Kekalahan Rakyat

Effendi Gazali

Kata Effendi Gazali, pakar komunikasi politik UI, kenaikan harga BBM menyebabkan kemiskinan menurun. Lho, kok bisa? Tentu saja bisa; karena yang dimaksudnya adalah ‘menurun’ dari orang-orang miskin itu kepada anak-cucu mereka!

Kritik jenaka itu disampaikan Effendi Gazali dalam kesempatan peluncuran buku karya Amien Rais terbaru, Agenda-Mendesak Bangsa: Selamatkan Indonesia, di Gedung Serbaguna, Senayan, 12 Mei 2008 lalu. Effendi Gazali kemudian menegaskan sikapnya dengan mengatakan bahwa ia bersama republik yang dipimpinnya, Republik Mimpi, menolak kenaikan harga BBM dengan simbol menggulung lengan baju.

Itu hanya salah satu kritik atas kebijakan terbaru pemerintahan SBY-JK waktu itu, yang tidak populer alias tidak berpihak kepada rakyat. Bentuk-bentuk kritik lainnya disuarakan berbagai pihak dengan berbagai cara dan melalui berbagai media. Ada demo-demo mahasiswa, dialog-dialog para pengamat di televisi, radio, artikel-artikel koran dan majalah, dan banyak lagi. Tapi, semua tidak dipedulikan. Pemerintah bahkan bersikap seperti meniru-niru cara Orba dalam menghadapi segala kritik dan protes itu. Jusuf Kalla, misalnya seperti mengadu domba rakyat miskin dengan mahasiswa, dengan mengatakan bahwa demo-demo anti kenaikan harga BBM berarti menghalangi orang miskin mendapatkan bantuan pemerintah, yaitu Bantuan LangsungTunai (BLT), yang katanya diambil dari orang-orang mampu (kaya).

Pernyataan wapres itu kemudian diperkuat oleh para politikus dan pakar ekonomi yang mendukung pemerintah, antara lain kader dari partai Demokrat.

Di lain pihak, Kapolri pun mengatakan bahwa polisi siap menangkap para propokator demo anti kenaikan harga BBM. Pernyataan Kapolri itu pun segera disusul Kepala BIN, Syamsir Siregar, dengan pernyataan bahwa demo-demo anti kenaikan harga BBM itu disponsori sejumlah mantan pejabat! Di antara mereka, yang kemudian disebutkan namanya adalah Rizal Ramli. Beberapa kali dia memang menyatakan kritik kerasnya atas kebijakan menaikkan harga BBM. Sekali, setelah keluar sinyalemen Syamsir Siregar, ia bahkan tampak bergabung dalam sebuah kelompok demo.

Tokoh lainnya adalah Ihsanuddin Noorsy, mantan anggota DPR di masa Orba, yang menentang kebijakan pemerintah itu dengan tampil atraktif dalam sebuah dialog yang dikemas sebuah televisi swasta.

Namun, seperti kafilah yang tak gentar dengan gonggongan anjing, pemerintah terus melenggang dengan keputusan mereka. Kenaikan harga BBM dimaklumkan dinihari tanggal 24 Mei 2008.

Setelah itu, mengiringi sejumlah aksi demonstrasi mahasiswa, pihak TNI pun menegaskan bahwa mereka siap membantu pemerintah dan POLRI dalam mengamankan kebijakan menaikkan harga BBM.

Bila pernyataan TNI itu dimaklumkan pagi hari (24 Mei), siangnya SBY pun mengumpulkan berbagai elemen pemuda dan mahasiswa di istana, untuk menjelaskan latar belakang kebijakannya. Setelah itu, meluncurlah pernyataan dari pihak KNPI bahwa mereka tidak bisa menyalahkan kebijakan pemerintah.

Dengan demikian, bulatlah sudah kekompakan penguasa dalam memosisikan rakyat kecil sebagai pihak yang kalah.

Sekarang, yang sedang digulirkan adalah isyu kenaikan harga TDL (tarif dasar listrik). Hal yang menarik saat ini adalah pernyataan dirut PLN  Dahlan Iskan, yang mengusulkan penggratisan listrik bagi rakyat miskin yang hanya menggunakan listrik 450 watt ke bawah.

Kita bakal mendengar dan menyaksikan berbagai retorika berhamburan.

Kita lihat bagaimana nasib rakyat dalam beberapa hari ke depan!

Comments
One Response to “Kekalahan Rakyat”
  1. There is perceptibly a bundle to realize about this. I feel you made various nice points in features also.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: