Puisi Tentang Pernikahan

Pernikahan massal (?) di Mesir. Baginikah dandanan pengantin muslimah?

Bila pernikahaan hanya dimaknai sebatas persatuan badan

berapa lama kamu tahan dalam pelukan seseorang?

Cinta, rindu, kasih-sayang, bisa diungkapkan dengan pelukan, ciuman atau jabat tangan,

tapi peluk-cium dan jabatan tangan hanya bisa dilakukan sekejapan.

Setelah itu, badan harus saling berjauhan;

Karena segala sentuhan itu hanyalah lambang.

Lambang ditampilkan bila dibutuhkan.

Selanjutnya adalah prinsip

Adalah tujuan

Yang harus ditegaskan dalam pikiran,

dalam perkataan,

Dan dalam perbuatan.

Bila kamu menikah karena kamu lelaki dan dia perempuan

Atau sebaliknya karena kamu perempuan dan dia lelaki,

Maka antara kamu dengan dia tak ada perbedaan dengan sepasang hewan.

Lahiriah, kita memang hewan.

Dan kita sering merendahkan hewan karena tak punya pikiran.

Tapi, dengan tidak punya pikiran, hewan patuh kepada Tuhan.

Sebaliknya, dengan punya pikiran,

kita kadang menentang ajaran Tuhan.

Yang dikehendaki Tuhan dengan perkawinan adalah,

Pertama, kamu kawinkan jiwamu dengan konsepNya;

Dan setelah itu, carilah teman seiring setujuan

Untuk membangun satu bentuk kehidupan berperadaban Al-Qurãn.

Dengan demikian, perkawinan adalah langkah meninggalkan Makkah

Menuju Madinah!

Hijrah!

Perkawinan adalah hijrah!

Waktu di Makkah dulu kamu menuntut ilmu;

Yang kemudian kamu olah lewat shalat ritualmu

menjadi bentuk kesadaran,

Menjadi cita-cita dan harapan,

menjadi api dan obsesi

Yang menerangi jalan ke masa depan.

Sekarang, melalui ijab-qabul – yang bagaikan iqrar Aqabah –

Kamu buka gerbang Madinah;

Kamu ketuk pintu bait Rasulullah,

Dan Rasulullah menggemakan sabdanya yang sudah kamu kenal:

“Menikah adalah Sunnahku…”

Dan kamu menjawab, “Assalãmu ‘alaika ayyuhan-Nabiy!

Keselamatan kami menjadi pasti karena mengikuiti jejak langkahmu!”

Lalu, di Madinah, kamu harus keluar menuju Badar,

Dan di sana musuhmu dikalahkan

Oleh jiwamu yang tegar

dan semangatmu yang berkobar.

Dan, dari Badar kamu harus kembali ke Madinah

Ke dalam rumah.

Rumahmu adalah ruang sempit

tempat berkobar jihad akbar.

Di rumah, kamu bertemu musuh yang lebih tangguh:

Dirimu!

Di dalam rumah, istri dan suami bisa akrab, bisa mesra

Karena ada kebutuhan bersama sesaat atau selamanya.

Tapi mereka juga bisa berengkar, bisa saling cakar

Ketika keduanya bagai pohon yang terpisah dari akar.

Mereka jatuh

Saling menimpa

Saling mematahkan.

Di Madinah

Di dalam rumah

Berkembang kemunafikan.

Tiba-tiba ada orang yang emosional dan tak tahu diri.

Tiba-tiba ada raja dan ratu yang hanya ingin menindas dan menjajah.

Tiba-tiba ada para pengecut yang tidak berani mengakui kesalahan

Dan kelemahan diri sendiri.

Ketika sepasang kekasih telah menjadi suami dan istri

Sumpah bisa menjadi sampah

Dan janji bisa jadi tidak ditepati.

Tapi sumpah dan janji kekasih mungkin hanya tercetus karena emosi

Yang setiap saat bisa diperbaiki dan dikoreksi.

Sedangkan tekad untuk menjaga syahadat

tidak boleh rusak atau berkarat.

Itulah yang harus menjadi ukuran apakah suami/istri setia atau berkhianat.

Kesetiaan diukur dengan keteguhan menjalankan konsep Al-Qurãn

Dan pengkhianatan terjadi ketika Al-Qurãn dikesampingkan.

Yang merasa bertemu karena Al-Qurãn

hanya bisa bertengkar dan marah karena Al-Qurãn.

Yang merasa bertemu karena Al-Qurãn

hanya bisa berpisah karena Al-Qurãn.

Yang mencintai Al-Qurãn

Tak akan berpisah dengan pecinta Al-Qurãn.

***

Pondok Pinang

11 Sept. 1999.

Advertisements
Comments
5 Responses to “Puisi Tentang Pernikahan”
  1. reza says:

    jempol

  2. semangat…salamm kenal..

    di tunggu kunjungan balknya..

    terima kasih

  3. Ahmad Haes says:

    Ahlan wa sahlan. Welcome! Segera berkunjung. Terimakasih kembali.

  4. Azeul says:

    Mohon Izin Share di Fb ya Akhi,,,:))
    Syukron…

  5. Ahmad Haes says:

    Silakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: