Al-Qurãn Menurut Seorang Australia

 Velma Cook, warga Australia, mengatakan hal di bawah ini:

Sebagaimana halnya orang akan ragu melakukan perjalanan tanpa peta dan buku panduan, begitulah kaum Muslim membawa Al-Qurãn; buku panduan mereka, buku petunjuk dan peta perjalanan mereka, untuk memimpin mereka menempuh kehidupan di dunia ini hingga mencapai sukses di akhirat kelak.

Umat manusia mencapai keagungan sampai ke tingkat kemaharajaan yang berakhir dengan pengrusakan diri sendiri melalui penyakit, kekerasan, penindasan dan perang. Bahkan di dunia masa kini, manusia yang menguasai teknologi tinggi dan kemajuan, merusak diri sendiri dengan masalah keluarga, keputus-asaan, depresi, bunuh diri, penularan penyakit seksual, yang merupakan hasil dari kebingungan dan pendekatan palsu terhadap kehidupan, yang meletakkan kepentingan pada kecantikan dan kekayaan, serta membiarkan orang msikin, lemah dan tidak cantik menjadi sama sekali tak bernilai dan kehilangan harapan.

Pornografi anak-anak, pelacuran, penyalah-gunaan obat, korupsi, kepincangan sosial, menopoli uang dan barang, dan pengingkaran umum terhadap Tuhan, menimbulkan keruntuhan kepada semua yang bukan merupakan bagian dari minoritas elit dunia modern, yang memiliki bank-bank, perusahaan-perusahaan multi nasional dan kekuasaan ekonomis.

Para sejarahwan sepakat bahwa zaman terbaik dalam sejarah dunia adalah 80 tahun atau lebih sejak kehadiran Nabi Muhammad. Mereka sampai pada simpulan demikian setelah melakukan analisis terhadap faktor-faktor keamanan, keadilan, kedamaian, kesetaraan dan kemajuan. Apakah gerangan yang telah mengubah kaum pengelana padang pasir menempati posisi terpuji? Jawaban sederhananya adalah bahwa kehadiran Al-Qurãn membawa dampak alami terhadap tubuh, pikiran dan semangat setiap orang yang memasrahkan diri pada kebenaran Allah, yang harus dijunjung tinggi dan dipatuhi.

Al-Qurãn memetakan posisi manusia di hadapan Allah, di hadapan sesama manusia, dan di hadapan seluruh makhluk. Dengan bimbingan Al-Qurãn, kaum Muslim tahu apa yang diharapkan Sang Pencipta terhadap mereka. Mereka tahu hak sesama manusia atas mereka, bahkan hak hewan dan alam. Para Muslim menyadari tanggung-jawab luarbiasa mereka untuk bertindak sebagai ‘wakil’ (khalifah) Allah di bumi ini, dalam menjaga kelestarian makhlukNya.

Perhatikanlah keadaan di sekeliling kita sekarang. Perhatikan pencemaran udara, tanah, dan air, ketidak-adilan dan penindasan yang berlangsung setiap hari di setiap negara di dunia, dan monopoli kekuasaan di tangan sedikir orang yang tak punya prinsip.

Al-Qurãn masih ada di tengah kita, sebagai anugerah dan sumber petunjuk. Namun bila kita terus melakukan tindakan yang bertentangan dengannya, ia akan berubah menjadi saksi kita di Hari ketika kebaikan dan keburukan terbuka; di masa ketika tangisan kaum lemah dan tertindas melengking, dan para penguasa jahat diadili.

Obat bagi penyakit dunia terletak pada kepatuhan kita terhadap moral, asas-asas dan hukum Al-Qurãn. Bila kita terus mengabaikannya, kita akan merusak semua yang ada di sekitar kita.

Kesombongankan yang menghalangi kita patuhkepada Pencipat?

Atau hanya kebododhan?


Is it pride that prevents us from submitting to the Creator?
Or is it foolishness
?

(Sumber: http://english.islamway.com/bindex.php?section=article&id=142)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: