Tebak-tebakan Soal Israel

Hari sudah agak larut malam.

“Bang, kita main tebak-tebakan yuk!?” kata istri saya.

“Kamu lagi iseng ya?”

“Iya…! Aku lagi mikirin seuatu. Ayolah, Bang! Main tebak-tebakan!”

“Iya, iya… Oke… Ayo mulai!”

“Bangsa apa yang paling merdeka di dunia sekarang ini?”

“Israel…”

“Bangsa yang paling berani?”

“Israel…”

“Bangsa yang paling pintar?”

“Israel…”

“Bangsa yang…

“Israel, Israel, Israel…!!!”

“Kok serba Israel sih, Bang?”

“Yaa… Apa boleh buat. Memang kenyataannya begitu!”

“Huh, sebeeelllll…” kata istri saya sambil balik badan, memunggungi saya.

“Ya sudah. Sekarang Abang yang nebakin ya?”

“Apa?”

“Kenapa Israel dikatakan bangsa yang paling merdeka?”

“Karena mereka bisa berbuat apa saja yang tidak bisa dilakukan bangsa-bangsa lain.”

“Pintar istriku!”

“Memang! Seharusnya aku mendapatkan suami yang lebih pintar dari Abang!”

“Dasar perempuan. Suami memuji malah dibalas penghinaan!”

“Bercanda!”

“Iya, tahu! Sekarang tebak lagi. Kenapa Israel jadi bangsa yang paling berani?”

“Yaa… karena mereka merdeka.”

“Salah!”

“Kok salah?”

“Isarael menjadi berani karena beberapa alasan. Pertama, karena punya dukungan moral dari Amerika dan sekutu-sekutunya…”

“Apa? Moral? Israel bermoral”

“Iya. Tapi moral dalam istilah militer. Maksudnya nyali,  semangat juang, dan sebagainya.”

“O, itu mereka dapatkan dari Amerika? Bukan dari Zionisme atau Yahudisme?”

“Zionisme, Yahudisme, Talmudisme, rasialisme, atau apa pun… Itu kan hanya semacam ideologi. Tapi apa artinya ideologi bila tidak ada pejuang dan supporter?”

“Jadi, Zionisme dan semacamnya itu ideologinya, Israel pejuangnya, Amerika dan para sekutunya supporternya?”

“Iya!”

“Terus, yang kedua?”

“Senjata! Israel memiliki persenjataan paling canggih, termasuk nuklir.”

“Ideologi, supporter, senjata. Itu yang membuat Israel berani. Terus, yang ketiga?”

“Musuh-musuhnya, semua lemah!”

“Oh, betul-betul-betul! Aku jadi ingat teori bahwa preman pasar itu bisa merajalela bukan karena mereka hebat, tapi karena orang-orang selain mereka, di pasar, semua lemah. Pengecut.”

“Begitulah bangsa-bangsa Arab. Lemah dan pengecut. Begitu juga semua yang mengaku umat Islam. Hanya bisa berkhayal dan teriak-teriak di jalanan.”

“Bagaimana dengan Iran, Bang?”

“Iran? Kadang Abang kagum, kadang sebel…”

“Kenapa?”

“Tampaknya, Iran hanya mau membela sesama Syi’ah…”

“Ahk, mosok sih? Jangan ngasal, Bang!”

“Lihat saja buktinya! Koar-koar mau menghapus Israel dari peta dunia, kapan itu? Orang-orang Palestina di Ghaza itu kan bukan baru sekali ini dibombardir Israel.”

“Jadi…”

“Di mana-mana orang bereaksi atas kebintangan Israel, tapi hanya masyarakat awam, hanya rakyat jelata. Para pemimpin mereka, baik pemimpin politik, militer, bahkan agama, semua tak punya nyali melawan Israel.”

“Nyali mereka sudah tergadai barangkali, ya Bang?”

“Entah tergadai, entah terjual… Akhirnya sama saja.”

“Oh! Jadi semakin jelas bagiku, Bang!”

“Apa?”

“Bahwa Israel memang pintar, dan pintar sekali dalam satu hal!”

“Apa?”

“Ilmu jiwa! Mereka sangat menguasai ilmu jiwa manusia!”

“Benar. Tepat sekali, istriku. Ternyata kamu juga pintar sekali. Kamu berbakat jadi Israel, ha ha!”

“Haaah! Gak sudi! Haram! Kalau aku pintar, itu adalah bukti bahwa tidak hanya Israel yang bisa pintar.”

“Kamu benar, sayang. Bangsa-bangsa lain juga bisa pintar, dan memang banyak yang terbukti pintar. Tapi yang sepintar iblis hanya Israel. Benarlah yang pernah dikatakan guru Abang, bahwa Israel/Yahudi adalah duta Iblis di dunia.”

“Apa itu gak berlebihan, Bang?”

“Mungkin. Tapi seperti kata kamu tadi, setidaknya sampai saat ini, hanya Israel yang paling pintar, terutama dalam penguasaan dan pemanfaatan ilmu jiwa manusia. Dalam hal itu, Israel benar-benar menyamai iblis.”

“Maksud Abang?”

“Iblis bisa mengendalikan manusia karena tahu betul ilmu jiwa manusia. Tahu betul kelemahan manusia.”

“Begitu ya Bang?”

“Ya. Tapi, sehebat-hebatnya iblis, dalam pandangan Allah dia tetap shaghîr. Kecil.”

“Terus, yang besar siapa, Bang?”

“Seharusnya para mu’min!”

“Oh!”

“Tapi sayang…”

“Kenapa, Bang?”

“Di dunia sekarang ini… sulit menemukan mu’min!”

“Padahal, hanya mu’min yang bisa menaklukkan iblis… dan Israel, begitu Bang?”

“He’eh!”

Hening beberapa saat.

“Huuaah! Jadi ngantuk dech…” kata istri saya kemudian.

“Dasar perempuan!”

“Kenapa?”

“Kalau diajak ngomong serius pasti ngantuk!”

“Salah sendiri. Kenapa ngomongnya malam-malam, dan di tempat tidur pula!”

“Jadi, yang benar di mana dong?”

“Ah, sudah lah. Ngantuk beneran nih!”

“Ya, sudah. Bismika Allahumma ahya wa amut…

Hoooh!

Ternyata warga dunia masih bisa tidur… di saat warga Ghaza nyaris kehilangan segalanya.

Comments
5 Responses to “Tebak-tebakan Soal Israel”
  1. reza says:

    saya sudah copy bang, untuk temen, makasih

  2. Ahmad Haes says:

    Oke dech!

  3. desrizal says:

    Assalamu’alaikum WW. Bang AH, saya mohon izin share tulisan ini di FB ya! Makasih sblmnya.

    Wassalam

  4. Ahmad Haes says:

    Silakan Bro!

  5. fahrul says:

    sy Copas ya Bang, makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: