiga nama orang yang berjasa padanya, yaitu istrinya sendiri, Adian Gade, yang katanya membantu secara aktif dalam proses penulisan naskah, Mohammad Aly Al-Hamidy yang membaca dan mengoreksi serta menjelaskan para perawi dari Hadis-Hadis yang dikutipnya, dan Nawawi Bakri yang memberikan pengorbanan moral dan material untuk pencetakan bukunya.

Penulisan buku itu dilakukannya, terutama, karena terdorong oleh kegagalan partai-partai Islam dalam Pemilu 1955, yang secara keseluruhan cuma bisa mengumpulkan 40% suara. Ini membuat bulu romanya berdiri; dan bagi setiap Muslim yang sadar akan keyakinannya, yaitu ideologi Islam, katanya, kenyataan itu menjadi “masalah yang sangat unik”.

Namun di samping unik, masalah itu juga dipandangnya ganjil dan “paradoxal” (Maksudnya mungkin paradoxical, pernyataan yang nampak bertentangan tapi juga mengandung kebenaran).

“Setiap orang Islam yakin dan percaya kepada Allah, Malaikatnya, Rasulnya, Kitabnya (Qur’an), dan sebagainya. Dan partai-partai Islam di Indonesia dalam perjoangannya membawa semboyan ‘Terlaksananya hukum-hukum Islam dalam diri orang seorang, masyarakat, dan negara yang berdasarkan Qur’an dan Sunnah Rasul. Malahan ada yang lebih unik lagi, yaitu menambahkan semboyan ‘bermazhab berdasarkan ijma dan qias’. Secara pokok berarti bahwa dalam pertarungan ideologi di Indonesia partai-partai Islam menawarkan satu pilihan yang sesuai kepada rakyat dan masyarakat Indonesia, yang 90% jumlahnya yakin dan percaya kepada apa yang ditawarkan itu. Dan menurut perhitungan yang normal maka pastilah bahwa partai-partai Islam akan mencapai kemenangan yang mutlak, baik untuk pemilihan anggota-anggota DPR maupun Konstituante. Tetapi kenyataannya sebaliknya…”

Isa Bugis menduga bahwa hal itu terjadi mungkin karena ada yang tidak beres dalam perjuangan partai-partai maupun umat Islam secara keseluruhan. Karena itu ia menganjurkan mereka untuk berpikir dan meninjau kembali hal-hal yang berkenaan dengan syarat-syarat perjuangan umat.

Sampai dimanakah pemahaman mereka atas tujuan Islam sebagai ideologi, hasrat mencapainya, dan kenyataan-kenyataan yang dihadapinya? Menurutnya, bila pertanyaan ini terjawab dengan baik, maka dalam jangka waktu tertentu kekalahan itu dapat diubah menjadi kemenangan gilang gemilang.

Melalui diktatnya ia mencoba memberikan jawaban, yang katanya bersumber dari Quran dan Sunnah Rasul, dengan penekanan pada perjuangan Rasul sendiri.

Drama perdamaian

Diktat itu dibuka dengan sebuah puisi yang menyebut Islam sebagai (skenario) drama perdamaian, napas Jibril, gelora hati Al-Musthafa (Nabi Muhammad), sinar yang memecahkan kegelapan, terompet untuk menenteramkan huru-hara, nur shiratal-mustaqim, pembangkit Timur dan Barat, irama kalbu, dan senandung hidup setiap Muslim.Ia bertekad untuk mementaskannya di panggung kehidupan di padang kersang di tanah lempung ini, di tengah pekik-sorai (keramaian) kehidupan, di seantero permukaan bumi ini, di wadi-wadi (lembah) kehidupan nasional, di dalam pesta di belakang Tirai Besi, di dalam Majlis di Benteng Dunia Merdeka.

Saksikanlah nanti, katanya, akan tampil suatu abad yang lain, abad yang belum bernama, yang di dalamnya manusia hidup bagai satu keluarga. Tiada tempat bagi dengki dan tamak. Tasiknya rimbun, ngarainya rindang. Tak ada orang mati karena miskin. Pokoknya suatu kehidupan bagaikan ‘organisme’, yaitu bagai satu jasad, seperti dilukiskan dalam Hadis Muslim dari perawi Nu’man bin Basyir. Dengan gaya penyair Romantik dari sastrawan angkatan Pu­jangga Baru, ia menutup puisinya dengan bait:

Ikutlah Kekasih, Mujahidun…

Siapkan diri bagai Musthafa

Di semua babak atau adegan

Sebagai Penyanyi, Penari, Pelaku, dan Sutradara

Ikut… Bila ‘ku gagal, jatuh terlintang

Ataupun hilang tak tentu rimba

Majulah ke depan, lanjutkan ‘Drama’ ini

Jadi, ia dengan tegas menempatkan diri sebagai perintis dari suatu babak baru perjuangan umat Islam, demi menampilkan umat Islam sebagai pemenang, bukan saja di Indonesia tapi juga di dunia. Ia memulainya dengan melakukan pengkajian Quran dengan caranya sendiri, yang memang sangat kontroversial, dan akhirnya memang divonis sesat. ▲

Advertisements
Comments
27 Responses to “Isa Bugis Sang Pemberontak (?)”
  1. Azhar says:

    Rukun sesat itu beda, setiap beda bukan berarti sesat.

    Di Mesir, Nasr Hamid Abu Zayd, mantan dosen Fakultas Sastra Universitas Cairo divonis kafir dan hatus cerai dengan istrinya karena pemikitannya yang mengenalkan diskursus hermeneutika melalui tulisannya yang berjudul al-Hirminiyutiqa wa Mu’dilat Tafsîr al-Nash (Hermeneutika dan Problema Penafsiran Teks). Namun tawaran ini ditolak secara massif oleh kalangan konservatif dengan alasan hermeneutika. Hermeneutika pokok pembahasannya adalah tentang relasi penafsir dengan teks.

    Dalam konsepsi Abu Zayd ini dia berkeyakinan tidak sama sekali menyeleweng dari Al Quran, sebab senada dengan QS. Yusuf: 2, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Alqur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”. Dengan demikian sah-sah saja jika Alqur’an dipahami dengan pendekatan bahasa dan sosial budaya.

    Bagaimana dengan Isa Bugis? Sejauh masih menghormati ‘kuburan keramat’ saya kita aman=aman saja.

  2. RHsiup says:

    Andai anda sudah benar2 menseluk-belukkan diri anda ke dalam AQMSR.
    ini hanya persoalan pandangan sebatas luar, apa yg dilihat & didengar ;-

    Fitnah itu luarbiasa

  3. eko says:

    insaf pak…umur lo udah tua. allah masih membuka pintu maaf buat umatnya

  4. Achmad says:

    Jangan cuma bisa menyalahkan doang coba rujuk dengan nahwu sharaf dan kaji .
    Coba lihat ke belakang partai Islam yg katanya 90% sampai sekarang katanya 80% penah ga dipemilu jadi no 1 ber arti ada kesalahan di islam serang ini.

  5. Awan setiawan says:

    Suatu hari kebenaran akan terwujud. Bapa Isa bugis dgn Alqur’an menurut sunah rasul nya lah yg menjadi simbol kebenaran itu. Kesabaran dan kegigihanmu akan slalu menjadi contoh bagi siapapun pemegang tongkat estapet nantinya.

  6. Harun says:

    Klo bikin Articel yang enakan dikit ke?boss aduh bisa panas dunia persilatan nih.
    jangan mojok-mojokin orang itu namanya memakan bangke sodaranya sendiri. Klo W juga punya pandangan sendiri tentang Islam lain, Contoh ke maren w punya temen orang jakarta, Ternyata dia Hizbutahrir Indonesia w maen kkosanya itu isinya bukunya tentang jihad.Weh Ceritanya Pengen Nggempur Pemerintah, Dengan bangganya dia cerita ke W, klo Hizbutahrir yang ada diluar Negri Mah udah pada ditengkep-tengkepin, W mah dengerinya merinding ya takut, trz kata w , mending u tinggalin aja Hizbutahrir emang u ga takut kalo ditangkep polisi? Dia malah bilang ga perlu takut kan kita ngebela agama Isalm, ya bener si tapi ga gitu juga, Kan Rasull Cuman bilang klo kita itu wajib belajar Alq dari lahir sampe liang kubur. gitu doang. Ya emang dasar klo orang ngomongin keyakinan susah ya.Mending Ngomong Tata Bahasa Alq Kaya yang Pak Isa ajarin, Jelas,Adem, tidak mengada-ngada trz otak ga ngelantur nih kaya article, Yang dipelajari itu kan nahu saraf, huwa, huma, hum, hiya, gitu trz fa’ ala , yaf’a lu. Ini pokok kalimatnya ini keterang kalimatnya,
    Ini kata kerja ini bentuk kata benda, alternatif maknanya diambil dari Almunjid halaman sekian, dari Almunawir halaman sekian, Atau Alternatif maknanya diambil dari Ayat sekian or surat sekian, foot notenya jelas ko, bisa dipertanggung jawabkan secara tata bahasa ALQ dan Kami tetep menggunakan Kamus Arab indonesia, atau Al-Munjid.
    Bentuk kehidupan mukmin itu yg Shalat,Shaum,Zakat,Hajj.dbsg.Saling kasih sayang saling memakmurkan kesemua orang tanpa terkecuali,Itu yang diajari Pak Isa. ga macem-macem.
    Pemerintah juga welcome ko sama Pak Isa.Orang cuman mau belajar Ko ga boleh.
    kami bukan teroris, kami juga ga bikin praktik-praktik baru dlam beribadah, Semuanya Itu diatur sama hadis dan AlQ dan Rasullulah kami Juga Nabi Muhmmad, kami shalat 5 waktu, kami shaum dan ngikutin pemerintah, Gak kaya Muhmadiyah yg sllu beda ma pemerintah.
    kami patuh terhadap hukum yang ada di Indonesia, ga macem-macem mau cari apa ci emang.Toh kata Pak Isa mah masa depan itu ya kuburuan jadi perbaiki diri peribadi masing-masing aja.
    Data article yg diatas mah terlau picik sempit, Pak Isa bukan orang yg seperti itu, itu conservatif. Beliau Itu rendah hati, sederhana. apa adanya. Dengan Umur yg lumayan lah hampir ketemu 1 abad Pak Isa masih progresif. Memaklumi perbedaan. kan Allah udah ngsih pilihan silakan pilih yang baik or yang buruk ditanggung masing-masing pribadi.Jangan Sperti Itulah Sobat Kita Sama-sama ingin hidup dengan ajaran Allah ALQ, Benar Salah Itu Cuman Punya Allah Pak Isa dan pengikutnya cuman mau hidup dengan ajaran Allah saja Yang Oleh Pemerintah tidak wujudkan,Korupsi merajalela,kesenjangan sosial,Yang Kaya menidas yg miskin, Smua prodak pendidikan berujung hedonisme mau dibawa kemana bangsa ini Yaa Mukmin(orang beriman) ?Curhat dikit nih.
    W juga sempet mau dikepung ketika umur w masih 18 thn wktu itu w debat sama ustad,katanya si ahli sunah waljamaah wedeh serem ya roman-romanya dia kalah debat ma w, hahaha kalah ma bocah ingusan. ga puas ngadu ke ssepu kapung.Ngomong macem2 yang ngejelek-jelekin gitu. Kaya nih Article kepancing Juga sspu dikampung w ,Ya Akhirnya w disamperin tuh ama sespuh kampung, Ya w dan temen2 w bilang saya belajar nahu saraf pak haji ga yang lainya. Oh kata dia bgus-bagus terusin.Klo ada apa2 bilang saya. W malah didukung Emang Allah Maha Adil ya Alhamduliah dah. Kata Pak Hajinya Klo dalam satu kampung ga ada yg belajar nahu saraf kampung itu Dosa semua kata pak haji loh , w cuman bilang maksih pak haji makasih,
    Jadi Pak Isa dan para pengikut ko pengikut ?kaya apa aja? Pak Isa dan teman-teman di Indonesia gak macem-macem cuman mau belajar Alq sama sperti Bapak Yang Nulis Nih article kan Islam Kan? Sama-sama belajar Aja ya Pak Ahmad Haes,Jangan begitulah ga bagus Pak Ahmad dapet info dari mana? Ga bener itu, Cuman mau meng adu domba bangsa kita aja. Yang waras mikirnya ya jangan kepancing HASUTAN SYETAN !!!!!!!!!!! Adzubilah minjalik

    akhir kalam dari saya Muhamad Harun menghaturkan salam , Asalamualaikum warahmutulahi wabarakatu.Yang Harun Pahami.
    Mudah-mudahan Dinul Islam satu-satunya penataan hidup tanggu tiada tanding Menjiwai kehidupan Ahamd Haes,Yakni kehidupan saling kasih sayang dari Allah dan saling memakmurkan menurut Allah.

    KURUN KE 2 AKUR !!!

  7. Harun says:

    nanti dulu dah ini penulis article nya ? berposisi dimana ya? pro or kontra dgan pak isa nih? bingung w ? Articlenya bikin w berasumsi negatif nih setalah w baca ulang ini penulis article ko pro ya? klo bener pro, klo yang baca orang awam bisa berasumsi negatif kayanya. klo U pro ma pak isa , Sorry dah w minta maaf. Ini article berat nih maksud dan tujuanya apa ya? Ngebahas Pak Isa sampe sedalem itu. Kita belajar ALQ aja dah pusing ane, pusing ngomong politik, belajar Nahu Saraf aja dah.

  8. AZ-ZABANIYYAH says:

    PRO & KONTRA AMA PAK ISA….????!!! KAGAK PENTING KALEEEEE…. HA HA HA…

    kalo mo HIDUP PRO & KONTRA mah ke AQ msR bung bukan ke ISA BUGIS….!!!!

  9. Harun says:

    Bukan begitu AZ-ZABANIYYAH, iya klo begitu w akur dah.tapi ini article kan jadi konsumsi khalayak umum.trz yg jadi objek pembahasan kan pak Pak Isa dan ALQ MSRnya.Dimana Etika kita diminta saling menjaga reputasi masing-masing individu.W pernah ngbahas ALQ Panjang Lebar sama ahlul sunah waljamaah.dulu thn 2004-2005.Semua teori ALQMSR yg w sajikan dalam diskusi mereka benarkan tapi ketika w nyebut nama ISA BUGIS mereka langsung sentiment.Disitu w cari tahu ada w nemu buku karangan hartono ahmad jaiz klo ga salah yang judul bukunya aliran islam sesat diindonesia yang disitu tercantum nama isa bugis.Dan itu diperdagankan di gramedia.Bukan masalh pro dan kontra. waktu itu w masih 18 thn hancur hati w denger pak isa di bilang sesat.U ga ngerasain udah ngomong panjang lebar ngomong alq tapi di hancurin cuman gara-gara buku yg isiny mojok-mojokin pak isa.Dalam dakwah ALQ itu kita ga bisa dakwah berdasrkan sudut pandang kita sendiri.kita harus masuk dari sudut pandang merka.Jangan bergaya u mau w ajarin ga mau ya udah, Emang U siapa?? w Siapa? kalian Siapa? Jadi dakwah ada caranya. setlah kita masu dari sudut pandang mereka baru kita balik jadi sudut pandang ALQ.Article yg disajikan dengan Judul Isa Bugis ini sudah torkontaminasi dari tangan-tangan yg tidak bertanggung jawab Sebelumnya. W ngga nyalahin pak ahmad hae mungkin pak ahmad haes kurang pengalaman dilapangan pada saat dakwah or pak ahmad haes tidak melihat dari sudut pandang jurnalistik disini ada pesan,dan kesan, siapa yg menjadi pokoko pembahsan mau bahas pak isa or ALQ, klo bahas pak isa hati-hati, klo bahas ALQ MSR ujung-ujungnya ketmut Nama Yang Bernama Muhammad Isa/ Isa Bugis/ Isa Binti Maryam.Nah w comment disini bukan sebagai Peserta ALQ msr.Lo Catet Bukan Sebagai Peserta ALQ MSR Tapi w comment disini sebagai anak muda yg menghargai Kerja Keras Pak Isa selama ini.W ga mau ngerusak dakwah cuman karna w ga tau cara dakhwah yg bener itu seprtia apa. Pak Isa bukan sekadar guru tapi dia itu orang yg cinta kepada bangsanya.Nah W Pro disini atas dasar itu. Maslah w mati nanti itu hidup dengan ALQ MSR atau bukan dengan ALQ MSR itu urusan W ma Allah ga ada sangkut pautnya ma U!! Ya bahasa gamblangnya U nyolek Pak Isa W bacok.Masalah w mati dngan Iman atau kufur itu urusan pribadi w.Bukan Urusan Pak Isa,Bukan urusan Bapak ZABANIYYAH. or yg lainya.Pilihan hidup itu w mau kufur w mau iman itu urusan w ma Allah Clear dah.Jangan Coba-coba berlaku negatip usil sama Pak isa, sekali lagi w tekenin klo mau ngomong ILMU ngomong sndiri pertanggung jawabin sendiri jangn ngumpet dibelakang Nama Pak Isa.Dan klo mau ngomong ILMU sesuai prosedur yg ada sistematiknya dari Iman dulu. Klo langsung begini kasian yg ngebaca bingung ga ngerti.Klo dakwah yg ikhlas lah bro.jangn memaki,jangn saling mnjatuhkan, jgn ngumpet-ngumpet,jgan ngomong diblakan,Jangan membating pintu ketika menutup pintu,karna Islam itu bukan sistem bagi para penindas budaya!!! So nglakuin hal yg bener itu bagus tapi klo ngerasa dirinya bener bagus ga?

  10. yudi says:

    hadoooohh, kok pada ribut sih, kan ada pesen dakwah lewat sistem asiratul, jadi jgn pada ribut di internet, beritahukan lah dakwah lewat saudara terdekat dan tidak menimbulkan fitnah,kalo gini yg nulis semua gak ngerti konsep dakwah AQMSR.Cateeeeeeett

  11. satriav says:

    hahaha wajarlah itu bagian dari proses pendewasaan atas pembelajaran sebuah ilmu 😀
    ibarat anak banteng sedang gatel tanduknya, bawaannya jadi mau nyeruduk terus 😀

    tanggapi terus AQ MSR dengan sabar.

  12. Musafir says:

    kawan saudara muslim ane mau belajar AQ MSR dimana ya tempatnya
    mohon infonya

    terima kasih

  13. rahmat hidayat says:

    leburkan rasa diri kalian dalam alhaq yang mempunyai qur’an jangan di otak…pecah tuh pale….
    masuklah kedalam diri sesuai qur’an & sunnah disitu kalian akan mengetahui…adanya nur..

  14. bee Benz says:

    Bawaannya orang sakit hati !
    ga usah di tanggapi !
    Lanjutkan ! perjuangan ikhsan

  15. reza_sangfajar says:

    ALQ 1 ilmu …
    Tiada tanding bagi gw …
    Jgn ngomongin perbedaan kalau hanya sebelah pihak di bertkan ,di indonesia syah , sunny , muhammadyah, ahmadyah dll aliran
    Kenapa ada perbedaan???
    Kenapa kita tidak duduk bersaama membawa para petinggi2 atau para kiyai dn apalah itu namanya yg jelas di guruii untuk duduk bersama dan membahas ALQ kita kaji bersama ….

    Gw pernah ikut2tan mau tau majelis2 yg ada di jakarta krna gw pengen tau mana dan sampai dmn kemantapan hati gw terhadap alquran dan islam ternyata gw dapati seperti majelis2 yg kondang di jakarta yg beribu ribu pengikutnya dan mereka membuat ayat2 sendiri dan gw ga tau itu apa artinya dan kita ikut do”a itu kejadian d lapangan banteng dan gw sendiriaan di tengah orng2 komunitas mereka dan gw bingung nih orng kok nangis2 apada ini pengajiaan dakwah atau apa, mungkin banyak dosa kali tapi knp pas buat dosa ga nangis haha…

    Buat om harun salut deh kalo di bilang menguasaiii ALQ MSR ….

    Saya malah matab dengan ALQ AMSR yg d ajarkan ABU …
    COBA deh kalian yg bisa hanya menghujad ikut gabung belajarin dulu untuk tau apa isinya baru deh men judge kalo itu sesat atau salah .
    ingat yahudi di sekeliling kita di indonesia sangat berpengaruh ga di negara kita aja bahkan di dunia yahudi yg mencampur adukkan aga dan yahudi mengenal al-quran seperti anak dan seorang bapak ….

    Selamat berpuasa semua dan di bulan yg suci ini mari kita jalin tali silaturahmi yg baik dengen al-quran MSR menjadi pedoman hidup dan allah maha melihat maha tau maha esa ..
    Saya juga masih belajar cuma koreksi aja ko

  16. reza_sangfajar says:

    Lanjutkan dakwah pak isa (ABU). Bukan ga bisa di angkat ke media TV atau siaran radio cuma belum di fasilitasi olh pihak2 dan ga akan mau juga negara ini memfasilitasi krna bahaya buat yahudi ….
    #lirik istana

  17. Amin says:

    @Reza_sangfajar: “Kenapa kita tidak duduk bersaama membawa para petinggi2 atau para kiyai dn apalah itu namanya yg jelas di guruii untuk duduk bersama dan membahas ALQ kita kaji bersama ….

    ___________

    Yang demikian suatu saat akan ada momentumnya, dan yg pastinya bkn saat ini. Professor, doktor, kiyai dlsb akan diajak duduk bersama u/ membahas ALQ scr terbuka di muka umum

  18. teqi says:

    gimana saya bisa belajar dg cara jarak jauh yah, apakah Reza_sang Fajar atau Harun bisa kasih saya infonya, sekitar 15 th yg lalu saya sempat dikasih beberapa materi cuma hati saya waktu itu masih malas, bahkan saking malasnya padahal ada diktat dari Pak Isa yg berjudul kalu gk salah tentang idul fitri tersedia dirumah saya gak sempet saya baca sampai selesai walaupun saya sebnarnya meyakini yg dibawa pak Isa benar, dan karena mulai tahun 2000 saya merantau sampai sekarang belum dapat ketemu lagi kebenaran tsb. mohon kasih tahu gimana kalu pelajaran bisa didapt dg cara jarak jauh melalui sarana internet, terima kasih

  19. amir says:

    Aslm. Sdr. Teqi kmu Cari aja mall Rongsok Di depok Milik Nurkholis Belaja r ama Dia Insya Allah Sama.

  20. Javan Nese says:

    HADUH PADA RIBUT TO KIEEEE, BACA YANG TELITI, PAHAMI.. BARU KOMEN.

  21. Rachmad Hidayat says:

    ISA BUGIS MENCOBA MEMBANTU BIAR MELEK SEMUA PEMIMPIN ISLAM….TAPI YG NAMANYA HIDAYAH HANYA DIBERI OLEH ALLAH!!!!BENAR ATAU TIDAKNYA NANTI DILIHAT DI KURUN KE II !!!! SEBENTAR LAGI!!!!JADI SABAR AJA!!!!

  22. jhury al akbar says:

    kalo saya mendingan saya ratil aja deh di rumah,,, dari pada saling sikut kanan sikut kiri,,, mudah”n kita hidup menurut ilmu allah yang telah mengajarkan al Qur’an menurut sunah rasul yang telah memberi kepastian atas pilihanya masing”….. assallammualaikum wr wb….

  23. makmun rambe says:

    bantu saya dapatkan tafsir al qur’an karya isa bugis

  24. manis jangan langsung ditelan, pahit jangan langsung dibuang
    setiap orang punya hak dan kewajiban yang sama
    setiap orang punya kelebihan dan kekurangan
    kalau kita merasa punya kelebihan ilmu, tidak untuk merendahkan kekurangan ilmu orang lain.
    Bila kita sudah menganggap kita yang paling benar
    berarti kita telah merampas haknya Allah
    Allohu a’lam

  25. Juliansyah says:

    Mohon Pencerahan.. apa benar ajaran Isa bugis melarang umatnya untuk membina rumah tangga dengan orang yang berbeda aliran dengannya?

  26. Ahmad Haes says:

    Setahu saya, tak pernah ada larangan seperti itu. Tapi harap anda ketahui bahwa setiap kelompok, madzhab, atau aliran apa pun, dlm Islam maupun dalam agama2 lain, semua selalu berusaha menjaga keamanan dan menambah pengikut, antara lain, melalui perkawinan. Ini merupakan isyarat bahwa perkawinan merupakan cara yang ampuh untuk, antara lain, menjaga keamanan dan atau menambah pengikut.
    Dan bila anda perhatikan Al-Quran, hal ini juga sebenarnya diajarkan dalam Al-Quran. Contoh, surat Al-Baqaqah ayat 221.

  27. enuendenk says:

    Merdekaaa….! (Suatu kemerdekaan yg dicontohkan Rasulullah terhadap BILAL). Tidaklah seperti sa’at kini yg msh dalam tekanan kapitalis/penguasa.
    Ya ALLAH…, yg telah mempedomani kami denga al-Qur’an sebahai pembina kehidupan maka hantarkankah negeri kami yg tercinta Indonesia menuju/menjadi Madinatul Munawarah, seperti yg telah dicontohkan para Rasul… AMIN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: