Nonton TV Sambil Main iPad, HP Dan Laptop

Bila anda orang dewasa di abad hi-tech (teknologi canggih) ini, anda mungkin kerepotan bila harus menerima sebuah tulisan sambil menonton televisi.

Tapi ada satu generasi yang sedang tumbuh, yang benar-benar mudah melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dengan alat-alat interaktif.

Sejumlah peneliti mengatakan bahwa anak-anak 10-11 tahun sering melakukan multi-screen viewing (melihat banyak layar), seperti menonton teve sambil menggunakan iPad, smarphone, laptop dan memainkan sebuah game komputer.

Kendati para beliawan itu tampak trampil, para peneliti mengingatkan bahwa kebiasaan mereka yang banyak menghabiskan waktu di  tempat duduk bisa menambah kemungkinan menjadi gemuk dan mengalami masalah-masalah kesehatan mental remaja.

Sekarang ini kita bisa secara serentak menonton TV ‘pesanan’ melalui internet, menjalankan beraneka game di laptop, memegang HP, berhubungan dengan teman-teman dengan teks, melalui Facebook, Skype, dan MSN.

Para peneliti tersebut mewawancarai 63 orang anak berusia 10 dan 11 tahun. Mereka menemukan bahwa anak-anak seusia demikian senang menatap lebih dari satu layar sekaligus.

Mereka menggunakan alat kedua untuk menggabungkan alat-alat hiburan. Mereka sering berbicara atau mengetik selagi teve menyiarkan iklan atau selagi menunggu game komputer menyelesaikan loading (memasukkan file-file ke memori komputer).

Televisi juga sering mereka gunakan sebagai pengiring selagi mereka melakukan sesuatu yang lain, terutama bila acara yang dipilihkan orangtua terasa membosankan.

Salah seorang anak yang diteliti mengatakan, “Saya menghidupkan DSi dan laptop. Di DSi saya jalankan MSN, di laptop saya main Facebook, dan kemudian saya menyalakan TV.”

Dr. Russ Jago dari Universitas Bristol mengatakan, “Acara-acara televisi ditonton di komputer, panel game bisa digunakan untuk menjelajahi internet, HP cerdas, komputer tablet dan alat permainan memainkan musk, video game menyediakan akses ke internet, dan komputer laptop bisa melakukan itu semua.

Banyak kampanye kesehatan menganjurkan pengurangan waktu anak-anak menonton TV.

Namun anak-anak yang menjadi sasaran penelitian tersebut bahkan bisa mengakses sedikitnya lima alat sekaligus, dan kebanyakan dari alat-alat itu adalah portable (bisa ditenteng).

Ini berarti bahwa anak-anak mampu memindahkan peralatan dari kamar tidur ke ruang keluarga; tergantung kapan mereka ingin menyendiri atau butuh teman.

Ini mengingatkan bahwa kita perlu mengadakan kerja-sama dalam keluarga untuk merancang cara-cara untuk membatasi anak-anak melakukan kegiatan ‘menonton banyak layar’ di rumah (untuk mencegah obesitas dan masalah-masalah mental?). ∆

 

(Daily Mail Reporter, 3-8- 2011)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: