Kausar Niazi (6): Syarat Mutlak Untuk Beriman

Buku Tauhid karya Muhammad Abduh.

Berbicara tentang tauhid, Islam tidak hanya menuntut kepuasan intelektual sehubungan dengan adanya Allah; Islam juga memerintahkan iman yang teguh terhadap kebenaran terbesar ini; yang akan membimbing pikiran untuk mempercayai bahwa semua manusia mempunyai pemimpin yang tinggi, bahwa manusia adalah hambaNya, yang terikat oleh sumpah untuk patuh dan setia kepadaNya.

Penganut tauhid mungkin sama dengan orang yang haus, yang tidak dapat menghapus hasratnya untuk minum meski banyak benda lain di sekitarnya. Begitulah. Penganut tauhid tidak pernah bisa menghapus dari alam bawah sadarnya keyakinan terhadap Allah yang sudah berurat berakar dalam jiwanya, kendati berbagai godaan duniawi mengganggunya. Segala kesibukan duniawi tak pernah benar-benar menghapus keyakinan akan Sang Pencipta! Perasaan ini persis seperti yang digambarkan dalam sebuah syair:

Hati tetap bersama Yang Tercinta;

Walau tangan sibuk bekerja.

Perasaan itu juga mewakili suatu puncak kecintaan, yang oleh para sufi dikatakan “sunyi di tengah keramaian”.

Al-Qurãn pun memberikan gambaran demikian:

… Orang-orang yang segala kesibukan dunianya tidak memalingkan mereka dari mengingat Allah; sungguh mereka adalah orang-orang yang benar-benar mengetahui segala rahasia dan semangat iman.[1]

Keperluan dan kewajiban memelihara iman supaya tetap segar, erat kaitannya dengan tradisi (sunnah) Rasulullah saw. Sabda beliau:

Dari segala kalimat yang penting,

yang paling penting adalah kalimat “Lã ilaha illa-l-lãh(u).”

Ini berarti bahwa kita harus secara verbal (lisan) dan terus menerus mengucapkan nama Allah, dan melantunkan pujaan, mengulang-ulang kalimat yang diajarakan Rasulullah itu. Kita harus mengakui kehambaan kita kepada Allah, sehingga jalan yang kita tempuh diterangi sinar Ilahi. Ini harus dipegang dalam berbagai situasi; baik dalam keluarga, dalam bisnis, di sekolah, maupun di kantor. Dengan demikian, tauhid menjadi pendorong hidup yang utama.


[1] Tidak jelas surat apa dan ayat berapa yang dimaksud penulis. (AH)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: