Obama Diacam Pendeta Israel

JERUSALEM – Ketua rabbi (pendeta Yahudi) dari mazhab Ashkenazi, Yonah Metzger, hari Ahad lalu menelepon Obama, meminta pembebasan intel Israel berdarah Yahudi-Amerika, Jonathan Pollard, bila Obama ingin terpilih sebagai presiden AS untuk kedua kali.

Rabbi Jonah Metzger.

Sebuah radio swasta Israel mengutip perkataan sang rabbi bahwa Obama harus membebaskan dulu Pollard, sebelum menekan negara Yahudi untuk melakukan inisiatif-inisiatif perdamaian (dengan Palestina).

“Obama harus membuktikan persahabatannya dengan Israel, dan segera membebaskan Jonathan Pollard, sebelum melakukan penekanan agar Israel mengembangkan inisiatif-inisiatif diplomatik,” kata sang rabbi dalam khutbah Jum’atnya di sebuah sinagog. Demikian laporan radio tersebut.

Metzger mengancam agar Obama berbuat baik dengan membebaskan Pollard, bila ia ingin menjabat untuk kedua kali di Gedung Putih.

“Saya tidak sedang meramal, tapi lebih cenderung menggemakan frustrasi-frustrasi banyak Yahudi Amerika yang memberikan suara untuknya tapi dikecewakan oleh sikap kurang pedulinya terhadap banyak imbauan untuk membebaskan Pollard,” katanya.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bulan Januari mengatakan bahwa ia akan memohon pengampunan bagi Pollard secara resmi kepada Obama.

Gedung Putih belakangan menegaskan bahwa telah menerima permohonan tersebut, dan katanya akan dipelajari sebelum mengeluarkan keputusan.

Pollard, seorang mantan analis angkatan laut AS, divonis penjara seumur hidup karena dakwaan membocorkan dokumen-dokumen rahasia tentang kegiatan intelijen AS di dunia Arab kepada Israel. Hal itu dilakukan antara bulan Mei 1984 sampai saat penahanannya di bulan November 1985.

Kasus itu, konon, telah menjadi duri dalam hubungan Israel dan AS yang merupakan sekutu utama.

Penahanan Pollar mengobarkan krisis hubungan, yang hanya akan berakhir dengan janji Israel untuk berhenti melakukan tindakan mata-mata di tanah AS.

Israel mengatakan bahwa penahanan dan penolakan pengurangan hukuman bagi Pollard adalah sebuah pukulan (menyakitkan), bila diingat bahwa ia membocorkan informasi kepada sahabat AS.

Sementara itu, PM Israel, Sabtu lalu berterimakasih kepada Obama setelah DPR AS menyetujui bantuan militer untuk Israel.

“Kami menyatakan terimakasih yang dalam. Ini adalah bukti tambahan atas jalinan persahabatan dan kesamaan nilai-nilai kami… (Dengan bantuan itu), kami bisa melanjutkan pengembangan peralatan untuk melindungi warga kami.” Demikian sebuah pernyataan resmi yang disampaikan Netanyahu dari kantornya.

Sejak tahun 2007, AS telah menjamin bantuan militer tahunan bagi Israel, dengan nilai hampir 3 miliar dolar, yang seluruhnya digunakan Israel untuk membeli senjata-senjata Amerika. Bantuan tersebut adalah bagian dari kesepakatan untuk waktu 10 tahun.

Bulan Mei tahun lalu, Obama meminta Kongres untuk memberi Israel tambahan bantuan dana sebanyak 205 juta dolar, untuk mengecas batere-batere sistem anti-roket Israel, Iron Dome (kubah besi).

Sumber: Middle East Online

First Published: 2011-04-17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: