Kausar Niazi (10): Pesan Muhammad Iqbal

Pemenuhan tauhid tidak cukup hanya dengan pelaksanaan tindakan ritual, dan dengan pemikiran bahwa itulah yang diharapkan Allah. Berpuas diri dengan keyakinan demikian sungguh jauh dari tujuan, dan tidak sesuai dengan ajaran Islam yang mengendaki keyakinan umatnya disebarluaskan sehingga bermanfaat bagi dunia.
Harus ada orang yang meyakinkan orang lain untuk menaati Sang Pencipta. Selama kemusyrikan berlangsung, da’wah tauhid harus terus berjalan. Al-Qurãn menjelaskan tentang tujuan eksistensi muslim:

Demikianlah Kami jadikan kalian umat penengah, supaya menjadi bukti (kebenaran ajaran Allah) bagi manusia, sebagaimana Rasulullah menjadi bukti bagi kalian.
Kerasulan berakhir pada Muhammad. Tapi tugas da’wah harus dilanjutkan umatnya. Kaum muslimin sebagai suatu masyarakat, dan setiap pribadi muslim, harus menjalankan tugas ini. Dalam sajaknya yang terkenal, Rumuz-i-Bekhudi (Rahasia Kefanaan Diri), Iqbal mengingatkan kaum muslimin tentang tanggung jawab ini:
Tidakkah kaupedulikan ayat-ayat Al-Qurãn
Yang menyebutmu sebagai penengah?
Kecerlangan dan kemegahan zaman terjadi karenamu
Dan di tengah-tengah bangsa sealam
Engkaulah yang memelihara kebenaran

Dan kata Iqbal pula:
Rahasia kehidupan tersimpan dalam ajaran suci tauhid;
Tujuan hidupmu adalah untuk menjaga dan memancarkan
ajaran tentang keesaan Tuhan.
Bila benar kau seorang muslim, niscaya kau tak akan diam
Sebelum seluruh alam menjadi naungan kebenaran.

Bagi kaum muslim, tauhid adalah sine qua non (unsur sangat pengting; syarat utama) kehidupan. Keadaan boleh saja menjujung atau menggencet, tapi da’wah tauhid adalah kewajiban. Kini, pada saat dunia dilanda pemujaan berhala, kekayaan dan uang, kasta, kesukuan, warna kulit dan ras, dan tanahair diubah menjadi dewa, kaum muslimin harus menyadari tugas mereka untuk menda’wahkan tauhid di tengah kekafiran yang mengelilinginya.
Berkata pula Muhammad Iqbal:
Karena fitrah jiwanya manusia bisa jadi pencipta dan pemuja berhala
Dalam setiap masa manusia mencari wujud sejati
Kini ia telah menghidupkan kembali tradisi ‘Azar’
dalam menciptakan patung pujaan,
sehingga muncullah tuhan-tuhan baru.
Kau yang dalam urat darahmu mengalir darah panas semangat Ibrahim
Demi membela kebenaran, kobarkanlah perang melawan kepalsuan.
Kibaskan pedang atas nama Allah!
Di tengah kegelapan, pancarkanlah cahaya!
Ajak manusia ke jalan sempurna yang telah diwayukan kepadamu.

Comments
2 Responses to “Kausar Niazi (10): Pesan Muhammad Iqbal”
  1. What are you stating, man? I know everyones got their own thoughts and opinions, but really? Listen, your web log is cool. I like the energy you put into it, specifically with the vids and the pics. But, come on. Theres gotta be a better way to say this, a way that doesnt make it seem like most people here is stupid!

  2. My Blog says:

    I was very ecstatic to discover this site on google.I wished to say many thanks to you with regard to this excellent post!! I definitelyliked every little bit of it and I’ve you bookmarked to take a look at new stuff you post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: