Menghindari Akal Setan

Boleh jadi anda tidak sependapat. Tapi ini sebuah bahan renungan.

Berikut ini adalah penggalan nasihat dari Hamad bin ‘Atiq An-Najdi kepada para Muslim secara umum, yang ditulis sekitar 200 tahun lalu, namun masih terasa relevean untuk direnungkan hari ini.

“… Harap diketahui bahwa akal (‘aql; intelektualitas) ada tiga jenis:

  • Akal alami
  • Akal imani yang dibentuk oleh ajaran Rasulullah
  • Akal munafik bentukan setan

Pemilik akal jenis terakhir, beranggapan bahwa diri mereka adalah makhluk istimewa, dan jumlah mereka ini, kenyataannya,  adalah yang terbanyak dari seluruh manusia. Akal demikian itu adalah sumber keruntuhan dan buah dari kemunafikan, karena para pemiliknya beranggapan bahwa guna akal adalah untuk membuat semua orang senang dan bukan untuk melawan kecenderungan dan keinginan. Dan ketika berbicara tentang kebenaran, mereka mengatakan bahwa guna akal adalah untuk mencari teman. Mereka bilang, hal terbaik yang harus dilakukan adalah menjadi bagian dari banyak orang dan jangan membuat orang lain membenci kita.

Anggapan demikian itu menyesatkan dan merusak jiwa sehubungan dengan empat hal.

Pertama, orang yang bersikap demikian bisa jadi disukai banyak orang tapi membuat Allah murka, dan bagi dia manusia lebih penting daripada Allah. Siapa pun yang berusaha menyenangkan orang lain dengan membuat Allah marah, akhirnya akan mendapat kebencian orang dan Allah juga. (Mungkin karena dalam kenyataannya manusia tidak bisa baik pada semua orang, dan ketika kita baik pada seseorang bisa jadi hal itu membuat orang lain iri atau kesal). Jadi, tindakan ingin menyenangkan orang lain bisa berakibat mendapat kesulitan dari pihak yang diharapkan dapat membantu.

Kedua, tak bisa dihindari bahwa Allah akan membuka pintu kehinaan bagi orang yang cenderung melakukan kompromi dalam mencari kehormatan. Dan beberapa ulama Salaf mengatakan, “Siapa pun yang mengejar kebaikan dan menghindari keburukan karena takut kepada manusia, maka penghormatan dan kepatuhan orang kepadanya juga akan hilang.” Misalnya, ketika ia menyuruh anaknya atau pembantunya untuk melakukan sesuatu, mereka akan meremehkan. Sama sebagaimana ia meremerhkan hak-hak Allah, maka Allah akan meremehkan dan menghinakannya. Mereka melupakan Allah. Maka Allah pun melupakan mereka… (At-Taubah ayat 67).

Ketiga, bila hukuman Allah datang, manusia yang cenderung kompromistis akan menjadi salah satu sasaran hukuman itu. Seperti dikatakan dalam ayat: Berhati-hatilah dengan azab yang tidak hanya akan menimpa para pelaku kesalahan di antara kalian…(Al-Anfal ayat 25).

Ibnu Abi Dunya menurut Wahb bin Munabbih pernah mengatakan, “Ketika Daud melalukan kesalahan, dia mengatakan, “Tuhanku, ampunilah aku!” Maka Allah mengatakan, “Aku telah mengampunimu dan memindahkan dosamu kepada keturunan Israil.” Daud bertanya, “Mengapa, Tuhanku? Bukankah Engkau itu Adil dan tak pernah menjahati seseorang? Mengapa ketika aku berbuat salah, Engkau memindahkan dosaku kepada anak-anak Israil?” Jawab Allah, “Ketika kamu berbuat dosa, mereka tidak mengingatkanmu!”

Keempat, manusia kompromis itu, yang berbuat sesuatu hanya karena ingin menyenangkan orang lain, nilainya lebih buruk dari pezina, pencuri, dan peminum alkohol.

Ibnul-Qayyim mengatakan, “Bergama itu bukan hanya meninggalkan larangan lahiriah, tapi lebih merupakan tindakan memenuhi apa yang disukai Allah. Kebanyakan orang yang beragama sekarang tidak melakukan hal ini. Mereka lebih suka melakukan apa yang disukai dan disetujui kebanyakan (mayoritas) orang. Mereka tidak mau melakukan kebaikan atau mencegah keburukan karena Allah. Mereka tidak mau saling menasihati karena Allah dan RasulNya. Mereka tidak mau membantu da’wah dan memenangkan agama Allah, apalagi terjun berjuang sendiri untuk melakukan itu.”

“Serendah-rendahnya kualitas orang dalam beragama dan yang terburuk di antara mereka di hadapan Allah adalah mereka yang meninggalkan kewajiban-kewajiban tersebut. Tak peduli walau mereka melakukan zuhd (menjauhi kesenangan duniawi). Sungguh sulit menemukan orang yang mukanya menjadi merah karena Allah, dan terbit marahnya karena hak-hak Allah dilanggar. Sungguh sulit menemukan  orang yang mau memberikan apa pun yang dimilikinya demi kepentingan agama. Sungguh, para pelaku dosa besar adalah lebih baik dari mereka ini.”

Jadi, bayangkanlah bagaimana sejumlah orang berpuasa sepanjang hari, shalat di waktu malam, menghindari segala kesenangan dunia, tapi mereka tidak pernah marah karena Allah, tidak pernah mengajak orang berbuat baik dan melarang berbuat buruk! Mereka adalah manusia yang paling dibenci Allah. Para pelaku dosa besar lebih mulia dari mereka!

Kata Muhammad bin ‘Abdul-Wahhanb, “Aku melihat sejumlah orang duduk di masjid, membaca Al-Qurãn dan menangis. Tapi mereka tidak pernah melakukan amr ma’ruf dan nahi munkar. Orang-orang yang duduk di dekat mereka mengatakan bahwa yang mereka lakukan itu adalah pangkal kebaikan. Aku menukas bahwa itu adalah pangkal kehinaan. Mengapa anda mengatakan demikian? Jawabku, ‘Mereka itu buta dan bisu!’

Pernyataan itu didukung oleh beberapa Salaf yang mengatakan, “Orang yang membisu tentang kebenaran adalah setan yang diam. Sedangkan orang yang mengatakan kepalsuan adalah setan yang berbicara.”

Dari ‘ad-Durar as-Saniyyah’; 8/75-79

Comments
2 Responses to “Menghindari Akal Setan”
  1. Harta Sujarwo says:

    Mantap, setujuuuuuuuuuuuuu, !!!,,Kalau begitu, siap – siap aja bang setiap kekeliruan abang saya bunuh berdasarkan Alquran msr. Soalnya sy juga siap dibunuh dan membunuh subyektivisme ! Asal gak hantam kromo ya bang..??

  2. caknan says:

    waduh pak saya sendiri ajaj belum tau bener yang haq itu kayak apa apalagi harus mengingatkan orang lain ?
    saya setuju saya termasuk obyek yang harus diberi peringatan.walau hanya lewat blog ini .mudah mudahan
    bapak nggak capek menulis atau tidak bisu . saya siap membaca atau mendengar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: