Teror Atas Nama Tuhan Israel

1. Israel hanya melindungi diri; 2. Kami hanya melindungi warga kami; 3. Kami hanya mengikuti perintah.

By: Dr. Aslam Abdullah

Militer sekutu Amerika Serikat (AS) tersayang, Israel, membunuh 16 pekerja kemanusiaan di perairan internasional, di dalam kapal-kapal yang membawa bantuan untuk warga Ghaza yang kelaparan. Hal itu dilakukan atas nama Tuhan. Sebelum para serdadu itu menyerbu ke kapal-kapal tersebut, untuk menghentikan usaha menolong orang-orang kelaparan, mereka berdoa dan diberkati para rabbi (pendeta) mereka.

Organisasi-organisasi pro-AS di Amerika dan seluruh dunia, semua bungkam. Sama bungkamnya dengan orang-orang Kristen ketika orang-orang Yahudi dibantai para serdadu Hitler yang kebanyakan bergama Kristen di Jerman. Mereka yang mengaku sebagai para pendekar keadilan di hadapan Israel menjadi para pengesah pembunuhan, dan sekuru terkuat dari Israel (AS) sampai saat ini masih sedang mempelajari keadaan. Sungguh memalukan.

Perbuatan Israel itu jelas brutal (hewani) dan termasuk terorisme paling gila. Dan ini adalah terorisme yang didukung negara! Tidak ada andai-andai dan tapi-tapian. Mungkin karena kaum gentile (non-Yahudi) tidak ada nilai dalam pandanan mereka yang mengaku bahwa Tuhan telah memberi mereka segala kebijakan untuk memutuskan dan menentukan status setiap orang dan bangsa lain.

Tanah yang disebut tanah suci itu (Jerusalem), kini menjadi panggung dari pertunjukan yang sangat kotor. Segala petunjuk dan bimbingan langit dilecehkan. Perdamaian, kehormatan manusia, kehidupan, menjadi tak berarti. Dan, yang paling memprihatikan, konflik ini terjadi di antara orang-orang yang mengaku mendapat petunjuk Tuhan untuk menegakkan keadilan, perdamaian, dan kasih sayang.

Hanya jiwa yang sakit yang mampu menonton orang lain menanggung derita. Selama hampir 60 tahun, satu bangsa ditendang dari tanahair mereka dan ditempatkan di lubang-lubang yang bahkan tidak layak untuk dihuni serangga. Dengan kemauan sendiri, mereka dibunuh, dihinakan dan disiksa (karena dengan kelemahan melawan kekuatan). Hanya jiwa yang sakit yang tega membiarkan orang lain mati kelaparan dan menghadapi kesulitan. Dan hanya jiwa yang sakit yang berhenti mengasihani orang-orang yang terluka dan cedera.

Jiwa yang sakit itu, di dunia kita, kini mewujud dalam diri mereka yang mengaku sebagai para pembela tegaknya negara Yahudi. Para Yahudi di Amerika berutang kepada orang-orang Amerika karena jauh dari memikirkan hal ini. Orang-orang Palestina mempunyai hak yang sama dengan orang-orang Yahudi dan Kristen. Mereka mempunyai hak atas hidup dan kedamaian seperti yang dipunyai orang-orang Israel.

Selama 60 tahun terakhir ini, Israel telah menciptakan dongeng tentang ketidak-amanan bagi keberadaan mereka. Mereka selalu berdalih bahwa negara mereka yang mungil dikelilingi negara-negara Muslim yang terus menebar ancaman. Padahal, selama 2000 tahun Yahudi selalau di ambang pemusnahan oleh Romawi Kristen atau Kristen Eropa. Tidak pernah, selama mereka hidup di tengah kaum Muslim, mereka merasakan ancaman bagi jiwa maupun agama!

Dongeng tentang ancaman Muslim itu terus-menerus dialirkan para simpatisan mereka. Di AS, lobi-lobi mereka mempropagandakan kebohongan dengan berbagai cara, termasuk ancaman dan penekanan untuk mempengaruhi pendapat (opini) mereka yang disebut para wakil rakyat.

Sama seperti tindakan barbar dan teror terdahulu, tindakan Israel sekarang juga akan dimaknai sebagai usaha menjaga kedaulatan dan kepentingan negara Yahudi itu. Mereka bisa mengatakan bahwa di dalam kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan itu ada para anggota Al-Qaeda atau kelompok-kelompok Muslim garis keras. Israel bahkan bisa memalsukan informasi untuk menuduh siapa pun sebagai mata-mata atau teroris. Para pendukung Israel di kalangan media massa dan di Washitong, dan di tempat-tempat lain, akan dengan gembira menerima dalih itu dan kemudian mengutuk para korban. Itulah taktik yang telah mereka gunakan selama enam dekade belakangan ini.

Apa yang bisa kita lakukan menghadapi situasi ini, terutama di AS? Di sini orang-orang Kristen dan Muslim adalah peserta berbagai kelompok dialog antar-iman. Di antara kelompok-kelompok itu, ada beberapa yang mendukung dialog Yahudi-Muslim. Para pemimpin Yahudi di setiap lapisan layak dituntut untuk mendefinisikan pendirian mereka dalam hal ini dan dalam berbagai masalah yang berkaitan dengan tanah yang dijajah itu.

Di sini ada sejumlah organisasi Yahudi yang sama sakit dan muaknya terhadap Israel seperti manusia-manusia waras lain. Mereka layak mendapat dukungan dalam usaha mereka menentang para teroris di Tel Aviv, yang telah membajak agama dan kebudayaan, dan memanfaatkan penderitaan mereka di masa lalu untuk menyengsarakan bangsa lain. Suara-suara mereka layak digabungkan dengan pihak yang benar-benar peduli pada perdamaian dan keadilan.

Perang atas teror Israel adalah perang kolektif (bersama), dan setiap orang yang berdiri tegak demi perdamaian dan keadilan adalah peserta dalam perang itu.*

islamcity.com

***Dr. Aslam Abdullah adalah editor mingguan Inggris cabang Detroit, Muslim Observer, direktur Islamic Society  Nevada, Las Vegas dan baru saja diangkat sebagai General Secretary of the World Council of Muslims for Interfaith Relation. Ia juga menjadi wakil President of the Muslim Council of America, MCA.

Advertisements
Comments
2 Responses to “Teror Atas Nama Tuhan Israel”
  1. this really answered my problem, thank you!

  2. Javan Nese says:

    TERNYATA BUSUK DAN MEMUAKKAN YA.. !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: