Wanita Dan Shalat Jum’at

"Anak perempuan ga boleh ikut shalat Jum'at tau!" - "Duh kenapa sih? Emangnya aku dianggap ga beriman ya?"

Sampai hari ini saya masih sering bertemu kaum Hawa yang mengajukan pertanyaan “apakah wanita wajib shalat Jum’at atau tidak?” Atau dalam kalimat lain: Mengapa wanita tidak boleh shalat Jum’at, padahal perintahnya ditujukan untuk “orang-orang beriman”, yang tentu mencakup pria dan wanita?

Tulisan di bawah ini saya buat sekitar 2-3 tahun lalu. Mudah-mudahan masih bermanfaat bagi yang membutuhkan. Atau, bila mengandung kesalahan, mudah-mudahan ada pembaca yang bisa memberikan koreksinya.

Tanya:

Dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9 Allah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai kaum beriman, bila kalian dipanggil untuk melaksakanan shalat Jum’at, segeralah kalian penuhi panggilan untuk membangun kesadaran berdasar ajaran Allah itu, yaitu cepatlah tinggalkan segala urusan ekonomi. Sikap demikian itulah yang terbaik bagi kalian, sebagai bukti bahwa kalian adalah kaum yang hidup dengan kesadaran ilmiah (berdasar ilmu Allah, yakni Al-Qurãn).

Ada yang menggunakan ayat di bawah ini sebagai dalil yang mengharuskan wanita ikut shalat Jum’at bersama pria di masjid, karena kata alladzina ãmanû di situ dianggap mencakup semua orang beriman, pria maupun wanita. Bagaimana penjelasan anda?

Jawab:

Memang benar bahwa dalam Al-Qurãn kata al-mu’minûna kadang-kadang mencakup pria dan wanita. Salah satu contohnya adalah dalam ayat berikut ini:

ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Rasulullah (Nabi Muhammad) beriman dengan kitab yang diturunkan (= diajarkan) kepadanya dari Rabbnya (Allah). Demikian juga al-mu’minûna (para mu’min, yakni pengikut Nabi Muhammad). Semua beriman dengan ajaran Allah  yang diturunkan Allah melalui malaikatnya, dalam bentuk kitab-kitab, yang diterima para rasulnya. Kami (para mu’min) tidak membeda-bedakan antara satu rasul dengan rasul-rasul Allah yang lain, karena mereka semua sama-sama menyatakan, “Kami menyimak (mendengar, menanggapi ajaran Allah) dan selanjutnya kami mematuhi. (Kami menyatakan bahwa ajaranmu adalah sarana) perbaikan hidup kami ya Allah; karena itu kami menjadikan ajaranmu sebagai satu-satunya rujukan.”

Dalam ayat ini, berdasar karinahnya, jelas bahwa kata al-mu’minûna berarti semua pengikut Rasulullah, pria dan wanita.

Tapi, tidak semua kata al-mu’minûna dalam Al-Qurãn mencakup pria dan wanita. Karinah pada ayat yang dijadikan dalil di atas (surat Al-Jumu’at ayat 9), misalnya, jelas tidak sama dengan ayat ini (Al-Baqarah ayat 285). Pada surat Al-Jumu’ah ayat 9 itu, jelas sekali bahwa yang di-panggil adalah al-mu’minûna yang sedang sibuk melakukan kegiatan ekonomi (dagang; mencari nafkah) di luar rumah. Biasanya, dari dulu sampai sekarang, yang sibuk melakukan kegiatan ekonomi di luar rumah adalah kaum pria. Memang pada masa sekarang banyak juga wanita yang melakukan pekerjaan di luar rumah; tapi tugas mencari nafkah adalah kewajiban kaum pria. Dalam hubungan itulah kaum pria dipastikan menempati pi-hak yang dipanggil oleh ayat tersebut.

Selain itu, bila hendak menetapkan bahwa wanita juga harus ikut shalat Jum’at di masjid, tentu harus ada dalil yang menguatkan, yaitu berupa contoh Rasulullah dan para sahabat-nya.

Setiap bentuk ibadah ritual (mahdhah) dilakukan dengan mengikuti contoh Rasulullah. Dalam hal shalat, jelas ada hadis yang mengatakan: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (صلّوا كما رأيتمنى أصلَى).

Adakah contoh wanita ikut shalat Jum’at di masa Rasulullah?

Bila tidak ada contoh dari Rasu-lullah, siapa pun tidak berwenang membuat-buat peraturan. Bila dilaku-kan juga, nilai perbuatan tanpa contoh Rasulullah itu tentu bid’ah namanya. Dalam bahasa kita, bid’ah itu artinya mengada-ada atau mengarang-ngarang.

Penulis belum menemukan hadis maupun buku sejarah yang menceri-takan bahwa di zaman Rasulullah kaum wanitanya juga ikut shalat Jum’at bersama kaum pria. Sebaliknya, be-lum penulis temukan juga hadis yang melarang. Tapi, menurut Ibnu Qudãmah dalam kitab Al-Mughni, para ahli ilmu sepakat mengatakan bahwa wanita tidak diwajibkan ikut shalat Jum’at. Jelasnya kata-kata Ibnu Qudãmah itu adalah sebagai berikut:

فَأَمَّا مَنْ لاَ تَجِبُ عَلَيهِ الْجُمْعَةُ كَالْمُسَافِرِ وَالَعَبْدِ وَالْمَرْأَةِ وَالْمَرِيضِ وَ سَائِرِ الْمَعْذُرِينَ فَلَهُ أَنْ يُصَلِّيَ الظُّهْرَ قَبْلَ صَلاَةِ الْإِمَامِ فِى قَوْلِ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ  (المغنى  –

ج 2 ص 198)

Orang yang tidak wajib shalat Jum’at seperti musafir, budak, wanita, orang sakit, dan semua orang yang punya udzur (berhalangan), maka setiap orang itu wajib melakukan shalat zhuhur sebelum shalat imam (yaitu shalat Jum’at di masjid). Demikianlah pandangan kebanyakan ahli ilmu.[1]

Tanya:

Berapakah jumlah rakaat shalat zhuhur yang dilakukan orang-orang yang tidak shalat Jum’at itu? Apakah dua rakaat seperti shalat Jum’at, atau empat rakaat seperti biasa?

Jawab:

Karena namanya shalat zhuhur, tentu saja empat rakaat.

Bila anda punya dalil bahwa sha-lat zhuhur di hari Jum’at itu dilakukan dua rakaat, ajukanlah dalil itu. Tapi ingat, dalilnya harus dari Al-Qurãn atau hadis, atau sumber lain yang bisa dipercaya, bila ada.


[1] Seperti dikutip A. Hassan dalam buku Soal Jawab Masalah Agama, jilid 1, hal. 234-235, Bangil, 1996.

Comments
One Response to “Wanita Dan Shalat Jum’at”
  1. Definitely, what a great site and informative posts, I surely will bookmark your site.Best Regards!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: