Jagalah Ketajaman!

Pada suatu masa, seeorang penebang kayu yang perkasa melamar pekerjaan kepada pengusaha kayu gelondongan, dan ia langsung diterima. Ia mendapat gaji besar, dan tempat kerjanya pun menyenangkan. Karena itulah, penebang kayu itu bertekad untuk bekerja sebaik-baiknya.

Majikannya memberinya sebuah kampak, lalu memberi tahu tempatnya bekerja. Pada hari pertama, ia menebang 18 batang pohon.

“Bagus!” puji majikannya. “Teruslah bekerja seperti itu!”

Kata-kata sang majikan membuatnya tambah bersemangat. Hari berikutnya, ia berusaha bekerja lebih giat, tapi ia hanya bisa menebang 15 batang pohon. Pada hari ketiga, dengan bekerja lebih giat lagi, ia bahkan hanya bisa menebang 10 batang pohon. Hari-hari selanjutnya, hasil tebangannya malah semakin berkurang dan berkurang.

“Pasti kekuatanku telah hilang,” pikirnya. Ia kemudian menghadap majikannya untuk minta maaf, sambil mengatakan bahwa ia tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya.

“Kapan terakhir kali kamu mengasah kampakmu?” tanya majikannya.

“Mengasah kampak? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kampak. Saya terus sibuk menebang pohon demi pohon.”

“Itulah masalahmu!” kata sang majikan.

Hidup kita pun seperti itu. Kita kadang begitu sibuk, sehingga tak ada waktu untuk mengasah kampak. Di zaman sekarang, setiap orang tampaknya bahkan lebih sibuk dari manusia zaman dulu, tapi juga menjadi kurang bahagia. Mengapa? Tidakah hal itu terjadi karena kita lupa “memelihara ketajaman”?

Tak ada salahnya bergiat dan kerja keras. Tapi Tuhan tidak menghendaki kita sebegitu sibuknya, sehingga melupakan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup ini; seperti berdoa (shalat), dan membaca.

Kita butuh istirahat, santai, berpikir, merenung, belajar, dan tumbuh (berkembang).

Bila kita tidak menyisihkan waktu untuk ‘mengasah kampak’, kita akan menjadi tumpul, dan kehilangan dayaguna (efektifitas).

Jadi, mulailah dari sekarang.

Pikirkan cara-cara yang membuat anda bisa melakukan pekerjaan lebih efektif, dan menambahkan nilai pada apa pun yang anda kerjakan. ∆
Sumber: http://english.islamway.com/bindex.php?section=article&id=6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: