Ilmu Menentukan Amal

Ilmu menentukan amal. العلم إمام العمل Begitulah salah satu sabda Rasulullah saw. Dan, harap diingat bahwa yang disebut Ilmu di sini adalah “segala isi otak”; sedangkan amal adalah “segala tindakan yang digerakkan oleh ilmu tersebut”.

Segala yang ada dalam otak kita, selanjutnya – oleh mekanisme otak – dibentuk menjadi “sistem pengetahuan” kita. Lebih lanjut, karena otak menjadi pengendali segala sistem dalam tubuh, maka – ibarat komputer – sistem pengetahuan kita itu selanjutnya menjadi “sistem operasi”, yang menentukan segala gerak-gerik kita, baik yang tersadari maupun yang bersifat refleks. Dengan kata lain – pada hakikatnya – kita ini adalah robot dari segala isi otak (= ‘ilmu’).

Ilmu menentukan tindakan. Tindakan membuahkan hasil karya (produk), dan juga citra (image), yang menjadi identitas kita. Identitas (tanda pengenal) ini, terlepas dari identitas fisik yang dibentuk Sang Pencipta, adalah sesuatu yang benar-benar merupakan ‘ciptaan’ kita, tepatnya merupakan ciptaan sistem pengetahuan itu. Dalam bahasa psikologi (ilmu jiwa), identitas itu disebut kepribadian (personality). Dalam istilah orang Islam, namanya akhlak (akhlāq). Istilah ini sangat tepat. Akhlāq, jamak dari khuluq, berpangkal pada kata khalaqa, yang berarti menciptakan. Siapa yang menciptakan akhlak kita? Kita, dengan ilmu kita.

Dalam setiap sistem pasti ada pangkal atau pusat kendali sistem. Dalam tubuh kita, pangkalan kendali sistem (tubuh) itu adalah otak. Dalam komputer, namanya harddisk. Tapi, dalam komputer, harddisk itu adalah perangkat keras (hardware). Ia sangat penting, tapi bukan penentu gerak (operasi) komputer. Yang menjadi penentu gerak bagi komputer adalah perangkat halus (software) yang disebut program. Program ini, hakikatnya, adalah kumpulan dari puluhan sampai ratusan rumus matematis yang disediakan untuk ‘dibaca’ oleh perangkat keras komputer.

Bagaimana dengan sistem dalam diri kita? Sistem dalam komputer sebenarnya hanya meniru sistem dalam diri kita. Kita punya perangkat keras, yaitu tubuh. Kita juga punya perangkat halus, yaitu jiwa. Tapi apakah jiwa kita sama dengan program pada komputer? Tidak. Jiwa hanya ibarat listrik, yang membuat komputer menyala, tapi tidak bisa mengerjakan apa-apa. Komputer baru menjadi ‘cerdas’ setelah diisi program. Begitu juga dengan manusia. Manusia baru menjadi cerdas, siap kerja, setelah badan dan jiwanya diisi … ilmu.

Comments
2 Responses to “Ilmu Menentukan Amal”
  1. all of mp3 says:

    I wanted to thank you for this excellent read!! I definitely loved every little bit of it. I have you bookmarked your site to check out the latest stuff you post.

  2. You completed a number of good points there. I did a search on the matter and found the majority of folks will consent with your blog.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: