Ancaman Sang Koboy

Seorang koboy (cowboy) berkuda memasuki kota dan kemudian berhenti di depan sebuah saloon (warung minuman; bar) untuk ngebir. Sialnya, para penduduk setempat mempunyai kebiasaan mencuri barang-barang orang asing, yang dulu juga merupakan kebiasaan sang koboy. Maka, ketika ia selesai minum dan keluar warung, ia mendapati kudanya sudah hilang.
Ia berbalik, kembali ke warung dengan pistol ‘terhunus’ dan mengacung ke atas. Kemudian, tanpa melihat ke atas, ia pun menembakkan pistolnya ke langit-langit warung.

”Siapa di antara kalian yang mencuri kudaku?” katanya berteriak keras tak terduga.
Tak ada yang menjawab.
“Baik! Aku akan minum bir lagi. Dan, bila kudaku tidak kembali pada saat aku selesai minum, aku akan lakukan apa yang pernah kulakukan di Teksas!”
Banyak orang menjadi gelisah.
Sang koboy meneguk bir, kemudian berjalan lagi keluar, dan ternyata kudanya sudah kembali!
Ia menaiki kudanya, lalu bersiap-siap untuk memacunya keluar kota.
Pemilik warung terheran-heran, lalu bertanya kepada sang koboy, “Katakan, sobat! Apa yang pernah terjadi di Teksas waktu kuda anda dicuri orang?”
Sang koboy menoleh ke belakang, dan berkata, “Aku terpaksa harus pulang jalan kaki!”

TUNGGU SEMENIT
Di musim semi yang hangat, si Jimmy kecil suatu hari berbaring di atas rumput di sebuah lembah. Gumpalan awan putih melayang di atasnya, dan anak itu memperhatikan bentuknya.
Pada saat itu ia segera ingat Tuhan.
“Tuhan, benarkah Kau ada di sana?” teriaknya.
Sungguh tak terduga, sebuah suara keras muncul dari gumpalan awan itu. “Ya, Jimmy. Kamu butuh bantuanku?”
Jimmy senang karena merasa menemukan kesempatan baik. Lalu katanya, “Tuhan! Apa arti sejuta tahun bagimu?”
Karena tahu bahwa Jimmy tidak memahami konsep keabadian, Tuhan pun bicara dengan cara yang kira-kira dapat dipahami Jimmy. “Sejuta tahun bagiku, Jimmy, itu sama dengan satu menit!”
“Oh!” kata Jimmy. “Terus, apa artinya sejuta dolar bagimu?”
“Sejuta dolar bagiku, Jimmy, itu sama dengan satu sen.”
“Wow!” teriak Jimmy gembira. “Aku tahu kau sangat dermawan, Tuhan! Bisakah kau memberiku satu sen saja?”
Tuhan menjawab, “Tentu saja, Jimmy! Tunggu satu menit ya?”

(easyislam.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: