Setan Dan Pisang

Seorang anak SD kelas tiga baru pulang sekolah, dan langsung disambut ibunya dengan tegur sapa manis serta peluk-cium.

Anak: Assalamu ‘alaikum…!

Ibu: Wa ‘alaikumus-salãm wa rahmatullahi wa barakãtuh… Aduh, anak mama yang cakep dan pinter udah pulang. Belajar apa aja tadi, Sayang?

Anak: Banyak, Mah! Terus, pas mau pulang tadi Ibu Guru cerita…

Ibu: O, ya? Cerita apa?

Anak: Cerita tentang “Monyet rakus memakan setan dan pisang”!

Ibu: Monyet rakus makan setan dan pisang? Kamu ga salah dengar?

Anak: Kenapa Mah? Ada yang aneh ya? Aku juga bingung sih. Kalo monyet makan pisang… itu kan biasa… Pisang memang makanan monyet. Tapi kalau dia makan setan, memang bisa Mah?

Ibu: Wah, wah, gawat ini!

Anak: Apa yang gawat, Mah?

Ibu: Waktu Ibu Guru bercerita tadi, kamu ngantuk ga?

Anak: enghh,… Ngantuk sih engga… Tapi, tadi aku ngobrol sama teman sebangku.

Ibu: Ooo, pantassss!  Kamu pasti kurang jelas mengdengar kata-kata Ibu Guru.

Anak: Kurang jelas gimana, Mah?

Ibu: Pasti gurumu itu bercerita tentang monyet rakus yang memakan SETANDAN pisang, bukan SETAN dan PISANG! ∆

Advertisements
Comments
4 Responses to “Setan Dan Pisang”
  1. didah says:

    Buah apa yang bisa tertawa???
    Buahahahahaha……Seurilah kaLunya….!

  2. Ahmad Haes says:

    Awakkakakakakkkk…

  3. trisnoaji says:

    hehehehe.. boleh aku ikut Link posting ini ga?? buat tambahan postingku, soalnya isinya berhubungan juga dengan blogku. thx

  4. Ahmad Haes says:

    Boleh, boleh, boleh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: