Wanita Saudi Ditangkap Karena Mengemudi

JEDDAH – Seorang wanita muda Saudi Arabia baru-baru ini ditangkap polisi dan dikenai tahanan selama lebih dari seminggu karena melanggar peraturan kerajaan tentang larangan mengemudi bagi wanita. Melalui pengacaranya wanitu itu kemudian meminta agar Raja Abdullah membebaskannya. Demikian dikatakan pengacaranya, Adnan Ash-Shalih, hari Ahad kemarin.

“Manal Asy-Syarif (wanita tersebut) berharap agar raja memerintahkan pembebasan dirinya serta menutup perkaranya,” kata sang pengacara.

“Semangatnya sangat tinggi, dan dia percaya diri,” kata Shalih, membantah laporan-laporan dalam berbagai koran Saudi Arabia yang menyebutkan bahwa ia jatuh pingsan setelah ditangkap dan kemudian menyatakan penyesalan dirinya karena telah melanggar larangan mengemudi.

Wanita itu telah ditahan sejak tanggal 21 Mei, setelah ia ditangkap ketika sedang mengemudi di kota Al-Khobar, di Provinsi Timur Saudi Arabia. Penangkapan itu terjadi sehari setelah ia menyebarkan gambar dirinya yang sedang mengemudi melalui YouTube.

Meski polisi lalu-lintas melepasnya beberapa jam kemudian, wanita berusia 32 tahun dan bekerja sebagai konsultan keamanan komputer itu ditangkap kembali di rumahnya oleh polisi bagian investigasi kriminal. Ia kemudian ditahan selama 5 hari.

Hari Kamis lalu, penguasa Saudi memperpanjang penahanannya hingga 10 hari, kata seorang juru bicara penjara.

Halaman Facebook berjudul “We are all Manal al-Sharif: a call for solidarity with Saudi woman’s rights,” muncul pada hari Ahad kemarin, dan telah mendapat dukungan dari 24.000 orang.

“Itu bukan revolusi, itu bukan persekongkolan, itu bukan kerumunan, dan itu bukan sebuah protes – kami hanya minta ijin untuk mengemudikan mobil kami sendiri.” Demikian bunyi salah satu kalimat di halaman Facebook tersebut.

Petisi berisi permohonan pembebasan Manal Asy-Syarif kemudian muncul pula pada hari Ahad kemarin, ditandatangani oleh 1000 orang. Petisi yang ditujukan kepada Raja Abdullah itu menuntut agar wanita Saudi Arabia diperbolehkan mengemudi.

Namun halaman Facebook yang menganjurkan lelaki Teluk menggunakan iqal (ikat kepala tradidional) untuk memukul wanita yang mengemudi muncul pula. Mereka juga akan mengadakan aksi protes bersama pada tanggal 17 Juni. ∆

(Middle East Online)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: