Masa Depan Adalah Milik Islam

m-qutb2

Muhammad Qutb, dalam penjara pemerintah Mesir.

Masyarakat Islam telah menjadi puing-puing. Umat Islam sudah dilemahkan dan dipecah menjadi bangsa-bangsa kecil. Benih-benih perselisihan di dalam telah ditanamkan dan dipelihara. Segala usaha telah dilakukan untuk menyeret umat jauh dari inti Islam, membuat mereka terus bodoh, dan terus diberi umpan dengan berbagai godaan-godaan duniawi. Usaha-usaha perbaikan dalam kerangka Islam masih terus ditindas. Kaum Muslim yang menerapkan ajaran-ajaran Islam menjadi warga terasing di tengah masyarakatnya sendiri.

Namun, adalah kehendak Allah, Yang Mahakuasa, bahwa agama ini akan bertahan. Bahkan bukan hanya bertahan, tapi juga kembali berjaya. Sebab, pada saat Islam tidak lagi “modis” di negara-negara Islam, orang-orang Barat sendiri malah mulai menemukan kebenaran-kebenaran Islam yang diabaikan para Muslim. Dan mereka yang belum menemukan kebenaran Islam, sedikitnya menyadari kekeringan ruhani yang ditimbulkan budaya Barat. Sekarang mereka menyaksikan di hadapan mereka kegagalan dari kebebasan mereka dalam memberikan kepuasan batin. Manusia, secara umum, dalam keadaan khawatir, cemas, dan putus asa. Di hadapan mereka terjadi kegagalan sistem politik, sosial, dan ekonomi dalam memberikan keadilan atau kedamaian bagi manusia. Manusia menyadari ada sebuah tujuan dari keberadaannya. Ia akhirnya mulai mengerti kebutuhan untuk mempercayai adanya Tuhan, karena tidak ada yang akan terjadi – bukan sebuah kepercayaan terhadap kata-kata semata dan upacara-upacara atau disiplin-disiplin spiritual yang mengabaikan kebutuhan-kebutuhan manusia, tapi sebuah agama yang mencakup segi kemanusiaan: pikiran, badan, dan jiwa. Dan satu-satunya agama yang mampu memuaskan itu semua adalah Islam.

Kendati sekarang kita menghadapi masalah-masalah yang begitu nyata, rintangan-rintangan kita akan berkurang seiring usaha manusia mencari perbaikan hidup dan kembali kepada akal sehat dan Tuhan. Dan pada saat ini, ketika manusia terbangun dan kemudian mencari, mereka akan menemukan Islam.

Berpa lama itu terjadi? Tidak penting lama. Imbalan bagi mereka yang bekerja untuk mencapai tujuan itu dijamin oleh Sang Pencipta jagat raya dan bumi, dan hasilnya ada di tangan Dia. InsyaAllah, Islam telah bertahan melalui masa-masa gelapnya. Dan atas kehendakNya, ia dapat memancarkan kembali cahayanya ke seluruh penjuru dunia.

(Shaykh Muhammad Qutb/ Kalamullah.com)

* M. Qutb adalah salah satu tokoh Ikhwanul-Muslimin kelahiran Mesir.

Comments
2 Responses to “Masa Depan Adalah Milik Islam”
  1. caknan says:

    mudah mudahan kita ada pada jalan yang dikehandaki Allah , yaitu berjalan dengan ilmu Allah
    menurut sunnah Rosul Nabi Muhammad.Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: